Profil Paus Benediktus XVI

17 11 2005

Narasumber: Br. Martinus FIC dan Lucas Nasution. Host: David Goh dan Ursula Vina Murti

benedictxvi.jpgDavid: Kita adalah alasan bagi Tuhan mengirimkan berkat Roh Kudus. Salah satunya adalah mengirimkan gembala ke dunia, yaitu Paus Benediktus XVI. Telah hadir di studio, Bruder Martinus, FIC dan Bapak Lucas Nasution. Pada 19 April 2005 yang lalu, Kardinal Joseph Ratzinger terpilih sebagai Paus Gereja Katolik Roma yang ke-265 dengan nama Paus Benediktus XVI, sebagai penerus Paus Yohanes Paulus II. Bruder, bisa diceritakan sedikit tentang latar belakang Paus Benediktus XVI ini?
Bruder: Pasangan Katolik yang saleh, Joseph Ratzinger dan Maria Riger, dikaruniai tiga orang putera puteri. Anak pertama, Georg Ratzinger; anak kedua, Maria Ratzinger, dan si bungsu Joseph Alois Ratzinger, yang dilahirkan pada hari Sabtu Suci, 1 hari menjelang Paskah , 16 April 1927 di Marktl am Inn, Bavaria, Jerman dan dibaptis keesokan harinya di hari Paskah. Inilah dia Bapa Suci Paus Benediktus XVI.

David: Bagaimana dengan masa kecil dan remajanya?
Bruder: Ratzinger dalam usia 14 tahun masuk seminari menengah di Traunstein, tetapi pada usia 13 tahun, ia melaksanakan wajib militer dengan bergabung dengan organisasi pemuda Hitler. Pada usia 16 tahun, ia bersama seminaris di kelasnya ditugaskan wajib militer dalam korps anti pesawat terbang. Masa remaja Ratzinger kecil diwarnai kekerasan dan ketegangan perang. Artinya bahwa masa remaja Joseph penuh tantangan dan ketegangan. Mungkin inilah yang memupuk sikap gigih dalam dirinya.

David: Bagaimana perjalanan dan perjuangan beliau sehingga akhirnya menjadi imam?
Bruder
: Sejak masa kanak-kanaknya, Joseph kecil tidak bercita-cita lain selain daripada menjadi seorang imam. Bahkan saat berusia enam tahun, ia telah mengumumkan bahwa ia akan menjadi seorang uskup! Bulan Januari 1946, bersama Georg dan 120 teman seminari, Joseph masuk kembali ke seminari di Keuskupan Munich. Kejamnya hidup dalam perang yang harus mereka alami membuat mereka semua haus menuntut ilmu. Tulis Bapa Suci dalam buku kenangannya: ”Kami bertekad mengejar ketinggalan kami dari tahun-tahun yang hilang, untuk melayani Kristus dalam GerejaNya, demi masa depan yang baru, yang lebih baik, demi Jerman yang lebih baik, demi dunia yang lebih baik. Tak seorang pun dari antara kami yang ragu bahwa Gereja merupakan pilihan yang tepat bagi harapan-harapan kami. Kendati kelemahan-kelemahan manusiawi, Gereja tetap bertahan dalam menghadapi serangan gencar Nazi. Di tengah neraka yang melahap segala kekuatan lain dalam masyarakat, Gereja tetap kokoh dengan kekuatan yang bukan dari dunia ini. Janji Kristus telah digenapi: alam maut tak akan menguasainya. Kami tahu seperti apa alam maut itu. Kami telah melihatnya dengan mata kami sendiri. Tetapi, kami melihat juga rumah yang tetap kokoh berdiri, sebab dibangun di atas batu karang.” Akhirnya, pada tanggal 29 Juni 1951, Georg dan Joseph Ratzinger ditahbiskan sebagai imam oleh Kardinal Faulhaber di Katedral Freising, pada Pesta Santo Petrus dan Paulus.

Vina: Kenapa beliau memilih nama Benediktus, kenapa tidak melanjutkan dengan nama Paus Yohanes Paulus III saja?
Lucas: Pada Audiensi-nya yang pertama di Basilika Santo Petrus, tgl 27 April 2005 yang lalu, Bapa Suci menyampaikan alasan beliau memilih nama Benediktus : ”Dipenuhi rasa kagum dan syukur, saya ingin mengutarakan mengapa saya memilih nama Benediktus. Pertama-tama saya mengenangkan Paus Benediktus ke-15, seorang nabi perdamaian, yang membimbing gereja melalui gejolak masa peperangan. Menapak-tilas jejaknya saya menempatkan pelayanan saya demi rekonsiliasi dan harmoni di antara umat manusia. Saya juga mengingatkan Santo Benedictus dari Nursia, ko-patron benua Eropa, yang menjadi teladan akar kehidupan kristinasi di Eropa. Saya memohon doa-doanya agar kita dapat memegang teguh Kristus sebagai pusat kehidupan kristiani kita: semoga Kristus selalu menduduki tempat utama dalam segenap pikiran dan tindakan kita.”

Vina : Apakah ada hubungan pribadi diantara nama Benediktus sendiri dengan pribadi Bapa Suci ? seperti apakah itu ?
Lucas: Bagi banyak orang nama ini juga menjadi suatu isyarat khusus karena Santo Benedictus dalam sejarah gereja dipandang sebagai penyelamat kebudayaan Eropa/Barat dari penghancuran oleh kaum Barbar, saat keruntuhan kekaisaran Roma. Sehingga pemilihan nama ini menjadi isyarat prioritas Paus Benedikstus XVI akan penyelamatan kebudayaan dari serbuan Barbarianisme modern 

Vina: Apa sih Moto atau misi yang telah didengungkan oleh Paus Benedictus XVI ?
Lukas: Sejauh ini, semboyan beliau belum dipublish, namun, menurut para pengamat Paus, beliau akan memilih semboyan berikut ini: “Sine dominico non possumus”; yang artinya : We cannot live without the Mass on the Lord’s day. Kita tidak dapat hidup tanpa merayakan Ekaristi di hari Minggu. Ini bukan motto yang baru, ini adalah motto para martir Roma kuno. Ekaristi adalah tonggak utama. Sakraman utama Gereja adalah Ekaristi. Dalam Ekaristi kita mengenangkan dan manghadirkan dan mengalami kembali peristiwa keselamatan. Bagi para martir Roma kuno, Ekaristi menjadi sumber kekuatan mereka sebagai saksi iman menghadapi ancaman maut dan penderitaan. Bicara tentang keistimewaan Ekaristi tidak habis-habisnya. Gambaran yang menonjol dari Paus Benedictus XVI adalah adalah saat ia melakukan adorasi pada Sakramen Mahakudus dalam keheningan.

David: Prestasi apa saja yang pernah dicapai oleh Bapak Suci selama karyanya?
Bruder: Pada tahun 1962, Pastor Ratzinger telah terkenal ketika, dalam usia 35 tahun, ia menjadi penasehat ahli teologi bagi Uskup Agung Cologne, Kardinal Joseph Frings, dalam Konsili Vatikan II. Di antara begitu banyak karyanya, yang paling menonjol adalah: kumpulan pelajaran kuliah tentang pengakuan iman apostolik, diterbitkan tahun 1968 yang berjudul “Pengantar Agama Kristen”. Kemudian sebuah bunga rampai, kumpulan kotbah dan renungan yang dipersembahkan bagi pelayanan pastoral, diterbitkan tahun 1973, “Dogma dan Wahyu.” Bulan Maret 1977, Paus Paulus VI menetapkannya sebagai Uskup Agung Munich dan Freising. Tanggal 28 Mei 1977 ia ditahbiskan. Moto episkopalnya adalah “Cooperatores Veritatis”, pekerja-pekerja kebenaran, yang diambil dari 3 Yohanes 1: 8. Moto ini melambangkan jalinan kebenaran dan kasih, iman pribadi dan kekatolikan Gereja, pun inter-relasi antara para gembala dan umat beriman, yang, dengan caranya masing-masing, saling ikut ambil bagian dalam kewajiban dan rahmat Injil. Dalam konsistori tanggal 27 Juni 1977, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai kardinal. Pada tanggal 25 November 1981, Paus Yohanes Paulus II menunjuk Kardinal Ratzinger sebagai Prefek Kongregasi untuk Ajaran Iman; Presiden Komisi Kitab Suci dan Komisi Teologi Internasional Kepausan. Pada tanggal 6 November 1998, Kardinal Ratzinger dipilih sebagai Subdekan Dewan Kardinal dan pada tanggal 30 November 2002 Paus Yohanes Paulus II mengesahkan pemilihannya oleh para kardinal sebagai Dekan Dewan Kardinal. Sebagai Presiden Komisi bagi Persiapan Katekismus Gereja Katolik yang baru, ia bekerja selama enam tahun sebelum akhirnya mempersembahkan Katekismus baru kepada Bapa Suci.

David: Pak Lucas, apa dan contoh yang kita bisa teladani dari Bapa Suci terutama bagi awam?
Lucas: Kardinal Ratzinger termasuk salah seorang yang paling berpengaruh dan dihormati di Vatikan. Ia merupakan tangan kanan serta rekan terdekat Paus Yohanes Paulus II. Ia pula yang memimpin pemakaman Sri Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 8 April 2005, dan ia juga yang memimpin conclave yang dimulai pada tanggal 18 April 2005 yang lalu. Berulangkali Kardinal Ratzinger mengatakan bahwa ia ingin mengundurkan diri ke suatu desa di Bavaria dan mengabdikan sisa hidupnya untuk menulis. Tetapi, akhirnya juga, ia mengatakan bahwa ia “siap menerima segala beban tanggung jawab yang diletakkan Tuhan ke atas pundaknya.” 

Vina: Apa yang belum terlaksana dari Paus terdahulu, dalam hal ini adalah Paus Yohanes Paulus II, yang akan segera dilanjutkan Paus Benediktus XVI ini ?
Lukas: Dalam sambutannya di Jerman Paus Benediktus XVI menggariskan beberapa hal ini diantara banyak hal yang ia anggap penting: dialog antar iman, penghentian perang agama dan ajakan untuk mengutamakan kebenaran dan keutamaan melawan kebebasan yang tidak terarah. Paus juga menghadapi tantangan sebagaimana pemimpin dunia lain seperti: terorisme, sekularisme, rasisme, kemiskinan, ketidak merataan kemakmuran, berkurang-nya umat Katolik terutama di Amerika Latin, berkurangnya jumlah imam di Eropa, dan masih banyak lagi. Kiranya sikap yang tepat adalah mendoakan Paus kita agar diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam membawa bahtera gereja memasuki milenium yang ke 3 dengan segenap tantangannya. Dalam rangka melanjutkan tongkat estafet Paus Yohanes Paulus II: menegakkan perdamaian dunia dan seorang peziarah. Sedangkan misinya sendiri: perhatian pada kualitas hidup membiara; perhatian akan ancaman budaya barbar modern; teguh meghadapi ajaran sehat; karunia menerangkan masalah doktrinal dan rohani (seperti tugasnya sebelumnya di masa Paus Yohanes Paulus II).

Vina: Seandainya Paus yang baru ini merasa bahwa tugas yang diembannya terlalu berat baginya, apakah memungkinkan baginya untuk mengundurkan diri ?
Bruder: Menurut aturan Gereja, Seorang Paus sebenarnya tidak bisa mengundurkan diri. Ini lain dengan uskup, uskup mempunyai masa pensiun yakni 75 tahun, tapi tidak berarti berhenti menjadi Uskup. Paus adalah jabatan seumur hidup. Namun demikian (KANON 332 No. 2) menginjinkan seorang Paus mengundurkan diri jika menghendakinya. Namun demikian dituntut agar pengunduran diri itu terjadi dengan bebas dan dinyatakan semestinya, tetapi tidak bisa dituntut bahwa harus diterima oleh siapapun. Kalau kita melihat dalam sejarah gereja, memang ada pengalaman beberapa Paus mengundurkan diri atau terpaksa diturunkan dari tahta (antara tahun 230-1430).(uvm)


Aksi

Information

One response

1 08 2008
e9o00 c4em

GBU ……..!!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: