Peranan Gereja Katolik dalam Bidang Sosial Politik

29 09 2005

(Narasumber: Pst. Teddy Aer, MSF. Host: Rocky & Silka)

Rocky: Pandangan Gereja di masyarakat, tidak boleh masuk ke dalam bidang sospol, apakah pandangan ini benar? pandangan romo?
Romo: pandangan itu tidak sepenuhnya benar. Bagi Gereja Katolik, bidang sospol adalah juga kebon anggur Tuhan dimana Gereja diutus untuk bekerja juga di situ. Dalam pandangan Gereja Katolik yang tidak boleh terlibat dalam bidang politik secara praktis adalah para imam Gereja/para pastor, tetapi yang lain: umat, awam, didorong oleh Gereja untuk berani terlibat dalam bidang sospol. Kenapa para Pastor tidak boleh terlibat dalam sospol, ada 2 alasan mendasar:

  1. Para pastor sebagai gembala harus bersikap netral, tidak boleh memihak, harus objektif mengayomi & membimbing semuanya.  Tidak akan membeda-bedakan.
  2. Kalau pastor terlibat dalam salah satu bidang politik praktis dalam partai politik tertentu, yang membahayakan adalah tindakan pastor bisa membutakan hati nurani umat, contoh di Indonesia, saya sebagai Pastor ikut partai A, tapi ada umat yang sebenarnya pilihannya ikut partai B, tapi karena melihat pastornya di partai A, dia akhirnya ikutan-ikutan ke A, padahal hatinya di B. Itu yang membutakan hati nuraninya.

Kemudian Rumusan Gereja Katolik yang menyatakan tidak boleh ikut dalam sospol harus diluruskan. Hanya para pastor yang tidak boleh melakukan politik praktis, tetapi umat didorong untuk terlibat dalam politik praktis. Umat sangat didorong untuk bisa ikut ambil peran secara aktif dalam karya-karya di bidang sospol. Lalu, para pastor, ngapain? Pastor tetap memberi perhatian dalam bid sospol, tetapi dalam kapasitas & tugas dia sebagai Pastor yaitu mendampingi umat yang ambil peran dalam bidang politik, menjadi teman perjalanan bagi umat yang berperan itu. Kenapa? Supaya dalam kerangka ini, umat yang berperan dalam politik itu berjalan sesuai dengan ajaran Gereja Katolik mengenai peran-peran dalam Gereja Katolik. Ini bukan supervisi, tapi lebih pada teman perjalanan, yang berdiri di samping bagi mereka yang bergerak di bidang politik.

Rocky: Umat juga harus batasan-batasan agar tidak menyalahi aturan Gereja Katolik. Batasan-batasan atau rujukan apa yang bisa digunakan oleh umat agar tidak menyalahi aturan tersebut?
Romo: Ada sejumlah dokumen tentang Ajaran Sosial Gereja, mengenai keterlibatan-keterlibatan Gereja dalam bidang-bidang sosial termasuk politik, kalau mau menyimpulkan dari 12 ajaran Gereja itu, keterlibatan seorang Katolik dalam bidang sospol mempunyai satu tujuan membangun bonum commune (latin),artinya membangun masyarakat atau komunitas yang lebih baik. Itu tujuan yang harus dicapai atau menjadi arah ketika orang memilih atau mau mengambil peran terlibat dalam politik. Ketika orang terlibat dalam bidang politik, namun dia mau mencari keuntungannya sendiri itu adalah hal yang keliru, dia mau mencari kebaikan bagi diri sendiri, itu keliru. Gereja Katolik tegas mengatakan maka tujuannya adalah membangun masyarakat/komunitas yang lebih baik bukan membangun diri atau kelompok mu yang lebih baik. Itu batasan yang digunakan oleh Gereja Katolik.

Rocky: Kenapa di umat kita masih ada keengganan untuk mau terlibat dalam bidang sospol?
Romo: Di awal sudah dikatakan bahwa yang secara tegas dilarang dalam keterlibatan berpolitik praktis adalah para imam/pastor. Misalnya keterlibatan dalam partai tertentu. Bahwa dia terlibat/berminat dalam politik secara umum, silakan, tetapi yang sekarang terjadi, larangan yang tadinya hanya terjadi di kalangan para pastor, entah bagaimana dan entah siapa yang memulai, larangan ini ditarik sepanjang-panjangnya sampai rumusannya muncul Gereja Katolik dilarang berpolitik. Itu keliru. Pastor dilarang berpolitik, itu pun masih keliru, tidak begitu pas. Bahwa pastor dilarang berpolitik praktis, itu benar!! Sekali lagi, pandangan larangan itu ditarik sepanjang-panjangnya, sehingga rumusannya Gereja Katolik tidak berpolitik, Gereja Katolik melarang, itu salah, kesalahpahaman ini yang pelan-pelan menjadi semakin mengakar. Itu yang mengakibatkan secara umum keengganan orang Katolik untuk terlibat dalam bidang politik. Jangankan terlibat, berbicara soal politik pun menjadi enggan dan males berbicara dan menganggap ini bukan karya Gereja. Akibatnya:

  1. Sedikit yang terlibat dalam bidang politik.
  2. Ketika ada seorang Katolik,yang terlibat dlm bidang politik dia tidak dikatakan melaksanakan berkarya untuk Gereja, orang itu dianggap berkarya di luar tembok Gereja. 

Itu konsekuensi yang terjadi dari pandangan Gereja Katolik tidak berpolitik itu.

Rocky: Lalu, nilai-nilai apa yang harus dibawa oleh seorang umat dalam bidang sospol ini?
Romo
: Seperti kita ketahui bahwa Yesus Kristus datang ke dunia membawa misi dari Allah Bapa, membawa kabar keselamatan/kabar baik dari Allah. Tugas Kristus itu yang diterima dari Bapa, diteruskan Yesus kepada murid-muridnya. Para murid bertugas mewartakan kabar baik di dalam seluruh kehidupan ini termasuk dalam bidang sospol.  Maka bagi seorang Katolik yang terlibat dalam bidang sospol nilai yang dibawa oleh dia bahwa dia adalah murid Yesus yang membawa kabar baik, mewartakan kabar baik di dalam bidang sospol.  Kabar baik itu apa? Seperti apa? Bentuk konkrit dari kabar baik itu adalah yang dirumuskan dalam tujuan itu, yaitu terbangunnya dan terwujudnya masyarakat yang lebih baik. Kabar baik dalam bentuk itu menjadi sangat konkrit, ketika seorang Katolik dalam keterlibatannya dalam bidang sospol mengupayakan, bentuknya bisa macam-macam, kehidupan masyarakat yang lebih baik, di situ dia mengemban amanat Kristus. Ketika seorang Katolik dalam kewenangannya dia merumuskan sebuah peraturan daerah supaya daerah menjadi lebih baik, di situ  dia mengemban amanat Kristus, ketika seorang Katolik di Balikpapan ini bekerja di dalam kantornya, dalam keterlibatannya memperjuangkan keputusan-keputusan untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik, di situ dia mengemban misi Kristus.

Rocky: Jadi apapun keputusan-keputusan yang diambil untuk menjadikan orangg lebih baik, meskipun bukan dalam lingkungan Gereja, itu berarti implementasi dari pewartaan yang dimaksud tadi, ya?
Romo: Betul, berangkat dari imannya yang mengimani Yesus Kristus, diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Silka: Romo, setelah kita mengetahu fakta-fakta, bhw sebenarnya kita tidak dilarang untuk terjun ke dunia sospol, apa yang harus kita lakukan sebagai umat Katolik, sebagai Imam, dan sebagai Gereja Katolik di bidang sospol di masa mendatang?
Romo: Paradigma yang berpendapat, Gereja Katolik dilarang terlibat dalam bidang sospol. Itu harus diubah. Bid sospol yang dianggap barang haram, harus diubah. Kita harus punya paradigma pemikiran adalah  sospol adalah kebun anggur Tuhan dan kita diutus ke situ. Yang kedua, atas dasar perubahan paradigma itu yang harus diperbuat ke depan adalah kita berani terlibat, karena ketika paradigmanya berubah, tapi kitanya tidak terlibat sama saja tidak akan terjadi apa-apa. Kita harus berani terlibat. Masyarakat yang lebih baik adalah tanggungjawab kita semua. Nota pastoral dari KWI bulan November 2004 menggarisbawahi bahwa: masyarakat yang lebih baik adalah tanggungjawab kita bersama. Baik buruknya masyarakat adalah juga tanggungjawab Gereja Katolik, artinya ketika kehidupan sospol buruk, kendati orang Katolik mengatakan tidak terjun, tetap dia ikut bersalah, karena dia tidak mau terlibat. Kehidupan bermasyarakat yang lebih baik juga tanggung jawab orang Katolik, dalam tugas dan kapasitasnya masing-masing dalam fungsinya di masyarakat. Semua harus berani terlibat. Itu dua point  yang mendasar untuk ke depan yang harus terjadi. Kenapa harus terjadi, tidak bisa ditunda, harus mulai sekarang. Secara jujur, dalam arti tertentu ada begitu banyak ketinggalan yang terjadi, karena paradigma yang salah tadi.

Silka: Apa harapan-harapan Gereja Katolik terhadap organisasi politik yang bernafaskan Katolik ini?
Romo: Harapan bagi orang Katolik yang terlibat, adalah berani mewujudkan tujuan itu, berani memegang idealisme itu, kendali sulit, sungguh harus melawan arus masyarakat, arus yang umum terjadi, yang penting saya, yang lain terserah, yang penting saya senang sendiri, yang lain terserah. Atau istilah kerennya jaman sekarang ini “Emang Gue Pikirin” (EGP). Dia harus berani mengubah idealisme itu, menjadi seorang idealis dalam bidang sospol untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Itu yang saya pikir harapan paling dasar untuk semua orang tidak  hanya orang Katolik, tapi kepada siapapun yang terlibat dalam bidang sospol.

Silka: Romo sendiri cukup lama terlibat dalam bidang sospol, ada pesan untuk orang Katolik yang baru mau terlibat dalam bidang ini?
Romo: Mari kita wujudkan kemauan untuk terlibat, dan kita punya dasar yang sangat kuat tentang keterlibatan ini, yaitu Allah sendiri. Allah menunjukan kabar baik dengan terlibat dalam kehidupan manusia. Yesus meninggalkan tahta di surga, dan menjadi manusia, terlibat dalam kehidupan. Kita pun diajak untuk berani terlibat, sekarang dan jangan ditunda-tunda. (csw)

About these ads

Aksi

Information

Satu tanggapan

25 08 2007
Frans Zai

Salam Kenal… Selamat atas munculnya blog ini. Ini kunjungan pertama saya.

Berikut ini adalah komentar saya:
Gereja hidup, bergerak dan ada di dunia untuk mewartakan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah itu mesti ditampilkan oleh Gereja sebagai perealisasian dari tugas perutusannya.

Dalam rangka melaksanakan tugas perutusan itu, menurut saya Gereja tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial-politik. Di dalam Gereja ada dua status, yakni: klerikus dan laikus (awam). Kedua kelompok ini tak bisa juga dipisahkan dari dunia sosial-politik. Pertanyaannya ialah batasan dari keterlibatan masing-masing kelompok itu di dalam dunia sosial – politik. Sejauh mana klerus terlibat dalam urusan politik dan demikian juga dengan laikus.

Itu saja yang bisa saya komentari dalam GEMA WARTA ini. Lanjut terus…… pro ecclesia et patria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: