Mempersiapkan Diri Menyambut Kelahiran Yesus Kristus

19 12 2006

Narasumber: Fr. Daniel Rusen, MSF & Pak Kokoh Rusbandono.
Host: Caroline Silka & Kamilus Ude.

Milus: Dalam tradisi Gereja Katolik, dan bahkan dalam gereja Reformasi dengan berbagai Denominasi-nya juga memasuki masa Advent, masa di mana seluruh umat diajak untuk mempersiapkan dirinya menyambut sang Penyelamat.

Pak Kokoh, sebagai awam Katolik, apa yang bapak rasakan saat ini dimana dalam tradisi Gereja, kita memasuki masa – masa persiapan menyambut kelahiran Kristus, atau yang lebih dikenal dengan Masa Advent? 

Bapak Kokoh : Saya melihat seperti bercermin dari diri saya, sangat dirasakan akan menantikan kehadiran atau kelahiran putra kita sendiri, ada perasaan bangga, bahagia sekaligus cemas, deg-degan atau malah bersyukur, bahwa kelahiran ini membawa seluruh isi rumah merasakan hal yang sama dengan kita, mudah2an ini membawa berkat bagi kita dan seluruh isi rumah.

Milus: Pertanyaan yang sama untuk Frater Daniel, sebagai seorang calon Rohaniwan barangkali ada persiapan – persiapan khusus atau ada perasaan dag ..dig .. dug….? 

Frater Daniel :sebenarnya secara pribadi tidak ada persiapan yang istimewa dalam menyambut
Natal, sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab yang paling pokok untuk dipersiapkan adalah  soal hati atau batin kita, sejauh mana mau mebuka diri untuk menerima kedatangan Tuhan. Sebab sesungguhnya peristiwa natal bisa kita alami setiap saat melalui perjumpaan dengan sesama bahwa natal membawa suka cita bagi banyak orang. 

Milus: Biasanya setiap kali memasuki masa Advent, KWI mengeluarkan Pesan Natal, yang didalamnya juga berisi pesan – pesan maupun ajakan bagi seluruh umat. Apa Tema Surat Gembala Kali ini? 

Frater Daniel : ya memang benar,  bahwa dalam setiap tahun KWI bersidang untuk merumuskan tema-tema sekitar pesta liturgi dalam gereja seperti natal, dan paskah. Untuk tahun ini KWI bersama PGI merusmuskan tema natal dengan tema “Dialah Damai Sejahtera yang telah mempersatukan” (Bdk Ef. 2:14).  

Milus: Kalau saya tidak keliru, biasanya Surat Gembala ini dikeluarkan bersama – sama oleh KWI dan PGI, mengapa demikian?

Frater Daniel :dikeluarkan bersama-sama oleh KWI dan PGI, karena Gereja Katolik sendiri ingin membangun kerja sama dan dialog dengan saudara-saudari kita di gereja-gereja reformasi   (Sebab kita semua menerima dan mengaku sebagai murid-murid Kristus tetapi kenyataanya memiliki pandangan yang berbeda-beda, seolah-olah Kristus terbagi-bagi (1Kor 1:13). Begitu juga sebenarnya lewat pesan natal yang setiap tahun dirumuskan oleh Gereja mau mengajak kita untuk lebih memahami makna peristiwa natal tidak terbatas pada pestanya semata, memberi hadia, kegembiraan bersama, tetapi  pesan natal menyangkut nilai dan makna kehidupan manusia, yang disapa Allah dengan cara yang amat manusiawi yaitu lewat proses kelahiran manusia sendiri.) 

Milus : Latar belakang pemilihan Tema tersebut dari sisi Biblisnya?  

Frater Daniel :latar belakang pemilihan tema dari sisi biblisnya sebenarnya bertolak dari keprihatinan Gereja terhadap berbagai peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Dan keprihatinan gereja sebenarnya tidak lain adalah keprihatian Allah sendiri, di mana Allah sejak semula berkehendak menyelamatkan semua umat manusia. Bahwa terjadinya kekerasan, bisa jadi karena manusia sendiri yang menyalahgunakan kebebasan yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia.  
Milus: Siapa saja yang merumuskan pesan – pesan advent lewat surat Gembala itu? 

Frater Daniel :yang jelas Ketua presidium KWI, Sekretaris Jendral, bersama komisi Liturgi KWI dan Ketua umum PGI bersama sekretaris umumnya. 

Milus: Pak Kokoh, menurut bapak, apa yang diharapkan dari umat sehubungan dengan tema Advent tersebut?  

Bapak Kokoh :Kalau dilihat dari tema tersebut, kita diajak untuk dapat membangun iman dalam diri kita masing-masing dan membangun perdamaian dan hidup rukun di sekitar kita dan pertama2 lingkungan keluarga dan mudah2an dapat berlanjut ke tetangga sekitar kita. Jadi harapan kita bersama adalah memberi contoh positif dalam kehidupan kita sehari-hari dengan hal2 awal yaitu jujur dan rukun di dalam keluarga. Dan ini membawa pengaruh yang besar di sekitar kita. 
Milus: Apakah ini salah satu jalan menuju usaha Eukumene? 

Frater Daniel: sudah pasti bahwa ada berbagai cara yang selama ini telah ditempuh oleh Gereja untuk membangun gerakan ekumene seperti merumuskan pesan natal bersama, mengadakan natal bersama, penerbitan KS yang mendapat persetujuan bersama dari kedua belah pihak.   

Pak Kokoh: Saya melihat bahwa kebersamaan itu baik adanya, dan perbedaan yang ada harus saling dihargai dan dihormati satu sama lain, cirri khas dan karakteristik tersebut bukan menjadi penghalang tetapi dengan perbedaan itu kita harus menjadi satu umat kristiani yang kompak dan solid. Jadi saya sangat menghargai kebersamaan tersebut. Wah, saya berbicara seperti filosof saja nih!

Silka:Frater? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Lingkaran Advent itu? Berapa lama waktunya?Apakah ada perbedaan dengan lingkaran Natal? 

Frater Daniel : pada sesi ini kita bicara sekitar adven, maka ada baiknya kita memahami dulu arti kata adven. Kata adven berasal dari bahasa latin adventus yang berarti kedatangan. Dalam adven kita menantikan kelahiran Kristus. (walaupun Kristus sudah datang, namun eratnya hubungan kita masing-masing dengan Kristus merupakan proses yang tidak mengenal batas waktu, dan cinta kasihlah yang semakin mempererat umat beriman dengan Kristus. Masa Adven dimulai pada hari minggu yang jatuh pada tgl 30 Nov, atau terdekat dengan tgl tersebut. Umumnya saat mulainya masa Adven dihitung mundur dari tgl 25 des menurut tradisi G. Hal ini terjadi karena perayaan natal mempunyai tgl yang tetap yaitu 25 des. Masa adven berakhir pada sore hari menjelang hari raya natal lamanya masa adven berlangsung empat minggu. Selama ini kita mengenal istilah lingkaran adven atau korona. Sebenarnya simbol-simbol yang mengikuti praktik adven adalah diciptakannya karangan empat lilin dan kans daun pinus atau cemara. Simbol-simbol yang terdapat pada korona miliki beberapa makna seperti: lilin menyimbolkan terang Allah/cahaya kristus; daun-daun cemara yang hijau sebagai lambang pengharapan. Mengapa daun cemara cenderung dipilih karena daunnya barangkali tidak mudah rontok, tahan lama. Pita ungu sebagai tanda tobat, empat lilin mewakili empat minggu. (barangkali ada yang bertanya-tanya mengapa keempat lilin pada lingkaran adven tidak dinyalakan sekaligus? Ini mau mengingatkan kita bahwa persiapan, kerinduan, dan harapan kita tidak terjadi secara keseluruhan, tetapi tahap demi tahap. Warna adven adalah ungu sebagai lambang tobat untuk mempersiapkan batin dalam menyongsong kelahiran Yesus). Perbedaan masa adven dengan masa natal (istilah liturginya oktaf natal) jelas bisa dilihat dari warna-warna liturgi dan suasana disekitar dua peristiwa iman yang dirayakan oleh Gereja yakni; masa adven adalah masa penantian kedatangan Tuhan maka suasanaya agak sepi, umat diajak untuk lebih banyak merenung, sementara masa natal adalah suasana meriah, gembira, ramai maka lagu-lagu natal yang syahdu terdengar di mana-mana. (Warna-warna liturgy seperti putih, kuning, karena lahirnya bayi dengan selamat memberikan kegembiraan bagi kita semua). Masa natal dimulai tgl 25 des dan berakhir hari minggu pembaptisan Tuhan, dan hari itu juga dimulainya hari minggu biasa I.

Silka: Minggu lalu, sudah disinggung oleh Pastor Kristianto, ketika homili di Paroki Sta. Theresia Prapatan, bahwa dalam minggu2 ini kita sudah bias memulai aktifitas untuk Aksi Natal. Apa sebenarnya tujuan diadakannya Aksi Natal? 

Frater Daniel : secara sederhana lewat aksi natal umat beriman diajak untuk memiliki kepedulian social kepada sesame yang menderita.dengan adanya amplop aksi natal sebenarnya mau mengundang partisipasi seluruh umat beriman terutama yang mampu untuk berbagi dengan sesama yang tidak mampu dengan cara menyisihkan sebagian dari pengahsilan mereka, dan itupun bisa berupa apa saja (bdk seruan Yohanes Pembaptis Luk 3:10-14). 

Silka:Dalam pengamatan saya, kegiatan tersebut masih tertutup untuk umat Katolik saja.  Apakah Aksi Natal sifatnya memang demikian? 

Frater Daniel : tidak demikian, tetapi seharusnya kegiatan-kegiatan yang kita lakukan terbuka kepada sesama yang tidak seiman. Umat katolik dipanggil untuk berani mewujudkan imannya di tengah-tengah dunia/ masyarakat, misalnya: kerja bakti di RT/ RW. 

Silka:Baik, Frater, Bagaimana dengan Amplop Aksi Natal? Apa Tujuannya?

Frater Daniel: Saya rasa Pak Kokoh yang lebih tepat memberi keterangan kepada kita. 

Pak Kokoh: Mendorong umat Katolik lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya, dan saya rasa setiap minggu dalam homili, Pastor Paroki selalu menyinggung topic-topik seperti ini, agar umat Katolik peduli dengan saudara2nya yang membutuhkan. 

Silka:Biasanya dalam masa Advent ini, umat disibukkan dengan berbagai kegiatan, misalnya kegiatan – kegiatan sosial.  Apakah di paroki bapak ada kegiatan – kegiatan tersebut? 

Bapak Kokoh : Dari tahun ke tahun, kegiatan ini ada di masing2 Paroki dan di Paroki kami kegiatan ini diadakan untuk menggalang dana dan partisipasi umat dalam hal membangun kegiatan2 gerejani termasuk membantu saudara2 kita yang membutuhkan.

Silka: Sebagai umat/awam, bagaimana sambutan bapak dengan adanya Aksi Natal ini? 

Bapak Kokoh : Saya mendukung kegiatan ini, kalau perlu menjadi kebiasaan yang baik bagi umat Katolik sebagai kewajiban yang mendasar untuk ditanamkan sejak dini agar dapat tumbuh menjadi kesadaran bagi umat Kristiani atas kepeduliaannya dan saling membagi dan turut merasakan penderitaan sesama. 

Silka: Sejauh mana manfaat yang bapak lihat dari adanya berbagai kegiatan sosial dalam Paroki Bapak? Apakah bapak mengharapkan lebih  dari hanya sekedar sosial? 

Bapak Kokoh :  Pengalaman saya di pedalaman atau di daerah, kegiatan ini sangat baik dan mulia agar dapat dilakukan terus tidak hanya pada hari2 besar akan tetapi penggalangan ini sangat dirasakan oleh saudara2 kita yagn jauh dari kota atau di pedalaman.

Mengapa demikian?

Harapan lebih tersebut karena mereka bukan hanya membutuhkan bantuan tersebut saja tetap mereka butuh pula perhatian dari saudaranya yang bersimpati atas keberadaan mereka di sana terutama bidang pendidikan dan kesehatan perlu pula mendapat perhatian kita bersama. 

Silka: Frater, bagaimana dengan alokasi penggunaan dana yang diperoleh dari Aksi Natal ini? 

Frater Daniel :  soal alokasi dana aksi natal yang diperoleh: 75% masuk kas Paroki, sementara 25% diserahkan ke Keuskupan. Jadi dana yang diperoleh ini disalurkan kepada  saudara-saudari kita yang lebih membutuhkan, seperti mereka tertimpa bencana alam, dll. 

Silka: Bagaimana cara Umat mendapatkan dan menyerahkan amplop Aksi Natal ini? 

Pak Kokoh :  Bagi umat yang berada di Paroki khususnya Prapatan dapat mengambil di Gereja atau melalui Ketua Kring masing-masing dan menyerahkan amplop tersebut sebelum Natal, atau sesuai jadwal yagn sudah ditentukan agar Dewan Pastoral Paroki dapat menyalurkan dana yang terkumpul sesuai dengan yang diharapkan oleh Keuskupan.

Milus:Apakah dalam masa Advent ini hanya diisi dengan kegiatan Karitatif saja? 

Bapak Kokoh : Saya melihat dari sisi manfaat masa Advent ini sebagai masa instropeksi diri dan dirasakan sebagai bahan evaluasi selama 1 tahun saya berkarya terutama untuk keluarga. Selain itu bagaimana hubungan interaksi dengan lingkungan pergaulan di sekitar saya apakah berjalan baik dan saling mengunjungi teman2 dan saudara atau famili untuk melihat keadaan dan kabar mereka mungkin bisa dengan telepon bila jarak mereka jauh kalau dapat dijangkau saya datang. Hal ini saya rasakan sebagai rekreasi untuk pembaharuan iman dan relasi hubungan personal saya.

Fr. Daniel:sebenarnya masa adven tidak hanya diisi dengan karya-karya karitatif saja. Ada banyak cara yang dapat dilakukan umat beriman dalam masa penantian ini msialnya yang selama ini kita jalankan adanya pertemuan di Kring-kring untuk mendalami tema-tema tertentu yang dikeluarkan oleh komisi Liturgi dari keuskupan (KWI) arahnya lebih pada pendalaman iman, misalnya bahan pendalaman yang dikeluarkan oleh KASRI tahun ini mengambil tema “Allah Maha Baik” yang dibagi lagi dalam empat sub tema (Penciptaan Alam Semesta, Martabat Manusia, Kecenderungan perilaku Manusia, dan pemulihan Martabat:Rekosiliasi). Selain bersifat bersama ada juga yang bersifat pribadi seperi mati raga, secara kelompok ada team yang sibuk mengumpulkan berbagai jenis bantuan sebagai bentuk solidaritas kepada sesama yang menderita atau yang tertimpa bencana,dll. Pada intinya ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam mengisi masa-masa Adven. 

Milus : Dalam masa Advent, umat Katolik dilarang untuk mengadakan pesta Pernikahan, mengapa? 

Frater Daniel :  sebenarnya istilah “dilarang” terlalu keras tetapi sebenarnya Gereja ingin mengajak seluruh umat beriman untuk lebih masuk dalam suasana hening, agar sungguh bisa menyongsong kedatangan Kristus. (Dan memang tidak terdapat dalam hukum Kanonik yang mengatakan demikian) Bdk Mat 25:13 “karena itu berjaga-jagalah, karena kamu tidak tahu akan hari maupun saatnya”. Maka ada beberapa sikap dasar yang mestinya kiat lakukan dalam masa penantian ini seperti:

  • siap siaga: dalam bacaan Ks yang diperdengarkan oleh Gereja pada masa-masa adven lebih banyak biacara soal kedatang Tuhan atau akhir zaman. Dan dalam Ks itu peristiwa akhir zaman sering digambarkan dengan terjadinya berbagai peristiwa dasyat seperti gempa bumi. Kedatangan Tuhan sering juga digambarkan seperti pencuri yang tidak diketahui pasti. Maka di sinilah dibutuhkan sikap siap siaga.
  • Pengharapan: dalam penantian ini, kita diajak untuk tidak merasa cemas atau takut. Orang siap justru mengharapkan kedatangan sesegerah mungkin. Pengharapan merupakan salah satu keutamaan kristiani selain iman dan cinta kasih.
  • Tobat: pengharpan memerlukan pertobatan. Dalam bahasa Yunani dikenal dengan istilah metanoia yang berarti mengarahkan kembali hidup kepada Allah.
  • Rendah hati: sebagaimana kita ketahui bahwa keselamatan itu hanyalah anugerah dari Allah semata. Menyadari diri bahwa kita manusia lemah di hadapan Allah maka mutlak kita memerlukan pertolongan dari Allah.Dengan iman kita mengakui bahwa Yesus  memang sudah datang ke dunia. Namun apakah kita secara pribadi mempunyai pengalaman bertemu dengan Dia? Kata Yohanes Pembaptis, “di tengah kamu ada seorang yang tidak kamu kenal” (bdk Yoh 1:10). Mengapa demikian bisa jadi karena kita terlalu larut dalam kesibukan duniawi yang justru menghalangi kita untuk bisa mengenal kehadiran Yesus dalam hidup kita.

Maka bukan dilarang, sejauh ada komunikasi dengan pastor Paroki dan beliau bersedia maka bisa saja pemberkatan nikah dilaksanankan. Tetapi pastor paroki pun akan mempertimbangkan. 

Milus : Umat Katolik tidak merayakan Natal pada masa Advent atau sebelum tanggal 25 Desember, mengapa demikian? Alasannya? 

Frater Daniel :  umat Katolik tidak merayakan Natal pada Masa Adven atau sebelum tgl 25 Desember pertama-tama karena masa Adven sendiri  belum berakhir. Maka dengan mempersiapkan diri secara mantap diharapkan agar umat dapat merayakan natal secara lebih meriah, dan penuh makna. Sebenarnya tgl 25 des Gereja sekarang hanya mengikuti tradisi yang pernah dilakukan oleh jemaat kristen awal yakni sekitar abad ke 4 yang bertepatan dengan pesta penghormatan kepada Dewa Matahari. Natal sendiri bukan sekedar perayaan tetapi lebih pada peringatan. Ada beberapa hal yang mau diingatkan kepada kita, msi; natal mengingatkan kita betapa hidup yang dikaruniakan Allah ini dimulai dalam kelemahan, kekecilan, dina dan miskin. Natal mengingatkan kita pada tangis seorang yang tak berdaya, tetapi dalam tangis itulah ada kehidupan, tangis itulah yang mempersatukan banyak ahli, senasib dan sepenanggungan. Dan akhirnya natal juga mengingatkan kita akan harapan. Bahwa kelahiran seseorang membawa harapan.

Milus : Mengapa tidak ada Puasa pada masa Advent?  

Frater Daniel :mengapa tidak ada puasa pada masa Adven ini, sebenarnya dalam perkembangan awal Greja masa adven diisi dengan berbagai kegiatan seperti puasa dan mati raga. Namun sekarang dalam tradisi Gereja sekarang yang lebih ditampilkan adalah tata peribadatannya. Maka kalau kita mau mengisi masa-masa penantian dengan puasa tentu sangat baik juga. 

Milus : Pesan Johanes Pembaptis tentang “Luruskan jalan yang berliku – liku …….” Kelihatannya hanya bergema lewat bacaan Injil saja, tidak diimplementasikan dalam pernyataan tobat seperti pada masa Puasa/pra Paskah? Mengapa demikian? 

Frater Daniel:sebenarnya ada tetapi gemahnya kurang terasa, dan cenderung menghilang. Secara pribadi ini terjadi karena persepsi orang masa kni peristiwa natal lebih terarh pada bisnis, sehingga orang mulai lupa pada sesamanya. Maka perlu kiranya seruan Yohanes di Padang Gurun dikumandangkan lagi. Sebab inti natal sebenarnya kita diingatkan agar berani meliahat Allah dalam orang kecil, lemah, dina dan miskin. Kalau kita menyadari bahwa dalam kelemahan, berkat dan hakikat manusia dipertaruhkan. (bdk Luk 3:9…)

Nb: gerakan ekumene ialah kegiatan dan usaha-usaha yang menanggapi bermacam-macam usaha  Gereja dan berbagai situasi, diadakan dan ditujukan untuk mendukung kesatuan umat Kristen  (lengkapnya baca  Dok Kon Vat II Dok UR :Unitatis redintegratio atau Pemulihan Kesatuan).


Aksi

Information

5 responses

21 03 2007
Argentinus Ino

Tolong kirimkan artikel atau judul-judul buku tentang Makna Puasa dalam Gereja Katolik. trims, sebelumnya

21 03 2007
Argentinus Ino

apakah betul tidak ada puasa dalam masa adven?

20 04 2007
Fransiskus Hallean

Apa ada hukum gereja yang mengatur mengenai bencana alam, baik mengatur sesuatu bagi korban maupun tindakan yang harus diambil umat sendiri?
Terima kasih.

13 11 2007
Victor Hengky

Tema natal yang cocok untuk perayaan natal bersama apa ya’?

21 10 2010
tudesmana

mau nanya…..apa tema natal hasil dari PGI – KWI untuk tahun 2010 ini yg secara keseluruhan di pakai Indonesia. saya dari warga jemaat GKE kalteng….terima kasih….GBU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: