Pertobatan dan Sakramen Tobat

8 12 2005

Narasumber: Pastor Stanislaus Maratmo, MSF dan Bpk Bruno; Host: Paulus dan Yenni Eka Sari

Paul: Pastor Maratmo, apakah dapat menjelaskan apa itu Sakramen Tobat.
Pastor: Secara umum Sakramen Tobat bisa dikatakan adalah Sakramen Rekonsiliasi/Perdamaian. Dengan kata lain Sakramen ini adalah simbol pemulihan kembali/perdamaian hubungan manusia dengan sesama khususnya dengan Tuhan yang renggang karena Dosa.

Yenni: Apakah pengertian dosa Itu Pastor?
Pastor: Dosa itu berarti: mencintai diri kita sendiri atau hal-hal lain sedemikian rupa, sehingga kita menjauhkan diri dari cinta kasih Allah sekaligus dosa itu berarti kita menjauhkan diri dari sesama kita. Dosa juga dibagi menjadi 2 yakni dosa berat dan dosa ringan.
Dosa berat berarti bahwa orang memalingkan diri dari tujuannya yang terakhir dan hal itu berarti juga bahwa hubungan cinta kasih dengan Allah sampai terputus. Hal itu terjadi kalau kita membuat kesalahan besar dengan kesadaran serta kebebasan penuh. Dosa berat mendatangkan hukuman kekal, kecuali dosa itu diampuni. Dosa ringan berarti bahwa hubungan cinta kasih dengan Tuhan menjadi renggang. Hal itu sering terjadi oleh karena kelemahan kita, entah kita membuat kesalahan kecil, entah dengan kesadaran atau kebebasan yang tidak penuh.

Paul: Menurut pak Bruno apa itu Sakramen Tobat?
Pak Bruno: Tidak jauh beda dengan yang dikatakan pastor, pada dasarnya menurut saya Sakramen Tobat adalah sarana bagi kita untuk memulihkan hubungan dengan Tuhan. Dengan Sakramen Tobat kita bisa lega karena dosa kita sudah diampuni dengan perantaraan pastor karena sebagai awam kita malu untuk meminta maaf secara langsung dengan sesama.

Paul: Tidak mudah bagi setiap orang untuk mau mengakui dosanya dan mohon ampun. Apakah kita perlu bertobat dan menerima sakramen pertobatan?
Pastor: Sangat perlu sekali karena dengan pertobatan kita tidak hanya mendapatkan pengampunan dosa tetapi menolong kita untuk menyempurnakan jalan hidup kita sebagai murid Kristus dgn mengikuti jejakNya serta untuk menjadi peka terhadap suara dan tuntunan Roh Kudus.

Yenni: Pastor, kapan saat yang tepat untuk mengaku dosa dan menerima Sakramen Tobat?
Pastor: Idealnya kita mengaku dosa dan menerima Sakramen Tobat di saat kita telah melakukan kesalahan, bisa setiap hari. Gereja Katolik sendiri menganjurkan penerimaan Sakramen Tobat minimal dalam masa-masa tertentu yaitu masa Advent dan masa Pra Paskah. Setahun dua kali, tetapi kapan pun seorang umat menginginkan Sakramen Tobat, para pastor akan selalu siap menerimanya.

Paul: Pastor, apakah kerahasiaan pengakuan dosa selalu terjamin?
Pastor: 100% rahasia itu terjaga karena pastor telah mempunyai sumpah untuk menjaga kerahasiaan pengakuan dosa.

Yenni: Pastor apakah ada persyaratan khusus untuk menerima Sakramen Pertobatan?
Pastor: Ada. Yakni calon penerima Sakramen Tobat sudah dibaptis secara Katolik, sudah menerima komuni, wajib menerima penitensi, dan tidak dapat diwakilkan harus langsung dengan yang bersangkutan.
Pak Bruno: Yang penting adalah calon penerima mau mengakui kesalahan dan tidak berbuat dosa lagi dan bukan sekedar formalitas saja.

Yenni: Apa itu penitensi?
Pastor: Penitensi itu adalah denda sebagai tanda pertobatan dan wajib dilaksanakan. Contoh penitensi bisa Doa Bapa Kami atau Doa Salam Maria beberapa kali, atau mati raga tergantung dengan tingkatan dosanya.

Paul: Saat ini banyak sekali umat lupa dengan bagaimana cara mengaku dosa. Apakah bisa dijelaskan?
Pastor: Secara singkatnya begini:
Persiapan Umat adalah kita merenungkan kerahiman Tuhan, lalu kita memeriksa hati, mengingat apa saja kesalahan kita, lalu kita mohon rahmat tobat dan pengampunan kepada Tuhan supaya dapat berbaik kembali denganNya dan menjadi warga Gereja Kristus yang hidup. Umat kemudian masuk ke ruang pengakuan pribadi. Si pengaku membuat Tanda Salib, Imam menjawab; ”Semoga Allah menerangi hati saudara untuk mengaku dosa dengan tulus dan ikhlas.” Si pengaku lalu menyebutkan semua dosa-dosa dan yang harus diakukan hanya dosa yang berat. Pastor lalu memberikan nasehat dan penitensi sesuai dengan kebutuhan, si pengaku menyatakan tobatnya, (Doa Tobat) lalu si pengaku memperhatikan kata-kata absolusi (pengampunan) dari pastor
Si pengaki menjawab Amin lalu dipersilakan pergi.

Yenni: Pak Bruno, apakah Sakramen Tobat masih relevan di masa kini?
Pak Bruno: Masih sangat relevan karena Sakramen Tobat merupakan salah satu cara untuk memulihkan hubungan yang intim dengan Allah dan sesama.

Paul: Apa yang harus dilakukan apabila setelah dosa kita diampuni ternyata kita berbuat dosa yang sama?
Pastor : Hal yang wajar karena kelemahan manusia bila kita berbuat dosa lagi maka kita tetap harus mengaku dosa dan menerima Sakramen Tobat lagi.

About these ads

Aksi

Information

5 tanggapan

19 08 2009
A. Sartono

Banyak orang seperti saya kehilangan arah hidup karena meninggalkan Allah. Yang ada hanyalah kegelapan dan dosa. Bahkan melulu berdosa. Bagaimana saya harus kembali kepada Allah Bapa ? Saya hanya merasakan ketakutan dan kecemasan. Bantulah saya.

a sartono

5 11 2010
stanislaus Maratmo MSF

Saya bisa mengert dengan Pak Sartono bahwa dosa itu menjadikan orang takut dan cemas. Takut masuk neraka dan ditolak oleh Allah. Cemas apakah orang berdosa boleh masuk surga. Oleh karena itu, nampaknya perlu dibangun dalam diri setiap orang iman akan Allah secara benar. Allah tidak menghendaki umatnya hilang. Perumpamaan Yesus mengenai dombag hilang dan dirham yang hilang memberi gambaran Allah yang maha baik. Dia selalu menanti anakNya yang hilang, kapan kembali ya !? Nah, maukah kita kembali, kerumah Bapa, sebab Ia dengan sabar menantikan kita orang berdosa ini.

1 05 2010
ricardo tarigan

kenapa praktek pertobatan pada saat ini semakin berkurang, ruang pengakuan hanya rame saat menjelang Paskah dan Natal yaitu pada masa Adven dan Pra Paskah? apa yang menjadi sorotan dalam praktek tersebut?

5 11 2010
stanislaus Maratmo MSF

Semain berkurang ? Bisa jadi bahwa ada kelompok umat yang sudah pesimis dengan praktek penerimaan Sakramen rekonsiliasi. Saya yakin, di luar natal dan paskah, masih ada beberapa umat yang bersedia menerima sakramen rekonsiliasi, tergantung kesiap sediaan pelayanan imam di paroki itu. Mungkin, jumlah umat semakin banyak, sehingga setiap minggu tidak nampak pelayanan itu, dibandingkan dengan jaman saya kecil dulu, di gereja paroki selalu ada imam asisten yang duduk menanti peniten untuk menerima sakramen rekonsiliasi. Sekarang ini, setiap paroki hanya dilayani satu orang imam. Bayangkan, masih harus merayakan ekaristi di paroki dan stasi. Pak Ricardo bisa bayangkan… sendiri lah…keadaan paroki saat ini…maka berdoalah dengan tekun mohon jumlah panggilan imam !

29 03 2011
richard aligius

ringkasan sakramen tobat ada di web mana ?saya mau cari buat tugas agama thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: