Sakramen Baptis dan Yohanes Pembaptis

1 09 2005

(Narasumber: Sr. Yohanika, MASF & Bpk Hermandi. Host: David Goh & Maria Paskanita)

Baptism-christ.jpgDavid: Sakramen Pembaptisan merupakan pintu gerbang masuk seseorang untuk menjadi anggota gereja, dan tidak hanya itu, Sakramen pembaptisan merupakan salah satu bentuk (tanda kehadiran Allah) dan ungkapan iman (keperpecayaan) akan Yesus Kristus sendiri. Pak Hermandi, kenapa Sakramen pembaptisan begitu penting, dan harus dilakukan jika seseorang ingin menjadi anggota gereja?

Hermandi:
1. Yesus Sendiri diBaptis (Matius 3: 13-17)
2. Yesus Sendiri Membaptis (Yohanes 3:22)
3. Yesus Sendiri memerintahkan agar Para Rasul menyelenggarahkan pembaptisan (Matius 28:19 = Baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus)

 

David: Kalau begitu pentingnya baptis, apa arti dari baptis itu sendiri pak?

Hermandi: Kata `Baptis' berasal dari kata Yunani "Baptizein" yang berarti mencelup atau menyelam atau membasahi. Dengan cara itu orang menjadi bersih.

David: Sebenarnya kapan peristiwa pembaptisan mulai dilakukan, suster??

Suster: Tradisi Baptisan sudah diawali sebelum Yesus hadir, Berabad-abad sebelum Kristus, umat dalam Perjanjian Lama, sudah dipraktekan orang Yahudi, yaitu ketika mereka menerima para Proselit (penganut agama Yahudi). Bagi orang Yohudi, baptis merupakan suatu proses menuju kehidupan yang murni dan menambahkan rahmat untuk menyucikan.

David: Apa bedanya antara pembaptisan yang dilakukan orang Yahudi dengan pembabtisan yang dilakukan Yohanes?

Suster: Bedanya orang Yahudi melakukan pembaptisan berulang-ulang untuk menyucikan diri, sedangkan Yohanes melakukan satu kali pembaptisan sebagai makna undangan untuk bertobat, dan perupakan pralangkah menuju pembaptisan mesias dalam Roh dan dalam api.

David: Mengapa Yohanes dikenal sebagai Yohanes Pembaptis?

Suster: Disebut sabagai Yohanes Pembaptis karena Pembaptisan Yohanes, bertujuan mengundang orang untuk bertobat yang ditanggapi dengan memberikan serta menyerahkan diri untuk dibaptis, maka Yohanes membaptis orang-orang yang menyatakan diri untuk bertobat.

Nita: Pembaptisan Yohanes adalah undangan untuk bertobat. Lalu
mengapa Yesus harus dibaptis sedangkan Yesus tidak berdosa?
Suster:
1. Yesus solider dengan orang berdosa dan bersama dengan mereka ingin kembali ke Bapa
2. Penegasan, memproklamirkan bahwa Yesus adalah sebagai Putra Allah
3. Dalam peristiwa baptisan, Tritunggal itu tampak dalam bentuk Suara (Allah Bapa) yang menyatakan Yesus Putra Bapa (Allah Putra), dalam bentuk burung dara (Roh Kudus).

Nita: Pak Hermandi, apa Bedanya Pembaptisan Yohanes dan Pembaptisan Yesus?

Hermandi: Yohanes membaptis dengan air dan makna pembaptisan Yohanes adalah pertobatan. Yesus membaptis dengan Roh. Caranya tidak disebutkan secara jelas, yang pasti tidak seperti yang dilakukan oleh Yohanes. Yohanes sendiri mengatakan bahwa, "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Dia Yang Akan Datang akan membaptis kamu dengan Roh Kudus." Ketika Yohanes mengatakan bahwa Yesus membaptis dengan Roh Kudus, yang ia maksudkan adalah bahwa Yesus dapat membawa Roh Allah kepada kita sedemikian rupa sehingga kita dikenyangkan, dihidupkan, serta keberadaan kita ditenggelamkan dalam Roh Kudus. Kehidupan kita dipengaruhi dan mengalir karena Roh Kudus itu. Maka pembaptisan Yesus paling nyata adalah dengan darah-Nya yakni sengsara, wafat dan
kematian yang harus dijalankan agar kemuliaan baru dinyatakan dalam kehidupan manusia.

Nita: Makna Pembaptisan sendiri itu apa pak?

Hermandi: Baptis merupakan langkah pertama dan utama menjadi seorang Kristen. Baptis merupakan sakramen. Artinya, "Tanda Rahmat" dari Tuhan. Tanda seringkali berbicara lebih kuat dari bahasa-bahasa lain manapun. Sebab Tanda sifatnya universal. Dalam sakramen, Tuhan mempergunakan benda-benda biasa seperti air, roti, minyak dan juga
tindakan-tindakan tertentu untuk berbicara secara langsung kepada jiwa kita. Tidak seperti tanda lainnya, tanda Tuhan mempunyai kuasa untuk mengubah orang yang menerimanya.
Pembaptisan mempunyai hasil buah/Rahmat dari Allah, seperti terhapusnya dari dosa asal dan dosa dosa kita Makna dari pembabtisan adalah:
1. penghapusan dosa asal
2. menjadi anggota gereja
3. menjadi alih waris / menjadi Anak Allah, memperoleh martabat Putra Allah
4. tanda persekutuan orang-orang beriman (satu Tuhan, Satu iman, Satu Baptisan, tanda dipanggilnya kita untuk menghayati hidup Yesus)
(Efesus 3:4, Galatia 3:27)
5. Di Materai_Kan

Nita: Suster, apakah sakramen Baptis berkaitan dengan sakramen – sakramen yang lain?

Suster: Sakramen baptis adalah pintu gerbang/langkah pertama untuk mendapatkan sakramen yang lainnya, yaitu Sakramen Krisma, Sakramen Ekaristi,Sakramen Imamat, Sakramen Perkawinan, Sakramen Tobat dan Sakramen Perminyakan.

Nita: Pada saat pembabtisan, media apa saja yang dipakai oleh Gereja dan arti dari media pembaptisan itu sendiri?
Suster: Ada 3 Media pokok dalam Pembabtisan:
1. Air : adalah unsur materia
2. Rumusan Kata : adalah Unsur Forma berupa Aku mempermandikan engkau dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus'
3. Tindakan Pembabtisan : adalah Unsur Materia

Namun ada juga media tambahan:
1. Minyak krisma : Melambangkan Roh Kudus
2. Kain putih : Melambangkan Martabat baru/manusia baru yang mengenakan Kristus
3. Lilin : Labang Kebangkitan Kristus

Garam tidak dipakai lagi karena kurang etis dan tidak sehat (Garam dipakai sebagai pralambang "garam dunia" seperti dalam kitab suci)

David: Suster, dalam keluarga katolik, kapan sebaiknya seorang anak dibaptis?

Suster: Sesuai dengan Kanonik 867 ayat 1: bayi sebaiknya di baptis pada minggu-minggu pertama segera sesudah kelahirannya dan hal ini Sesuai dengan perjanjian perkawinan (khususnya bagi perkawinan campur, beda agama dan beda gereja). Pembabtisan sebaiknya dilakukan sejak bayi dalam usia 2 minggu sebagai wujud dari tanggung jawab
orang tua

David: Pak Hermandi, dapatkah Bapak memberikan gambaran, mengapa pembabtisan dilaksanakan sejak bayi, seperti yang diungkapkan Suster tadi?

Hermandi: Dapat digambarkan seperti ini. Bila kita biasa makan nasi, maka kita akan mengajar dan membiasakan bayi kita untuk dapat makan nasi sejak kecil. Kalau kita sebagai orang Katolik yang betul betul percaya bahwa Yesus Kristus adalah jalan kebenaran dan hidup, lalu mengapa kita tidak mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah jalan kebenaran dan hidup kepada anak kita sejak kecil dengan cara pembabtisan.

David: Apa syarat-syarat pembabtisan bayi Bapak Hermandi?

Hermandi: Syarat babtis bayi:
1. Kesediaan orang tua agar anaknya dibabtis
2. Pada Perkawinan campur (beda gereja atau beda agama): pihak yang katolik bersedia agar anaknya dibabtis dan bersedia mendidik anak secara Khatolik sesuai janji dihadapan iman sebelum dia memperoleh ijin perkawinan beda gereja atau beda agama. Dari sini ada
harapan bagi si anak untuk mendapatkan pendidikan Iman Katholik.

Nita: Menurut Gereja Katholik, mana yang dianjurkan, Babtisan bayi atau babtisan dewasa?

Hermandi:
• Kalau seseorang hidup dalam keluarga Khatolik , sebaiknya pembabtisan dilakukan sejak bayi (babtisan Bayi)

• Kalau orang dewasa dan atau bukan dari keluarga Katolik, misalnya: ada seseorang tertarik untuk menjadi Khatolik, dia dapat menghubungi Paroki terdekat untuk mengikuti bimbingan/ proses katekumen (proses persiapan/ pendalaman iman) selama kurang lebih 40-50 kali pertemuan demi kualitas calon babtis itu sendiri. Apabila setelah bimbingan tersebut dia mantap menjadi Katholik, dia dapat dibabtis. Tapi bila setelah dia mengikuti bimbingan katekumen dan dia merasa tidak mantap untuk menjadi katolik, kita tidak dapat memaksa dan orang tersebut tidak akan dibabtis.

Syarat Pemababtisan dan Keputusan untuk menjadi orang Katolik harus berdasarkan "Kehendak atau Keputusan sendiri, Percaya dan tentunya belum pernah dibabtis sebelumnya (dalam gereja lain). Bila sudah dibabtis dalam gereja lain, dia hanya akan mendapat bimbingan mengenai ajaran Katolik karena gereja Katolik mengakui baptisan
dari gereja lain sah.

David: Apakah babtis dapat dibatalkan karena dosa berat?

Suster: Sifat Babtis adalah dimateraikan, jadi Babtis tidak dapat dibatalkan dan berlaku seumur hidup. Dalam gereja Katolik, untuk dosa berat, orang tersebut dapat disucikan dengan Sakramen Pertobatan/pengampunan dosa

Nita: Mengapa ada Nama Baptis?

Hermandi: Pada abad ke 15, Gereja menganjurkan untuk memilih nama santo/ santa pelindung/ orang kudus pada pembabtisan agar orang yang dibabtis didorong unutk hidup seturut teladan orang kudus yang dipilih sebagai nama babtis dan menjadikan orang kudus tersebut pendoa baginya di hadapan Tuhan

Nita: Suster bisa ditambahkan apa arti dari pemberian nama baptis?

Suster: Nama Babtis mengandung cita-cita/ harapan yang luhur, Misalnya Maria Kadarsih, diharapkan si Kadarsih mampu meneladani Maria, semangat Maria menjadi semangatnya juga dan tentunya nama tersebut menjadi pelindung dari doa-doa dari pelindungnya.
(mp)

About these ads

Aksi

Information

19 responses

30 08 2006
joko

suster babtis itu dilakukan secara sadar atau tidak,masih kecil atau setelah dewasa? berapa kali seorang dapat dibabtis?. tolong dijelaskan disertai dengan ayat yang mendukung?

15 09 2006
Tomi

1. Babtis dilakukan dengan kesadaran penuh.
a. Jika Babtis dilakukan saat bayi, maka yang sungguh dalam kesadaran penuh adalah orang tua dan Bapak/Ibu Serani (emban babtis), maka sebelum pelaksanaan pembabtisan bayi dilakukan terlebih dahulu bimbingan kepada orang tua sang bayi agar sungguh sadar apa yang menjadi tanggung-jawabnya sebagi orang tua yang membabtiskan anaknya.
b. Jika Babtis dilakikan saat dewasa, maka sang katekumen (calon babtis) mengikuti pelajaran terlebih dahulu (Katekisasi), sebagai bahan pendalaman dan kesadaran yang penuh akan pilihannya.

2. Dalam Gereja Katolik Babtis hanya SATU KALI. Jika seorang beralih dari agama kristen (lain) ke dalam Katolik, tidak perlu lagi diadakan babtisan lagi, hanya mengikuti pelajaran (katekumen) untuk pembekalan iman dan dilaksanakan peneguhan janji babtis. Katolik mengakui satu pembabtisan (Lihan Credo/Iman Katolik: Aku mengakui satu pembabtisan kudus katolik dan apostolik).

23 09 2006
gemawarta

Terima Kasih atas masukannya Rekan Tomi. Semoga Tuhan melindungi langkah kita selalu.

22 12 2006
Maria Sugiharti

Saya berniat untuk menjadi seorang khatolik, latar belakang kepercayaan saya adalah kristen. Saya ingin mengikuti katekumen.Permasalahannya sekarang, saya sedang mengikuti pendidikan di Jepang. Saya tidak bisa mengikuti katekumen disini karena kendala bahasa, apakah saya bisa mengikuti katekumen secara online?

24 12 2006
gemawarta

Sepengetahuan kami tidak ada penyelenggaraan katekumen secara online, tetapi mungkin Anda bisa membaca buku-buku katekumen untuk mengetahui bagaimana dasar iman Katolik untuk mempersiapkan diri. Kami menyarankan Anda untuk bergabung dengan komunitas Katolik dari Indonesia, biasanya ada cukup banyak orang Katolik Indonesia yang berada di Jepang untuk studi atau bekerja, siapa tahu ada imam/pastor asal Indonesia yang dapat menyelenggarakan katekumen bagi Anda. Semoga sukses.

12 01 2007
sesilia katarina

apakah gereja melarang seorang wanita katolik menikah dengan seorang laki-laki muslim/beda agama?

10 03 2007
Ignas Sanubari

Saya adalah orang dewasa yang sangat ingin menjadi Katholik. Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk merampungkan pelajaran katekisasi sebelum dibaptis?

15 03 2007
Silka

Dear Sesilia,
Berikut jawaban dari Pst. Sinnema, MSF:
Gereja Katolik tidak mendukung perkawinan beda agama. Juga tidak melarang. Dalam situasi tertentu dapat diberikan dispensasi oleh uskup, setelah konsultasi dengan pastor paroki.

19 03 2007
vibi

setiap orang kan punya dosa waris.dan setiap dosa ada hukumannya.terus bagaimana jika ada bayi yang baru lahir dan belum dibantis kemudian maninggal?apakah dia tetep terkena hukuman karena dosa itu?karena setahu saya untuk menghilangkan dosa waris maka harus dibabtis,dan untuk untuk sebagai pengakuan kristen maka harus dibabtis.gimana itu?

20 03 2007
sutrisno

Yohanes berkata, Dia yang akan datang akan membaptismu dengan api dan roh kudus. Dia lebih berkuasa daripada saya,untuk membuka tali sepatunya saja saya tidak pantas.
pendapat saya adalah, yang dimaksud Yohanes bukanlah Yesus.
Karena Yesus tidak pernah mambaptis, malah Yesus meminta Yohannes untuk membaptisNya. Yang akan datang menurut Yohanes adalah lebih berkuasa dari Yesus.

29 03 2007
jessica

bagaimana prosedur pernikahan didalam katolik untuk beda agama dengan muslim

4 04 2007
damar

Untuk memilih nama baptis bagaimana batasan2 nya apakah harus santo santa atau bisa beata atau bagaimana
Nama baptis biasanya selalu di depan, apakah diperbolehkan di tengah atau mungkin dibelakang nama seseorang

20 06 2007
Agustinus Adil Irawan

Bagaimana penjelasan akan makna dan arti serta hubungannya akan ajaran TRINITAS itu.

2 08 2007
Herry

Hai Apa Kahabar ?

Aku ingin bertanya nama baptis yang paling tepat untuk anakku yang lahir di bulan July 31, apa Ya ? Anakku perempuan dan belum mempunyai nama.
bantu aku ya
Thx.

2 08 2007
Lucas Nasution

Ignatia. Tgl 31 Juli adalah hari perayaan santo Ignatius dari Loyola, pendiri ordo Jesuit
http://www.catholic-forum.com/saints/sainti01.htm

26 09 2007
Ridhayani Astuti

TUHANmu, TUHANku, dan TUHAN kita semua;

1. Coba lihat kembali sejarah manusia dlm mencari TUHANnya, mulai dari men-TUHAN-kan Patung, Binatang, Matahari sampai Dewa-2, Bagaimana dan apa sj yg dilakukan dengan TUHANnya ?, Mengapa semua terjadi spt itu ?

2. Kemudian bagaimana, kapan, dan dimana Agama-agama itu lahir ?

3. Kalau masing-2 Agama mempunyai TUHAN sendiri-2, alangkah banyaknya TUHAN ini ! dan kalau betul demikian, bagaimana TUHAN-2 itu bersahabat dan berdebat ! dan mungkin berkelahi kali ! kalau betul TUHAN lebih dari satu ! (logika Manusia, APA IYA ?).

4. Pastikan TUHAN ini Cuma satu dan tdk mungkin banyak (logika kita/ akal rasio, coba renungkan dalam-2).

5. Jadi TUHANnya Orang Budha, Hindu, Kristen, Shinto, Kong Huchu, ISLAM, aliran kepercayaan mungkin SAMA ? dan hanya SATU (maha Esa !) TUHAN.

6. Kalau TUHAN hanya satu dan Cuma satu-satunya, yang mana diantara TUHAN-TUHAN itu yg mrpk TUHAN sesungguhnya dan siapa beliau ini ? (Mr. X itu ?) dan spt apa wujudnya TUHAN itu ? (setiap orang akan berpikir sesuai dg persepsi masing-2 kan ).

7. Bagaimana manusia (ciptaannya) mengetahui bhw Dia adl TUHANnya dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya serta memberitahukan bhw Dirinya adl TUHAN yg sesungguhnya bagi alam semesta beserta isinya (manusia, fauna, & flaura) ?.

8. Silahkan pelajari semua agama (PROTESTAN, KATHOLIK, ADVENT, ISLAM, HINDU, BUDHA, SINTO, KONG HUCHU, Aliran Kepercayaan) berikut kitab-2 sucinya (TAURAT, JABUR, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, INJIL, AL QUR`AN, WEDA, Dll) apa saja isi kitab-kitab suci dan bagaimana proses diturunkan (dibuatnya) ?

9. Jangan pernah berhenti mencari TUHAN yg sesungguhnya, niscaya dan insyaa ALLAH, TUHAN yg sesungguhnya akan menemui kita.

10. SELAMAT MENCARI, semoga TUHAN yg sesungguh akan segera menemui kita, amien.

BISARA SIANTURI bercerita;

Lelaki bernama Bisara Sianturi ini bukannya sembarangan lelaki. Dia ialah anak muda yang fanatik dengan agama Prostestan.
Apa yang menarik mengenai Bisara ini, ialah percubaannya untuk mempengaruhi sebuah keluarga muslim di Medan agar menerima ajaran Kristian Prostestan berkesudahan dengan kegagalan. Namun dari ketewasannya berdialog dengan seorang haji, menjadi penyebab dia mendapat hidayah dari Allah SWT.

Bisara Sianturi dilahirkan di Tapanuli Utara pada 26hb Jun 1949. Dia dibesarkan dalam didikan keluarga yang taat penganut Prostestan.
Pada tahun 1968 Bisara telah merantau ke Kota Medan. Nasibnya agak baik kerana berkesempatan berkenalan dengan keluarga Walikota(Datuk Bandar) Medan ketika itu, Ahmad Syah. Dari kemesraan hubungan itu dia mendapat kesempatan tinggal bersama-sama di rumah keluarga walikota berkenaan.

Bisara mengaku, selama tinggal di rumah keluarga walikota tersebut, dia cuba mendakwah anak-anak walikota itu lagu-lagu gereja. Kebetulan anak-anak walikota dekat dengannya dan suka dengan lagu-lagu yang diajarkannya. Sementara walikota sendiri tidak pernah marah kepadanya. Bahkan dia pernah bertanya kepada walikota tentang agama apa yang baik. Walikota itu menjawab, bahawa semua agama itu baik.

Pemikiran terbuka walikota seperti itulah uyang membuatnya senang dan berani mengajarkan lagu-lagu gereja kepada anak-anaknya. Menurutnya, kalau orang sudah memeliki pemikiran seperti ini, biasanya akan mudah diajak masuk Kristian.”Saya berniat mengkristiankan keluarga ini. Pertama-tama melalui anak-anaknya dulu. Makanya saya ajari mereka lagu-lagu gereja. Anehnya, mereka suka sekali dengan lagui-lagu yang saya ajarkan,” kenang Bisara Sianturi.

Usaha Bisara untuk mengkristiankan keluarga walikota melalui anak-anaknya ternyata tidak boleh berjalan dengan lancar. Di rumah walikota itu tinggal juga bapa mertuanya, Haji Nurdin. Meskipun walikota tidak merasa keberatan anak-anaknya diajarkan lagu-lagu gereja, tetapi Haji Nurdin tidak suka kalau cucu-cucunya diajarkan lagu-lagu gereja oleh Bisara.

Pada suatu petang, di ruang depan rumah walikota, Haji Nurdin mengajak Bisara untuk bercakap masalah serius. Haji Nurdin yang luas pengetahuan agamanya ini mengajaknya berdialog mengenai agama. Bahkan beliau menawarkan diri untuk masuk Kristian jika Bisara mampu menyakinkan Haji Nurdin melalui hujah-hujahnya.

“Kalau kamu boleh menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan benar, saya berserta keluarga saya seluruhnya dengan ikhlas dan sukarela akan mengikuti kepercayaan kamu,” kata Haji Nurdin waktu itu. Tawaran itu tentu saja menggugat hati Bisara. Dia dengan bersemangat menyanggupinya. Dia mengira akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Haji Nurdin dengan mudah. Ternyata kemudiannya semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Haji Nurdin membuat keyakinnannya terhadap Kristian pula goyah.

“Mana lebih dahulu Tuhan dengan air?” tanya Haji Nurdin.
“Pak Haji ini bercanda. Anak kecil juga bisa menjawab,” ucap Bisara.
“Saya tidak bercanda. Kalau kamu boleh menjawapnya, saya dan keluarga akan masuk agamamu!” tegas Haji Nurdin.
“Tentu lebih dahulu Tuhan, kerana Tuhanlah yang menciptakan air,” jawab Bisara.

“Kalau begitu, bila Tuhan kamu lahir? Bukankan Tuhanmu, Jesus, lahir pada tahun 1 Masehi? Bukankah tarikh Masehi yang kita pakai sekarang ini mengikuti tarikh kelahiran Jesus? Bukankah sebelum Jesus lahir setelah ada air? Kalau begitu air lebih dulu ada sebelum adanya Tuhanmu?” balas Haji Nurdin. Bisara kebingungan sendiri. Tetapi dia dengan mudah menjawabnya kembali.
“Jesus itu’ kan anaknya Tuhan.”
“Bukankah dalam ajaran agamamu dikenal ajaran “Trinitas” yang menganggap tiga tuhan, iaitu Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan? Satu bererti tiga dan tiga bererti satu. Kalau demikian, tidak mungkin kita memisahkan Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus.

“Kalau Tuhan Jesus jatuh atau diragukan dengan pertanyaan seperti tadi, bererti yang lain juga ikut jatuh,” kata Haji Nurdin.
Bisara tambah bingung. Ianya tidak boleh membantah lagi.
“Yang kedua. Dalam Injil Matius pasal 27 ayat 46, disebutkan bahawa Jesus meminta tolong ketika sedang disalib. Cuba kamu fikir, bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Sempurna minta tolong, Kalau Tuhan minta tolong, bererti dia tidak pantas dianggap Tuhan,” kata Haji Nurdin.

Kali ini Bisara tambah terkejut. Dia tidak menyangka Haji Nurdin mengerti banyak tentang Injil. Oleh itu, dia tidak mampu menjawab lagi.
Bisara kesal, meskipun semua meresap ke dalam hatinya, tetapi ia tidak menerima begitu saja. Dia balik bertanya kepada Haji Nurdin tentang kebiasaan orang islam menyunat anak-laki-lakinya.

Al-Haj Lord Headly Al-Farooq
Seorang Bangsawan, Negarawan dan Pengarang
Mungkin ada kawan-kawan saya yang mengira bahwa saya telah terpengaruh oleh orang-orang Islam. Dugaan itu tidak benar, sebab kepindahan saya kepada agama Islam adalah timbul dari kesadaran saya sendiri, hasil pemikiran saya sendiri.
Saya telah bertukar pikiran dengan orang-orang Islam terpelajar tentang agama hanya terjadi beberapa minggu yang lalu. Dan perlu pula saya kemukakan bahwa saya sangat bergembira setelah ternyata bahwa semua teori dan kesimpulan saya persis seluruhnya cocok dengan Islam.
Kesadaran beragama, sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Qur’an, harus timbul dari kebebasan memilih dan putusan yang spontan, dan tidak boleh ada paksaan. Mengenai hal ini, Jesus Al-Masih menyatakan kepada para pengikutnya:
“Dan orang tidak akan dapat menerima kamu atau memperhatikan kata-kata kamu, apabila kamu meninggalkan dia.” — Injil Markus, VI, 2.
Saya banyak mengetahui tentang aliran Protestan yang fanatik, yang berpendapat bahwa kewajiban mereka ialah mendatangi rumah-rumah orang Katolik Roma untuk mengusahakan supaya kawan-kawan se-”kandang”-nya itu bertaubat. Tidak bisa diragukan lagi bahwa tindakan yarig menyolok ini, adalah suatu tindakan yang tidak jujur, bahkan setiap jiwa yang murni akan mengutuknya, karena hal itu dapat membangkitkan pertentangan-pertentangan yang menodai keluhuran agama. Maaf saya katakan, bahwa kebanyakan misi Nasrani juga telah mengambil langkah-langkah yang sama terhadap saudara-saudaranya yang memeluk agama Islam. Saya tidak habis pikir; mengapa mereka selalu berusaha memurtadkan orang-orang yang pada hakekatnya lebih dekat kepada ajaran Jesus yang sebenarnya dari pada mereka sendiri?! Saya katakan demikian, sebab dalam hal kebaikan, toleransi dan keluasan berpikir dalam akidah Islam lebih dekat kepada ajaran Kristus, dari pada ajaran-ajaran sempit dari Gereja-gereja Kristen sendiri.
Sebagai contoh ialah Kredo Athanasia yang mengecam akidah Trinitas dengan keterangannya yang sangat membingungkan. Aliran ini yang sangat penting dan berperanan menentukan dalam salah satu ajaran pokok dari Gereja, menyatakan dengan tegas bahwa dia mewakili ajaran Katolik, dan kalau kita tidak percaya kepadanya, kita akan celaka selama-lamanya. Tapi kita diharuskan olehnya supaya percaya kepada akidah Trinitas. Dengan kata lain. Kita diwajibkan beriman kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Agung, kemudian pada waktu yang sama kita diharuskan menutupinya dengan kezaliman dan kekejaman, seolah-olah kita menutupi manusia paling jahat. Sedangkan Allah swt. amat jauh dari kemungkinan bisa dibatasi oleh rencana manusia lemah yang mempercayai akidah Trinitas atau Tatslits.
Masilh ada satu contoh lagi tentang kemauan berbuat baik. Saya pernah menerima surat –tentang kecenderungan saya kepada Islam– dimana penulisnya menyatakan bahwa apabila saya tidak percaya kepada ke-Tuhan-an Yesus Kristus, saya tidak akan mendapat keselamatan. Pada hal soal ke-Tuhan-an Yesus itu menurut pendapat saya tidak sepenting soal: “Apakah Yesus Kristus telah menyampaikan Risalah Tuhan kepada manusia atau tidak?” Jika saya meragukan soal ini, pastilah pikiran saya akan tergoncang. Akan tetapi, alhamdulillah, saya tidak ragu-ragu sedikitpun, dan saya harap bahwa kepercayaan saya kepada Yesus dan segala ajarannya tetap kuat seperti keyakinan setiap orang Islam atau setiap pengikut Yesus Kristus. Sebagaimana yang sering saya kemukakan bahwa agama Islam dan agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus sendiri, adalah laksana dua saudara sepupu. Antara kedua agama itu hanya berbeda dengan adanya dogma-dogma dan tatacara yang mungkin tidak diperlukan.
Sekarang ini manusia sudah mulai menjurus kepada ketiadaan iman kepada Allah s.w.t. manakala mereka diminta supaya percaya kepada dogma-dogma dan kepercayaan-kepercayaan yang berpandangan sempit, dan dalam waktu yang bersamaan manusia haus kepada suatu agama yang dapat berbicara kepada akal dan athifah (sentiment) kemanusiaan.
Siapakah yang pernah mendengar bahwa seorang Muslim menjadi seorang atheist? Memang mungkin ada beberapa kejadian, tapi saya sangat meragukannya. Saya tahu ada beribu-ribu orang pria dan wanita, yang dalam hatinya adalah Muslim, akan tetapi secara biasa mereka tidak berani mengemukakan isi hatinya secara terang-terangan, dengan maksud supaya bisa menghindari gangguan-gangguan dan kesulitan-kesulitan yang akan dialami kalau mereka menyatakan ke-Islamannya secara terbuka. Justru saya sendiri mengalami yang demikian itu selama 20 tahun dalam keimanan saya secara terang-terangan yang telah menyebabkan hilangnya pikiran baik dari teman-teman saya.
Saya telah menerangkan alasan-alasan saya, mengapa saya menghormati ajaran-ajaran Islam, dan saya umumkan bahwa saya sendiri telah memeluk Islam lebih baik dari pada sewaktu saya masih seorang Kristen. Saya hanya bisa mengharap bahwa kawan-kawan saya mau mengikuti contoh ini yang saya tahu adalah suatu contoh yang baik, yang akan membawa kebahagiaan kepada setiap orang yang memandang langkah hidup saya sebagai suatu kemajuan dan jauh dari bersifat bermusuhan terhadap agama Kristen.
Tentang Pengarang : Lord Headly Al-Farooq
Lord Headly Al-Farooq dilahirkan pada tahun 1855. Beliau adalah seorang bangsawan Inggris, negarawan dan pengarang. Belajar pada Universitas Cambridge dan menjadi seorang bangsawan pada tahun 1877, mengabdikan diri dalam kemiliteran dengan pangkat Kapten, dan terakhir sebagai Letnan Kolonel dalam Batalion IV Infanteri di North Minister Fusilier. Walaupun beliau seorang insinyur, beliau berkecimpung juga dalam bidang kesusastraan. Beliau pernah menjabat sebagai Redaktur s.k. “Salisbury Journal” dan banyak mengarang buku-buku, dan yang paling terkenal ialah “A Western Awakening to Islam”.
Beliau telah menyatakan ke-Islaman-nya pada tanggal 16 Nopember 1913 dan berganti nama menjadi Syaikh Rahmatullah Al-Farooq. Beliau banyak melakukan perjalanan, dan pernah mengunjungi India pada tahun 1928.

29 12 2009
Seorang yang mengasihimu sebagai sesama manusia

@ridhayani astuti

salam sejahtera. saudaraku yang terkasih, aku menuliskan balasan ini kepadamu karena aku menyayangimu seperti saudaraku sendiri. mengenai cerita mengenai bisara sianturi, saya dan saya harap anda juga belajar satu hal, tentunya selain kesalahan bisara, yaitu bahwa kita seharusnya mendalami iman kita daripada menghabiskan waktu kita dengan percuma membujuk sana-sini. Tuhan ingin mengajarkan kepada kita bahwa apa yang terjadi pada bisara adalah teguran bahwa kita harus belajar dan terus bertumbuh dalam iman kaolik kita.

Mengenai konsep trinitas dan mengenai Tuhan Yesus yang meminta tlong, anda seharusnya belajar lebih banyak lagi. KArena saya sendiri bangga bahwa Tuhan saya menunjukkan satu kualitas yang sangat luar biasa dan sangat jarang namun sangat mulia apabila dimiliki seorang PEMIMPIN, yaitu KERENDAHAN HATI, Tiada satu pun yang pernah saya lihat memiliki kerendahan hati seperti yang Tuhan YEsus miliki, melayani padahal ialah sang pemimpin.

Oh iya dan satu hal, apa sebenarnya yang anda lakukan di sini: mengajak orang lain masuk agama anda? iseng? atau sekadar ingin pamer?

Yang perlu saya katakan lagi adalah bahwa setiap benda memiliki timbangannya sendiri, emas yang berharga tentunya tidak berharga apabila ditimbang dengan timbangan bayi karena timbangan jenis ini mengabaikan sesuatu yang kecil. BEgitu pula bayi yang berharga apabila ditimbang dengan timbangan emas menjadi tak berharga karena timbangan itu rusak.

Salam sejahtera untuk Anda yang saya kasihi. Tuhan memberkati.

Demu nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, aku berdoa dan mengucap syukur. Amin

17 07 2009
WANTED

halo,
saya mengalami masalah :
saya menikah secara katolik, dimana agama saya katolik sedangkan istri saya budha. kami mendapatkan dispensasi. belum terbayangkan sebelumnya akan terjadi masalah ini. Masalahnya adalah : istri saya keberatan unutk membaptis anak2. anak kami saat 2 orang, satu berumur 2 tahun dan satunya berumur 5 bulan. istri saya beranggapan kalo dibaptis dari bayi adalah pemaksaan. mengapa tidak dibiarkan mereka menetukan sendiri setelah dewasa nanti? sedangkan dalam perjanjian perkawinan sudah ditegaskan unutk mendidik & membaptis anak2 secara katolik. saya takut masalah ini bisa berkembang lebih jauh lagi. kelihatannya istri saya ketakutan kalo anak2 kami menjadi katolik, dengan mencari-cari alasan yg tidak masuk akal menurut saya. tolong dibantu masukannya untuk masalah yg saya hadapi ini.

6 02 2011
Fransiska Wewengkang

Aku lagi cari contoh desain undangan baptisan anak…Gimana ya..???? Tolong dibantu. Thanks…GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: