Hari Besar Gereja Katolik

18 01 2007

”Aku akan menyertaimu sampai akhir jaman,” demikian Janji Yesus Kristus kepada kita seperti dalam Matius 28:20. Demikianlah hingga sekarang Kristus selalu menyertai kita GerejaNya kapan pun kita memperingatiNya. Demikian mesra hubungan antara Kristus dan GerejaNya sehingga GerejaNya bukan saja memperingati peristiwa Kristus tetapi Kristus juga sungguh hadir. Dalam surat apostoliknya Dies Domini, Paus Yohanes Paulus II sendiri menyatakan Hari Tuhan adalah Hari Gereja, Dies Domini sic etiam dies Ecclesiae revelatur.

Ivan :
Apa sih Hari Besar dalam Gereja Katolik itu?

Frater:
Hari Besar dalam Gereja sangat erat berkaitan dengan Penanggalan Liturgi. Sebagaimana kita ketahui, Penanggalan Liturgi kita terdiri akan dua lingkaran kehidupan Yesus, yaitu lingkaran kelahiran (Adven dan Natal) dan lingkaran kebangkitan (Prapaskah dan Masa Paskah) serta masa biasa di antara kedua lingkaran tersebut. Kita baru saja melewati lingkaran kelahiran, berada dalam masa biasa, sebelum akan masuk dalam lingkaran kebangkitan dengan masa prapaskah yang akan dimulai dengan Hari Rabu Abu pada tanggal 21 Februari 2007 mendatang. Pada kedua lingkaran masa liturgi itu kita memiliki sejumlah hari-hari yang dipakai untuk merenungkan misteri Kristus penebus. Di luar masa itu kita juga merayakan tokoh-tokoh dan peristiwa tertentu, bersama Bunda Maria dan GerejaNya.

Pipit:
Kalau melewati Masa Paskah berarti kita merayakan hari besar yang tidak tetap setiap tahunnya?

Frater:
Betul. Kita mengenal dua kelompok Hari Besar. Yang satu tetap tanggalnya setiap tahunnya, seperti Natal yang jatuh setiap 25 Desember, dan yang satu kelompok lagi bergeser setiap tahunnya mengikuti Lingkaran Paskah.

Pipit:
Apakah yang lingkaran Natal berarti Hari Besarnya tetap tanggal setiap tahunnya?

Frater:
Yang tetap adalah Hari Natal yang 25 Desember. Kita mengingat bahwa dari Hari Natal kita akan menghitung 4 hari Minggu sebelumnya sebagai Masa Adven. Sementara Hari Minggu sebelum Minggu Adven adalah Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, yang tanggalnya tidak tetap, tetapi menyesuaikan dengan jatuhnya Hari Natal. Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam sendiri adalah penutup Tahun atau Penanggalan Liturgi, karena pada Minggu Adven I, Penanggalan Liturgi memakai Penanggalan baru.

Ivan:
Jadi semacam Tahun Baru begitu?

Lucas:
Betul. Kita memang memulai tahun liturgi/Penanggalan Liturgi dari Minggu Pertama Adven dan berakhir pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Seperti yang sudah dijelaskan Frater Penanggalan Liturgi kita terdiri dari dua lingkaran kehidupan Yesus, terdiri dari 4 minggu Masa Adven, 2 minggu Masa Natal, 7 minggu masa Prapaskah dan 7 minggu masa Paskah. Dengan demikian kita memiliki sisa 32 atau 33 Hari Minggu lainnya di luar masa-masa tersebut, dan ini yang disebut sebagai Masa Biasa.

Pipit:
Tadi kita menghitung ada 52 minggu dalam setahun, tapi kita mengenal bahwa Minggu Paskah terutama dirayakan lebih meriah dibandingkan dengan Hari-hari Minggu lainnya. Mengapa demikian?

Frater:
Minggu Paskah adalah Hari Raya paling utama dalam kehidupan Gereja. Hari itulah Gereja merayakannya dengan sangat meriah, melebihi Hari Raya lainnya, karena pada Minggu Paskah itulah seluruh misteri penebusan manusia direnungkan. Sementara pada Hari Minggu dan Hari Raya lainnya, perayaan Gereja tetap mengarah pada misteri keselamatan Paskah. Oleh karena itu Hari Paskah disebut juga sebagai Hari Raya dari segala Hari Raya (solemnity of solemmities, summa sollemnitas).

Pipit:
Kalau begitu, tentunya ada Hari Raya ’saja’

Frater:
Betul. Ada tingkatan kemeriahan Hari Raya, seperti kita merayakan Hari Minggu Paskah di atas Hari Minggu lainnya. Berdasarkan nilai teologisnya, Hari Raya dikelompokkan dalam 4 kategori:
1. Hari Raya (Solemnity)
Hari dalam Kalender Liturgi yang dikuduskan dan dirayakan terutama untuk memperingati dan merayakan peristiwa penting dalam kehidupan Yesus, Maria atau para kudus. Ada 16 Hari Raya Utama.

2. Pesta (Feast)
Perayaan seorang kudus yang utama (para rasul) atau hari yang khusus (Pesta Keluarga Kudus dsb). Ada 25 Pesta.

3. Peringatan Wajib (Memorial)
Perayaan para kudus lainnya yang oleh Gereja diwajibkan untuk diperingati. Ada sekitar 65 peringatan wajib dalam setahunnya.

4. Peringatan Fakultatif (Optional Memorial)
Perayaan para kudus lain yang boleh tidak dirayakan.

Ivan:
Apakah ini berarti kita wajib menghadiri semua Hari Raya?

Frater:
Kita tentu saja wajib merayakan Hari Minggu Paskah dan semua Hari Minggu dan Hari Raya. Pedomannya ada dalam Kitab Hukum Kanonik dalam Kanon nomer 1246 dan 1247.

Kanon 1246
1. Hari Minggu, menurut tradisi apostolik, adalah hari dirayakannya misteri Paskah, maka harus dipertahankan  sebagai hari raya wajib primordial di seluruh Gereja. Begitu pula harus dipertahankan sebagai hari-hari wajib: hari Kelahiran Tuhan Kita Yesus Kristus, Penampakan Tuhan, Kenaikan Tuhan, Tubuh dan Darah Kristus, Santa Perawan Maria Bunda Allah, Santa Perawan Maria dikandung Tanpa Noda, dan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Santo Yusuf, Rasul Santo Petrus dan Paulus, dan akhirnya hari raya Semua Orang Kudus.
2. Namun Konferensi Para Uskup dengan persetujuan sebelumnya dari Tahta Apostolik, dapat menghapus beberapa dari antara hari-hari wajib itu atau memindahkan hari raya itu ke hari Minggu.

Kanon 1247
Pada hari Minggu dan pada hari raya wajib lain umat beriman berkewajiban untuk ambil bagian dalam misa; selain itu, hendaknya mereka tidak melakukan pekerjaan dan urusan-urusan yang merintangi ibadat yang harus dipersembahkan kepada Allah atau merintangi kegembiraan hari Tuhan atau istirahat yang dibutuhkan bagi jiwa dan raga..

Ivan:
Berarti selain Hari Minggu juga ada banyak ya Hari Raya di luar Hari Minggu:

Lucas:
Yang mudah dilihat tentu saja Hari Raya Natal ya. Jatuh pada hari apa pun, kita akan merayakannya pada 25 Desember. Hari Raya lainnya ada yang bisa dipindahkan perayaannya pada Hari Minggu sesudahnya. Kalau berdasarkan Kanon 1246(2) itu, kita di Indonesia mendapatkan libur resmi pada Hari Raya Natal dan Hari Raya Kenaikan Tuhan, sehingga kedua Hari Raya itu selalu dirayakan tepat pada tanggalnya, tidak digeser pada Hari Minggu. Tetapi memang ada Hari Raya yang kita rayakan pada hari Minggu sesudahnya. Seperti yang dikatakan Frater, kita memiliki 16 Hari Raya, sebagian diantaranya adalah masa Paskah sehingga tanggalnya berubah setiap Tahunnya. Ke-16 Hari Raya itu adalah sebagai berikut:
1. Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Dosa (Immaculate Conception) – 8 Desember
2. Hari Raya Natal – 25 Desember
3. Hari Raya Penampakan Tuhan (Epiphany) – 6 Januari
4. Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus – Kamis sesudah HR Tritunggal Mahakudus (60 Hari sesudah Paskah)
5. Santo Yusuf – 19 Maret
6. Santo Petrus dan Paulus – 29 Juni
7. Hari Raya SP Maria Bunda Allah (Theotokos) – 1 Januari
8. Hari Raya Kenaikan Tuhan – Kamis 40 hari sesudah Paskah
9. Hari Raya SP Maria Diangkat Ke Surga – 15 Agustus
10. Hari Raya Semua Orang Kudus – 1 November
11. Minggu Palma – Seminggu sebelum Paskah
12. Kamis Putih
13. Hari Raya Paskah
14. Hari Raya Pentakosta – 50 Hari Sesudah Paskah
15. Hari Raya Tritunggal Mahakudus – Minggu sesudah Pentakosta
16. Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus – Jumat sesudah Minggu Kedua sesudah Pentakosta (70 Hari sesudah Paskah)

Ivan:
Bagaimana dengan Pesta (Feast)?

Lucas:
Seperti yang dijelaskan Frater, Pesta adalah sebutan untuk Hari Raya yang nilainya liturgisnya di bawah Hari Raya. Pesta dipakai untuk memperingati orang kudus yang utama, seperti penginjil dan para rasul Yesus atau peringatan yang penting dalam Gereja. Ada 25 Pesta dalam setahunnya, yaitu:
1. Pembaptisan Tuhan – 7 Januari
2. Pertobatan Santo Paulus Rasul – 25 Januari
3. Yesus Dipersembahkan di Kenisah – 2 Februari
4. Tahta Santo Petrus – 22 Februari
5. Santo Markus Penginjil – 25 April
6. Santo Filipus dan Yakobus – 3 Mei
7. Kerahiman Tuhan – Minggu Kedua Paskah
8. Santo Matius Penginjil – 14 Mei
9. Santa Maria Mengunjungi Elisabeth – 31 Mei
10. Santo Thomas Rasul – 3 Juli
11. Santo Yakobus Rasul – 25 Juli
12. Yesus Menampakkan KemulianNya – 6 Agustus
13. Santo Laurensius Martir – 10 Agustus
14. Santo Bartolomeus Rasul – 24 Agustus
15. Kelahiran Santa Perawan Maria – 8 September
16. Salib Suci – 14 September
17. Santo Matius Rasul – 21 September
18. Santo Mikail, Gabriel dan Rafael, Malaikat Kudus – 29 September
19. Santo Lukas Penginjil – 18 Oktober
20. Pemberkatan Basilika Lateran – 9 November
21. Santo Andreas Rasul, 30 November
22. Santo Stefanus Martir – 26 Desember
23. Santo Yohanes Penginjil – 27 Desember
24. Kanak-kanak Yesus – 28 Desember
25. Keluarga Kudus – 30 Desember

Ivan:
Kalau dalam Perayaan Ekaristi, bagaimana sebetulnya Hari Raya ini dirayakan secara liturgis Frater?

Frater:
Hari Raya dirayakan setingkat dengan Hari Minggu, dalam perayaannya kita menggunakan Gloria dan pengucapan Kredo atau Syahadat. Bacaannya pun terdiri dari tiga bacaan. Pada ibadat harian biasa atau peringatan wajib, kita merayakannya tanpa Madah Kemuliaan (Gloria) dan tanpa pengucapan Kredo. Bacaannya pun sama dengan bacaan ibadat harian, yaitu hanya dua.

Ivan:
Nah satu pertanyaan untuk Pak Lukas, kenapa Masa Paskah selalu berubah setiap tahunnya dan bagaimana menetapkannya?

Lukas:
Paskah selalu dikaitkan dengan kelahiran baru. Bila Natal dikaitkan dengan titik balik selatan matahari berdasarkan belahan bumi utara pada tanggal 22 Desember, Paskah dikaitkan dengan titik musim semi bagi belahan bumi Utara, yaitu pada tanggal 21 Maret. Tetapi penetapan Paskah sendiri juga dikaitkan dengan penanggalan lunar, seperti tradisi Yahudi untuk merayakan Paskah seperti dalam Imamat 23:5 ”Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.” Sehingga secara garis besar, Paskah ditetapkan dengan kombinasi penanggalan lunar dan solar, jatuh pada Hari Minggu Pertama yang jatuh sesudah bulan purnama sesudah tanggal 21 Maret. Proses penghitungan Paskah sendiri disebut Computus.


Aksi

Information

Satu tanggapan

22 03 2009
lince

tks data2 nya telah membantu saya dalam mbuat tugas Kul.
GB all.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: