<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gema Warta</title>
	<atom:link href="http://gemawarta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gemawarta.wordpress.com</link>
	<description>Program Siaran Talkshow Agama Katolik di Gemaya 104.5 FM Balikpapan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2008 05:07:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='gemawarta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a6728d40d34f23830d3a9dca23caf4f1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gema Warta</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pameran Replika, Foto &amp; Seminar: Kain Kafan Yesus dari Turin, 18-25 Oktober 2008, Gereja Katolik Sta. Theresia, BPN</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/10/20/pameran-replika-foto-seminar-kain-kafan-yesus-dari-turin-18-25-oktober-2008-gereja-katolik-sta-theresia-bpn/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/10/20/pameran-replika-foto-seminar-kain-kafan-yesus-dari-turin-18-25-oktober-2008-gereja-katolik-sta-theresia-bpn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 05:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Panitia Penyelenggara Pameran Replika, Foto &#38; Seminar: Kain Kafan Yesus dari Turin mengundang segenap umat Katolik/Kristen se-Balikpapan untuk hadir dan mengalami sendiri Cinta Kasih Tuhan yang ditunjukan dari keberadaan Kain Kafan Yesus ini.
Pameran Replika &#38; Foto berlangsung dari tgl 18 s/d 25 Oktober 2008:
Pagi: 10:00 &#8211; 14:00 WITA
Sore/Malam: 17:00 &#8211; 21:00 WITA
 
Seminar mengenai Kain Kafan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=176&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Panitia Penyelenggara Pameran Replika, Foto &amp; Seminar: Kain Kafan Yesus dari Turin mengundang segenap umat Katolik/Kristen se-Balikpapan untuk hadir dan mengalami sendiri Cinta Kasih Tuhan yang ditunjukan dari keberadaan Kain Kafan Yesus ini.</p>
<p>Pameran Replika &amp; Foto berlangsung dari tgl 18 s/d 25 Oktober 2008:</p>
<p>Pagi: 10:00 &#8211; 14:00 WITA</p>
<p>Sore/Malam: 17:00 &#8211; 21:00 WITA</p>
<p> </p>
<p>Seminar mengenai Kain Kafan Suci dari Turin, sbb:</p>
<p><span style="font-size:x-small;">tgl 22 Okt s/d 24 Okt, pukul 19-21 WITA di Gereja Katolik Prapatan, sbb:</p>
<p>Hari pertama (22 Okt) : &#8221; kain Kafan dari Segi Sejarah&#8221;</p>
<p>Hari kedua (23 Okt) : &#8221; Kain Kafan dari Segi Ilmiah&#8221;</p>
<p>Hari ketiga (24 Okt) : &#8221; Kain Kafan dan Injil Tentang Sengsara&#8221;</p>
<p>Dibawakan oleh Pastor Gabiele Antonelli, CP Lic Theol</p>
<p>./csw</p>
<div id="attachment_177" class="wp-caption alignleft" style="width: 292px"><a href="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/10/kainturin.jpg"><img class="size-full wp-image-177" title="Kain Turin" src="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/10/kainturin.jpg?w=282&#038;h=400" alt="Kain Turin" width="282" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Kain Turin</p></div>
<p></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=176&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/10/20/pameran-replika-foto-seminar-kain-kafan-yesus-dari-turin-18-25-oktober-2008-gereja-katolik-sta-theresia-bpn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/10/kainturin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kain Turin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesta Salib Suci</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/09/21/pesta-salib-suci/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/09/21/pesta-salib-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 16:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Bila pada hari Minggu lalu menghadiri perayaan Ekaristi, pasti ada yang berbeda pada misa minggu lalu itu yaitu warna liturginya adalah merah. Ya, itu karena pada 14 September lalu dirayakan Gereja sebagai Pesta Salib Suci. Yang istimewa, karena pada tahun ini 14 September jatuh pada hari Minggu, maka Pesta Salib Suci dirayakan sebagai Hari Raya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=174&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bila pada hari Minggu lalu menghadiri perayaan Ekaristi, pasti ada yang berbeda pada misa minggu lalu itu yaitu warna liturginya adalah merah. Ya, itu karena pada 14 September lalu dirayakan Gereja sebagai Pesta Salib Suci. Yang istimewa, karena pada tahun ini 14 September jatuh pada hari Minggu, maka Pesta Salib Suci dirayakan sebagai Hari Raya, sehingga tahun ini kita tidak merayakan Minggu Biasa ke-24 karena sudah digantikan oleh Pesta Salib Suci tersebut. </p>
<p>Pesta Salib Suci yang dalam kalender liturgi Gereja Katolik Ritus Latin disebut “Exaltatione Sanctae Crucis” mengenangkan Salib Kristus yang diketemukan oleh Santa Helena pada tahun 326 pada saat ia berziarah ke Yerusalem. Di lokasi penemuan ini didirikan Gereja Makam Suci (Church of the Holy Sepulchre) yang hingga kini masih berdiri di Yerusalem. Pemberkatan Gereja Makam Suci ini dirayakan secara meriah pada tanggal 13 dan 14 September 335. Salib Suci sendiri diperlihatkan kepada umat pada tanggal 14 September 335 sehingga tanggal inilah yang digunakan hingga hari ini.</p>
<p>Nah siapakah Santa Helena? Ia adalah ibu dari kaisar Konstantinus, dilahirkan di Drepanum, dekat Izmit, Turki walaupun ada sumber lain yang menyatakan ia lahir di Bitynia, Asia Kecil sekitar tahun 250. Pada tahun 270, puteri pengusaha rumah penginapan ini, menikah dengan seorang jenderal Romawi yang kemudian berhasil menduduki takhta kekaisaran Romawi bagian Barat menggantikan Deokletianus: Flavius Valerius Konstantius, yang disebut juga Konstantius Klorus. Mereka tinggal di Naissus (sekarang: Nis, Serbia). Di sanalah pada tahun 274 Helena melahirkan Flavius Valerius Aurelius Constantinus atau Konstantinus I. </p>
<p>Suami Helena, Kaisar Konstantius Klorus meninggal dunia pada tahun 308 dalam suatu ekspedisi ke Britania. Setelah terlibat dalam beberapa peperangan Konstantinus I kemudian menjadi Kaisar Romawi Barat. Empat tahun kemudian, terdapat lima kaisar di Kekaisaran Romawi yang saling bersaing: Konstantinus, Maxentius, Licinius, Galerius dan Maximinus. Tatkala Galerius meninggal dunia, kekaisaran dibagi dalam empat bagian: Konstantinus memerintah di Gaul (Prancis), Britania (Inggris) dan Raetia (Swiss); Maxentius di Spanyol, Italia dan Afrika Utara; dan bagian Timur kekaisaran diperintah oleh Licinius dan Maximinus. Pada tahun 312, Maxentius menyerang Konstantinus. Dalam kegentingan di Jembatan Milvian yang melintasi sungai Tiber di sebelah utara Roma, Konstantinus mengalami suatu penglihatan ajaib: sebuah salib tampak di langit dengan pancaran cahaya yang kilau-kemilau dan kalimat dalam bahasa Yunani “En Toutoi Nika” yang artinya, “dalam tanda ini engkau akan menang” atau dalam bahasa Latin ”in hoc signo vinces.” Konstantinus kemudian menuliskan huruf Chi-Ro dalam abjad Yunani yang merupakan inisial kata ’Kristus’ pada perisai-perisai pasukannya dan kemudian menang dengan mudah atas Maxentius dan ia memasuki Roma dengan jaya. </p>
<p>Karena kemenangannya di bawah panji salib, Konstantinus I seketika itu mengabaikan seremoni pemujaan terhadap dewa-dewi Romawi. Kaisar Konstantinus dan Helena, ibunya, mulai menjadi pengikut Kristus.</p>
<p>Pada tahun 313 Konstantinus mengumumkan Maklumat Milan yang mengakhiri pelarangan terhadap Kristen dan memberikan kebebasan beragama bagi penduduk di wilayah Kekaisaran Romawi Barat. Semua orang Kristen yang masih dalam penjara dibebaskan, dan semua kekayaan Gereja yang dijarah dikembalikan, pula ia menghadiahkan banyak tanah kepada Gereja. Walaupun memang Maklumat Milan itu tidak menyatakan Kristen sebagai agama negara ataupun melarang sama sekali agama pagan Romawi yang memuja dewa-dewi, Maklumat Milan melepas penderitaan para pengikut Kristus yang selama bertahun-tahun dikejar dan dianiaya oleh Kaisar Romawi. Konstantinus walaupun di Gereja Ortodoks dan Katolik Timur, digelari sebagai Santo tetapi Gereja Katolik Latin sendiri tidak memberinya gelar Santo.</p>
<p>Kembali kepada Helena, di usia sekitar 63 tahun, berziarah ke Tanah Suci Yerusalem pada tahun 324 untuk mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memberi banyak rahmat berkat kepada keluarganya. Dalam ziarah suci itu Helena berusaha mencari, dan akhirnya menemukan, salib Yesus. Pada tahun 326 Helena menemukan tiga salib dalam sebuah waduk batu, berikut titulus yaitu prasasti kayu di mana tertulis Iesus Nazarenus Rex Iudaeorum (INRI) yang berarti Yesus dari Nazareth Raja Orang Yahudi. </p>
<p>Dari ketiga salib yang ditemukan itu, yang manakah yang merupakan Salib Kristus. Konon, ketika ketiga salib dan titulus dipindahkan dari waduk batu, seorang perempuan yang sedang menghadapi ajal karena suatu penyakit yang mematikan, dibawa ke sana. Ia menyentuh ketiga salib satu per satu. Setelah ia menyentuh salib ketiga, sekonyong-konyong ia sembuh, dengan demikian menyatakan salib yang asli. Sumber-sumber lain juga menyebutkan mengenai penemuan alat-alat siksa Sengsara Yesus sesudahnya. Dan yang paling penting, adalah catatan Santo Ambrosius bahwa ketika Helena menemukan salib yang asli, “Helena tidak menyembah kayu, melainkan Raja, yaitu Dia yang tergantung pada kayu salib. Ia berkobar-kobar dalam kerinduan sejati untuk menyentuh jaminan hidup abadi.”</p>
<p>Santo Sirilus dari Yerusalem mengajukan beberapa bukti pendukung. Dalam suratnya kepada Kaisar Konstantius (putera dan penerus Konstantinus), Santo Sirilus memaklumkan, “Kayu salib yang menyelamatkan ditemukan di Yerusalem pada masa Konstantinus.” Dalam Pengajaran Katekese yang keempat, ia menulis, “Ia sungguh disalibkan demi dosa-dosa kita. Sebab, jika engkau menyangkalnya, tempat ini secara tak terelakkan membuktikan kesalahanmu; Golgota yang terberkati ini, di mana kita sekarang berkumpul demi Dia yang disalibkan di sini; dan sejak itu seluruh dunia telah dipenuhi dengan potongan-potongan kayu Salib.”</p>
<p>Karena kegembiraannya menemukan Salib Kristus, Helena meminta puteranya mendirikan sebuah gereja di atas bukit Golgota untuk menyimpan Salib Suci yaitu Gereja Makam Suci. Ia memotong sebagian salib untuk dikirim ke Roma dan Konstantinopel. Bersama Gereja Makam Suci adalah Kapel Penemuan Salib Suci, yang menandai lokasi waduk batu. Ia membangun pula dua buah gereja lain, yaitu Gereja Kelahiran Kristus (Church of The Nativity) di Betlehem untuk menandai Kelahiran Kristus dan Gereja Bukit Zaitun (Eleona Church on the Mount of Olives) untuk menandai tempat Kenaikan Kristus ke Surga. Di Konstantinopel ia mendirikan Gereja Para Rasul Suci (Church of the Holy Apostles). Di Roma sendiri terdapat Basilika Santa Croce in Gerusalemme yang berasal dari kapel dalam istana tempat tinggal Helena. Basilika ini menyimpan relik-relik yang dibawa dari Yerusalem, yaitu potongan Salib Suci, paku untuk menyalibkan tubuh Yesus, duri dari mahkota duri Yesus, dan sepertiga bagian dari titulus yang bertuliskan kata ’Nazarene’. Pada awalnya, Gereja ini berlantaikan tanah yang dibawa dari Yerusalem, sehingga menggunakan kata ’di Yerusalem’ pada namanya.</p>
<p>Santa Helena wafat pada tahun 330 dalam usia sekitar 80 tahun; jenazahnya dimakamkan dalam makam keluarga kaisar tetapi kemudian disemayamkan di Museum Pio-Clementino di Vatikan. Pesta Santa Helena sendiri dirayakan oleh Gereja Katolik pada tanggal 18 Agustus, sementara Gereja Ortodoks merayakan pestanya pada tanggal 21 Mei, sebagai satu kesatuan dengan pesta Konstantinus, putranya.</p>
<p>Tradisi merayakan penemuan Salib Suci berlanjut dan setiap tahun dirayakanlah Pesta Salib Suci di Yerusalem. Kekhidmatan perayaan ini menarik sejumlah besar biarawan dari Mesopotamia, Syria, Mesir dan dari provinsi-provinsi Romawi lainnya untuk datang ke Yerusalem. Setiap tahunnya, tidak kurang dari 40 uskup menempuh perjalanan jauh dari dioses mereka untuk menghadiri perayaan ini. Di Yerusalem pesta ini berlangsung selama 8 hari berturut-turut dan, pada masa itu, pesta ini menjadi suatu perayaan yang hampir sama pentingnya dengan Paskah dan Epifani. Pesta ini kemudian menyebar ke luar Yerusalem, mulai dari Konstantinopel (sekarang Istanbul) sampai ke Roma pada akhir abad ketujuh, dan akhirnya masuk ke dalam kalender liturgi Gereja Katolik sebagai suatu pesta wajib.</p>
<p>Tetapi perayaan di Yerusalem sendiri tidak berjalan baik. Sebagai tempat yang disucikan bagi tiga agama samawi, Yerusalem selalu menjadi tempat perebutan kekuasaan dan peperangan sejak dulu, bahkan hingga kini. Tentara Persia merebut Damaskus pada tahun 613 dan kemudian menguasai Yerusalem pada tahun 614. Gereja Makam Suci dirusak, dan potongan Salib Suci yang berada dalam Gereja dibawa pergi oleh pasukan Persia dibawah Raja Khusrau II. Kaisar Byzantine yaitu Heraclius mendapatkannya kembali setelah mengalahkan Khusrau pada tahun 628. Salib Suci dikembalikan ke Gereja Makam Suci setahun kemudian setelah Heraclius sempat membawanya ke Konstantinopel.</p>
<p>Sebuah kisah menceritakan bahwa Heraclius ingin mengembalikannya sendiri ke Yerusalem dalam perayaan meriah dan dengan membawa sendiri potongan salib itu ke Gereja Makam Suci yang berada di Kalvari. Ia mengenakan pakaian kebesarannya sebagai kaisar berhiaskan emas dan bertatahkan batu mulia menggendong Salib di pundaknya. Ketika Kaisar tiba di gerbang Yerusalem, tiba-tiba ia tak sanggup bergerak maju. Uskup Yerusalem, Zachary, yang menyambut kedatangan rombongan Kaisar mengatakan kepadanya bahwa dengan busana kebesarannya, Kaisar tidak menampakkan diri sebagai pengikut Yesus yang miskin dan rendah hati. Heraclius kemudian melepaskan jubah kekaisarannya dan sepatunya. Dalam jubah biasa dan bertelanjang kaki Heraclius dapat melanjutkan perjalannya membawa kayu Salib Kristus ke Kalvari, tanpa kesulitan.</p>
<p>Gereja Makam Suci yang berada di Golgota kemudian terbakar sebagian pada pintu dan atapnya di tahun 966. Pada 18 Oktober 1009 Gereja Makam Suci dihancurkan hingga ke fondasinya, sebuah peristiwa yang kemudian menjadi salah satu pemicu perang yang berlangsung hingga dua abad. Kekaisaran Byzantin awalnya mengupayakan pembangunannya kembali lewat negosiasi. Restorasi Gereja Makam Suci sendiri selesai pada tahun 1048 walaupun tidak berhasil sepenuhnya tampil seperti semula. Di tengah pertikaian antara kelompok-kelompok yang berusaha menduduki Yerusalem, Gereja Makam Suci terus diusahakan untuk diperbaiki walaupun karena perang, usaha restorasi seringkali kemudian rusak lagi. Para Fransiskan melanjutkan usaha restorasi mulai pada tahun 1555 namun sebuah kebakaran di tahun 1808 mengakibatkan struktur rotunda Gereja runtuh. Pembangunan atap dimulai setahun kemudian yaitu tahun 1809-1810. Untungnya kebakaran ini tidak mencapai bagian makam, sehingga bagian terlama yang dapat dilihat sekarang adalah bagian makam yang dilapisi marmer yang berasal dari perbaikan di tahun 1555. Struktur kubah baru dibangun kembali pada tahun 1870. Renovasi besar-besaran baru dimulai pada tahun 1959 dan renovasi kubah dilakukan pada 1994-1997.</p>
<p>Area di dalam Gereja Makam Suci ini dikapling-kapling berdasarkan keputusan di tahun 1767, awalnya dibagi untuk Gereja Katolik, Armenia, Ortodoks Timur dan Ortodoks Yunani sebagai pemegang kapling terbesar.  Di tahun 1852 dikeluarkan keputusan bahwa Gereja Ortodoks Koptik, Ortodoks Ethiopia dan Ortodoks Syria mendapatkan kapling yang lebih kecil. Menarik sekali bahwa jalan masuk ke Gereja ini sejak tahun 637 dipegang kepada dua keluarga muslim hingga hari ini. Keluarga Joudeh memegang kuncinya dan keluarga Nusseibeh menjaga pintunya. Dua kali sehari, seorang anggota keluarga Joudeh membawa kunci yang kemudian akan digunakan untuk mengunci atau membuka pintu oleh seorang anggota keluarga Nusseibeh.</p>
<p>Karena sejarah Salib Suci Kristus ini adalah bagian dari sejarah Gereja Purba, tidak heran bahwa Pesta Salib Suci ini bukan saja dirayakan oleh Gereja Katolik Latin di Roma, tetapi juga bersama-sama dengan Gereja Ortodoks Timur, Katolik Timur, Armenia, Ethiopia, Syria-Malankara, hingga pada sebagian Anglikan dan Lutheran. Bahkan di Gereja Ortodoks Timur, Pesta ini dirayakan hingga lebih dari seminggu, dengan tanggal 14 September sebagai hari puasa. Tanggal 13 September adalah permulaan dari pestanya di mana Salib ditahtakan di altar dan umat melakukan tuguran semalam suntuk hingga tanggal 14 September. Puncak perayaannya adalah tanggal 14 September dimana uskup atau imam membawa salib ke tengah-tengah umat yang berkumpul dan umat bersujud bersyukur dan pada akhir perayaan menerima berkat dalam salib. Salib kemudian ditahtakan dalam gereja hingga 8 hari kemudian.</p>
<p>Di awal tadi kita mengetahui bahwa Pesta Salib Suci ini bermula di Yerusalem, kemudian menyebar dan dirayakan umat Kristiani, mula-mula di Timur, yakni di Byzantium/Konstantinopel baru kemudian semakin dirayakan oleh jemaat di Roma dan akhirnya seluruh dunia. Awalnya juga hanya merayakan penemuan Salib Kristus oleh Santa Helena pada tahun 326, tetapi dewasa ini juga merayakan dua peristiwa yang berkaitan, yaitu pemberkatan Gereja Makam Kudus (Basilica of the Holy Sepulchre) tahun 335 dan peristiwa tahun 629 yaitu Kaisar Heraclius membawa kembali potongan Salib Kristus yang dibawa pergi dari Yerusalem oleh tentara Persia.</p>
<p>Pada peringatan Pesta Salib Suci 2008, Bapa Suci Benediktus 16 berada di Lourdes untuk merayakan 150 tahun penampakan Bunda Maria di Lourdes. Bapa Suci berada di Lourdes selama 4 hari dari tanggal 12 hingga 15 September. Pada audiensi umumnya di Vatikan 17 September siang, Bapa Suci mengungkapkan kesan-kesan perjalannya ke Paris dan Lourdes pada akhir pekan yang lalu, ia mengungkapkan kegembiraannya bahwa kunjungannya ke Lourdes bertepatan dengan perayaan Pesta Salib Suci. Bapa Suci menjelaskan bahwa Bunda Maria membuat tanda salib saat tampil pertama kalinya di hadapan Bernadette Soubirous di Grotto Massabielle. Seluruh pesan Bunda Maria di Lourdes, kata Bapa Suci, ditemukan dalam tanda salib yang dibuat oleh Bunda Maria. ”Bunda Maria menyatakan pokok iman Kristen: Tanda Salib adalah dasar iman kita, dan melakukannya dengan segenap jiwa kita memasuki kepenuhan misteri penyelamatan kita.”</p>
<p>Bapa Suci meneruskan dengan: ”Di Lourdes, dalam contoh Bunda Maria, sang rasul Kristus yang pertama dan sempurna, para peziarah belajar untuk menghargai salib-salib hidup mereka sendiri dalam terang yang dipancarkan Salib Kristus.” ”Allah sedemikian mencintai kita hingga Ia memberikan diriNya sendiri bagi kita, dan itulah pesan dari salib, dalam salib ada misteri kematian dan kejayaan,” sambung Bapa Suci, ”Salib mengingatkan kita bahwa tidak ada cinta kasih tanpa penderitaan, tidak ada rahmat kehidupan tanpa kesakitan.” Bapa Suci Benediktus 16 menutup renungannya saat audiensi ini dengan ”Banyak peziarah telah mengalami dan mempelajari kebenaran ini di Lourdes, yang adalah tempat menimba pengalaman iman dan harapan, karena Lourdes juga adalah tempat untuk belajar mencintai dan melayani sesama.”</p>
<p>Gereja merayakan Pesta Salib Suci sebab Kristus ditinggikan di salib. Yesus menderita dan wafat di salib demi keselamatan segenap umat manusia. Dengan salib-Nya Ia mengalahkan dosa dan menaklukkan maut. Sebab itu, salib bagi kita bukan lagi tanda penghinaan, melainkan tanda kemenangan. Salib menjadi pohon keselamatan, kehidupan dan kebangkitan kita. Salib akan bersinar di langit pada saat Kristus kembali dengan kemuliaan-Nya. Kita menandai diri dengan Tanda Salib sambil berharap akan mengambil bagian dalam kemuliaan dan kebahagiaan Kristus. Tetapi bersediakah kita mengikuti Kristus dengan memikul salib penderitaan dan penghinaan? Marilah kita mengenangkan kata-kata Santo Fransiskus Assisi yang selalu kita renungkan bersama saat kita mengenangkan Kristus dalam jalan salibNya, “Kami menyembah Engkau, ya Kristus, dan memuji-Mu, sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.”</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=174&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/09/21/pesta-salib-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Santo Benediktus</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/07/10/santo-benediktus/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/07/10/santo-benediktus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 14:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Kita mengenal sangat banyak ordo dan kongregasi tarekat hidup bakti dalam tubuh Gereja Katolik. Mereka, para imam, biarawan dan biarawati hidup dalam kebersamaan, kebersamaan dalam doa dan karya. Kami mengangkat kisah hidup Santo Benediktus. Beliau dikenal sebagai Bapak Monastik, pendiri cara hidup membiara di Eropa Barat, peletak dasar-dasar aturan bagi ordo dan komunitas biara. Hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=171&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/benediktus.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-172" src="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/benediktus.jpg?w=182&#038;h=300" alt="" width="182" height="300" /></a>Kita mengenal sangat banyak ordo dan kongregasi tarekat hidup bakti dalam tubuh Gereja Katolik. Mereka, para imam, biarawan dan biarawati hidup dalam kebersamaan, kebersamaan dalam doa dan karya. Kami mengangkat kisah hidup Santo Benediktus. Beliau dikenal sebagai Bapak Monastik, pendiri cara hidup membiara di Eropa Barat, peletak dasar-dasar aturan bagi ordo dan komunitas biara. Hingga kini aturan-aturan yang dibentuknya lebih dari 15 abad lalu tetap menjadi dasar hidup ordo dan komunitas biara, bukan saja di Gereja Katolik, tetapi juga di Gereja Ortodoks dan Anglikan. Untuk menghormatinya pula, Kardinal Joseph Ratzinger memakai namanya sesudah ia terpilih memangku jabatan Paus, yaitu sebagai Paus Benediktus XVI.<span id="more-171"></span> Santo Benediktus dilahirkan pada tahun 480 di Nursia, Italia Tengah. Ia berasal dari keluarga Italia yang kaya. Benediktus terlahir sebagai anak kembar. Saudara kembarnya adalah seorang wanita yang juga hidup suci dan dikenal sebagai Santa Skolastika. Sebenarnya saudara kembarnya lah yang lebih dulu mengikuti panggilan Tuhan sebagai seorang religius yang mengabdi Tuhan dan sesama, barulah kemudian Benediktus terpanggil juga.</p>
<p>Dibantu oleh sebuah keluarga bangsawan yang mengikuti kebiasaan mendidik anak-anaknya bagi karier politik, Benediktus dikirim ke Roma untuk melanjutkan pendidikannya. Tumbuh dewasa sebagai seorang pemuda, Benediktus merasa muak dengan gaya hidup di Roma. Keadaan dunia di Roma pada saat itu penuh dengan bangsa-bangsa pemuja dewa pagan, Aria dan kehidupan mengarah ke barbarisme. Benediktus meninggalkan kota Roma dan mencari suatu tempat terasing di mana ia dapat menyendiri bersama Tuhan. Ketika itu ia berusia 20 tahun. Untuk sementara waktu, ia tinggal di desa Enfide di pegunungan sekitar 30 hingga 40 mil baratdaya kota Roma bersama sekelompok orang Kristen saleh sambil terus melanjutkan studi dan praktek askesenya. Ia kemudian meninggalkan Enfide untuk hidup menyendiri jauh dari kehidupan ramai di kota.</p>
<p>Ternyata walaupun Benediktus telah menjauhi godaan-godaan di Roma, ia menyadari bahwa itu tidak cukup. Tuhan rupanya memanggil dia ke dalam kesunyian untuk meninggalkan dunia. Akan tetapi, Benediktus setelah beberapa waktu lamanya tinggal dalam kehidupan yang tersembunyi di desa, ia tidak dapat tahan lebih lama lagi– terutama setelah ia membuat mujizat, memperbaiki tembikar yang rusak.</p>
<p>Dalam pencarian akan kesunyian yang total, Benediktus mulai mendaki lebih jauh lagi ke antara bukit-bukit hingga akhirnya ia mencapai sebuah tempat yang disebut Subiaco, 50 mil sebelah timur kota Roma. Di tempat yang berbatu cadas ini ia bertemu dengan seorang rahib yang bernama Romanus. Kepada rahib ini Benediktus menjelaskan maksud hatinya untuk hidup sebagai seorang eremit/pertapa. Romanus sendiri tinggal di sebuah pertapaan yang tidak jauh dari situ. Ia mau membantu pemuda ini, maka ia memberikan sebuah pakaian dari bulu domba dan membawa Benediktus ke sebuah gua di pegunungan. Di tempat tersembunyi inilah Benediktus hidup selama tiga tahun, tanpa diketahui oleh siapa pun juga kecuali Romanus. Setiap hari ia membawa roti bagi pertapa muda ini. Makanan itu ditaruh dalam sebuah keranjang, yang diturunkan dengan tali melalui batu-batuan. Orang yang pertama kali menemukan Benediktus adalah seorang pastor. Ketika itu pastor tersebut sedang mempersiapkan makan malam, tiba-tiba ia mendengar suara yang mengatakan kepadanya, “Engkau mempersiapkan bagi dirimu makanan yang enak, sedangkan hambaku Benediktus sedang kelaparan.” Pastor ini pun segera keluar dan mencari Benediktus, dengan susah payah akhirnya ia menemukannya. Tidak lama kemudian beberapa gembala menemukan Benediktus. Ketika mereka menemukannya, mereka sangat terkesan dan belajar banyak dari percakapan mereka. Mulai saat itulah ia mulai dikenal orang, banyak orang mengunjunginya, membawa makanan dan menerima petunjuk dan nasihat darinya.</p>
<p>Meskipun Benediktus hidup jauh dari dunia, seperti para bapa padang gurun yang lain, ia harus menemui godaan-godaan. Pada suatu saat ketika ia sendirian, sang penggoda mulai menunjukkan dirinya. Seekor burung hitam mulai terbang mengitari mukanya, dan mendekat begitu dekatnya sehingga jika Benediktus mau, ia dapat menangkapnya dengan tangannya. Akan tetapi, akhirnya burung tersebut pergi dengan membuat tanda salib. Kemudian godaan hawa nafsu muncul seperti yang belum pernah ia alami sebelumnya. Si jahat membawa ke dalam imajinasinya seorang wanita yang pernah ia temui sebelumnya. Si jahat membakar hatinya dengan hawa nafsu, sehingga pikirannya hampir dikuasai untuk meninggalkan pertapaannya. Akan tetapi dibantu oleh kerahiman ilahi, ia menemukan kekuatan untuk menolak godaan tersebut. Ketika ia melihat tumbuhan dan semak berduri di dekatnya, ia melemparkan dirinya ke sana dan berguling-guling sehingga tubuhya terasa sakit. Melalui luka-luka di tubuhnya, ia menyembuhkan luka-luka di jiwanya, dan tidak pernah lagi mendapat kesukaran yang sama.</p>
<p>Di antara Tivoli dan Subiaco, terdapat sebuah tempat yang bernama Vicovaro. Di puncak bukit itu terdapat suatu komunitas rahib yang pemimpinnya baru saja meninggal. Mereka meminta Benediktus menggantikan pemimpin mereka. Pada mulanya ia menolak permintaan tersebut. Akan tetapi, karena mereka terus mendesak, akhirnya ia pun menyetujui. Namun, tidak lama kemudian mereka mulai membenci Benediktus, karena cara hidup dan disiplin yang diterapkan Benediktus terlalu keras bagi mereka yang sudah terbiasa hidup secara tidak benar. Bahkan mereka juga berusaha untuk meracuni minumannya, tetapi ketika ia membuat membuat tanda salib botol anggur itu pun pecah berkeping-keping. Walaupun demikian Benediktus tidak marah kepada mereka; ia hanya berkata, “Tuhan mengampunimu, saudara-saudara. Mengapa engkau bersekongkol merencanakan hal yang jahat ini? Bukankah sudah kukatakan bahwa caraku tidak cocok dengan caramu? Pergi dan carilah kepala biara menurut seleramu sendiri, karena setelah kejadian ini kalian tidak bisa menahan saya di sini lagi di antara kalian.” Setelah berkata demikian ia pun kembali ke Subiaco.</p>
<p>Pada saat Benediktus kembali ke Subiaco, Tuhan mulai mengirim banyak orang kepadanya. Pada saat itu Tuhan mulai mengerjakan karya besar dalam dirinya. Rupanya Tuhan ingin memakai Benediktus untuk mempersatukan para rahib yang selama ini terpencar-pencar, untuk lebih menguatkan mereka. Maka Benediktus mengumpulkan mereka yang mau mengikutinya dalam dua belas biara dari kayu, masing-masing terdiri dari 12 rahib dan memiliki kepala biaranya masing-masing. Ia menjadi pembimbing utama, namun tinggal secara terpisah dengan beberapa rahib yang dilatih secara khusus. Selama itu mereka tidak memiliki peraturan tertulis sendiri, tetapi mereka diberi pengetahuan tentang hidup religius dan mengikuti-contoh kebajikan-kebajikan dari cara hidup Benediktus sendiri. Mulai saat itu banyak orang dari berbagai daerah dan bangsa ingin bergabung bersama Benediktus.</p>
<p>Suatu hari ada seorang bangsa Goth yang kasar dan tak terdidik datang kepada Benediktus dan ia diterima dengan sukacita serta diberi jubah biara. Dengan sabit besar, ia disuruh untuk membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh subur di dekat danau. Ia bekerja dengan sangat keras sampai kepala sabit tersebut terbang dan hilang ke dalam danau. Orang muda yang malang ini pun sangat sedih. Ketika Benediktus mendengar tentang kejadian itu, ia membawanya ke ujung danau dan mengambil sabit tersebut dan melemparkannya ke dalam danau. Segera kepala sabit itu muncul dari danau dan menempel pada tongkatnya. Benediktus lalu mengembalikan sabit itu dan berkata, “Ambillah! Lanjutkanlah pekerjaanmu dan janganlah bersedih hati!” Ini bukanlah mujizat Benediktus yang terakhir, yang menghapuskan pendapat orang bahwa pekerjaan tangan atau pekerjaan kasar itu menurunkan martabat dan merendahkan orang. Benediktus percaya bahwa pekerjaan kasar bukan saja bermartabat, tetapi juga baik untuk mencapai kesucian.</p>
<p>Sesuatu yang baik pasti juga akan menimbulkan reaksi dan tantangan. Di daerah sekitar Subiaco tinggallah seorang imam yang bernama Florentius. Ia menjadi iri hati melihat keberhasilan Benediktus. Berbagai macam cara dilakukannya untuk menjatuhkan nama baik Benediktus. Ia menyebarkan fitnah-fitnah yang jahat kepada orang-orang di sekitarnya, bahkan hendak membunuh Benediktus dengan mengirimkan roti beracun. Namun Tuhan tidak tinggal diam, Ia mengirim seekor burung gagak untuk mengambil roti itu dari Benediktus. Menyadari adanya maksud jahat dari Florentius, yang ditujukan kepada dirinya secara pribadi, maka akhirnya Benediktus memutuskan untuk meninggalkan Subiaco. Ia pergi ke daerah Monte Cassino, yang berada di tempat yang tinggi dan terpencil di perbatasan Campania. Monte Cassino dikelilingi lembah-lembah sempit yang naik ke atas menuju puncak gunung pada ketiga sisinya, dan di sisi yang lain adalah dataran Mediteranean.</p>
<p>Benediktus mengawali karya pertamanya di kota ini dengan berpuasa 40 hari lamanya, kemudian ia berkotbah untuk mempertobatkan mereka. Pengajaran dan mujizat yang dilakukannya membawa penduduk kota tersebut kepada pertobatan. Dengan bantuan mereka Benediktus merobohkan kuil Apollo yang berdiri di puncak Monte Cassino kemudian mendirikan sebuah biara di sana, yang kemudian menjadi biara paling terkenal di dunia, dasar yang didirikan oleh Benediktus di sekitar abad 530. Dari sinilah mulai suatu pengaruh yang memainkan peranan besar dalam sejarah Gereja dan kebudayaan Eropa sesudah masa Romawi.</p>
<p>Di Monte Cassino, Benediktus kembali menjalani kehidupannya sebagai seorang eremit. Namun tidak lama kemudian para muridnya segera berbondong-bondong ke Monte Cassino juga. Belajar dari pengalaman peristiwa di Subiaco, ia tidak lagi menempatkan mereka dalam rumah-rumah yang terpisah melainkan mengumpulkan mereka semua dalam satu tempat, yang diatur oleh seorang kepala biara dan wakil-wakil di bawah pengawasannya. Keadaan situasi di Monte Cassino berbeda dengan Subiaco, banyak orang datang ke sana, bukan hanya kaum awam namun juga para pembesar Gereja yang ingin berkonsultasi dengan Benediktus karena reputasi kesucian dan kebijaksanaannya. Apalagi letak Monte Cassino mudah dicapai dari Roma dan Capua. Pada saat ini pula Benediktus menulis peraturan-peraturannya. Pada mulanya peraturan tersebut ditujukan bagi para rahibnya di Monte Cassino, namun Paus Hormidas menginginkan peraturan itu ditulis bagi semua rahib di Barat. Peraturan-peraturan tersebut ditujukan bagi mereka yang ingin menyangkal keinginan mereka sendiri, dan mengambil “senjata yang kuat dan terang akan ketaatan untuk berperang di bawah Yesus Kristus, Raja kita yang sesungguhnya,” dan peraturan tersebut menyarankan suatu kehidupan doa liturgi, pengetahuan (“bacaan suci”) dan kerja tangan, hidup bersosialisasi dalam sebuah komunitas di bawah seorang pemimpin umum. Ia mengajar para rahibnya untuk berdoa dan bekerja dengan tekun. Terutama sekali, ia mengajarkan mereka untuk senantiasa rendah hati. Benediktus dan para rahibnya banyak menolong masyarakat sekitar pada masa itu. Mereka mengajari orang banyak itu membaca dan menulis, bercocok tanam dan aneka macam ketrampilan dalam berbagai lapangan pekerjaan.</p>
<p>Abbas kudus ini tidak hanya melayani mereka yang mau mengikuti peraturannya, tetapi juga melayani umat di sekitar tempat tersebut; ia menyembuhkan orang-orang yang sakit, memberikan penghiburan bagi orang yang tertekan, membagikan amal dan makanan kepada yang miskin, juga pernah dikatakan bahwa ia membangkitkan orang mati tidak hanya satu kali. Ketika Campania menderita kelaparan yang amat sangat, ia memberikan semua persediaan makanan di biara kecuali lima potong roti. “Kamu mungkin tidak memiliki cukup makanan hari ini,” katanya kepada para rahibnya ketika melihat kesedihan mereka, “tetapi besok kamu akan memiliki makanan yang berlebihan.” Esok paginya ada banyak terigu tergeletak tanpa diketahui siapa yang meletakkannya di pintu gerbang biara. Juga dari cerita turun temurun dalam ilustrasi kekuatan profetis Benediktus, dikatakan bahwa ia dapat membaca pikiran manusia. Seorang bangsawan yang baru ia pertobatkan pada suatu waktu melihatnya menangis dan bertanya apa penyebab kesedihannya. Ia menjawab, ”Biara yang telah saya dirikan dan semua yang telah dipersiapkan bagi saudara-saudaraku telah diserahkan ke surga oleh hukuman Yang Mahakuasa. Hampir-hampir aku tidak dapat memohon belaskasihan bagi hidup mereka.” Nubuat ini terbukti sekitar empat puluh tahun kemudian, ketika biara Monte Cassino dihancurkan oleh bangsa Lombard.</p>
<p>Ketika Totila, orang Goth menang atas Itali, ia menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan Benediktus karena telah banyak mendengar tentangnya. Oleh karena itu, ia mengirim utusan untuk memberitahukan kedatangannya ke Sang Abbas. Untuk membuktikan apakah orang kudus ini benar memiliki kemampuan seperti yang telah ia dengar, Totila memerintahkan Riggo, kapten pengawalnya untuk mengenakan jubah ungu kebesarannya dan mengirimnya bersama dengan tiga bangsawan yang biasa menyertai raja ke Monte Cassino. Namun, penyamaran ini tidak dapat mengelabui Benediktus yang menyambut Riggo dengan kata-kata, “Anakku, lepaskanlah jubah yang kau pakai itu karena itu bukan kepunyaanmu.” Maka cepat-cepat Riggo pergi dan melaporkan kepada tuannya bahwa ia telah diketahui. Ketika Totila sendiri datang kepada hamba Tuhan tersebut, diceritakan bahwa ia begitu terpesona hingga ia sujud berlutut di hadapannya. Akan tetapi, Benediktus mengangkatnya dari tanah, serta menegurnya karena kelakukan-kelakuannya yang jahat, dan meramalkan kepadanya semua yang akan menimpanya. Kemudian raja itu mengharapkan doanya dan pergi, dan sejak saat itu tidak menjadi tidak sejahat semula. Kejadian ini terjadi pada tahun 542 dan Santo Benediktus tidak hidup cukup lama untuk melihat semua kepenuhan dari seluruh ucapan profetisnya sendiri.</p>
<p>Santo hebat ini juga telah meramalkan banyak hal lainnya dan bahkan juga akan kematiannya yang mendekati. Ia memberitahukan kepada para muridnya dan enam hari sebelum harinya ia meminta mereka untuk menggali kuburnya. Segera setelah hal ini dilakukan ia terkena demam, dan pada hari terakhir ia menerima Tubuh dan Darah Yesus. Kemudian, ketika tangan-tangan penuh kasih dari saudara-saudaranya menopang tubuhnya yang lemah, ia mengucapkan kata-kata doa terakhirnya dan iapun meninggal – berdiri di atas kakinya dalam kapel, dengan tangannya terangkat ke atas mengarah ke surga. Ia dikuburkan di sebelah saudarinya Santa Skolastika yang meninggal enam minggu sebelumnya di tempat altar dewa Apollo yang ia telah rubuhkan.</p>
<p>Santo Benediktus mampu melakukan hal-hal baik karena ia senantiasa berdoa. Ia wafat pada tanggal 21 Maret 547 di biaranya di Monte Cassino. Pada tahun 1944 ketika Perang Dunia II berkecamuk biara induk Monte Casino hancur, dan baru dibangun kembali setelah perang. Relikiu Benediktus dan Skolastika ditemukan kembali pada tahun 1950 di bawah reruntuhan altar gereja Monte Kasino yang hancur pada masa Perang Dunia II. Pada tahun 1966, Paus Paulus VI menyatakan St. Benediktus sebagai santo pelindung Eropa. Pada tahun 1980, Paus Yohanes Paulus II menambahkan St. Sirilus dan St. Metodius sebagai santo pelindung Eropa bersama dengan St. Benediktus.</p>
<p>Semua berita tentang kehidupan Benediktus diketahui dari buku ”Dialog” karangan Paus Gregorius Agung yang ditulis 50 tahun setelah kematian Benediktus. Sumber informasi lain ialah aturan-aturan hidup yang disusunnya bagi pengikut-pengikut di Monte Kasino. Dari aturan hidup itu terlihat jelas kepribadian Benediktus sebagai seorang pemimpin biara yang ramah tamah, bijaksana dan penuh pengertian. Sikapnya sangat moderat baik dalam hal doa, kerja, pewartaan, makanan, tidur, dan lain-lainnya. Aturan hidup membiara Santo Benediktus merupakan aturan hidup membiara pertama di Eropa Barat. Santo Benediktus biasanya digambarkan sebagai seorang Abbas yang sedang memegang satu salinan aturan hidup membiara.</p>
<p>Kita telah terbiasa mendengar semboyan ”ora et labora” yang berarti ”berdoa dan bekerja” namun mungkin saja kita tidak menyadari bahwa semboyan itu sebetulnya adalah salah satu pedoman/peraturan hidup membiara yang ditulis oleh Santo Benediktus.</p>
<p>Nah, moto ”ora et labora” dan ”pax” yang berarti perdamaian sebetulnya adalah juga moto Ordo Benediktin, ordo yang pertama kalinya mengadopsi Peraturan Santo Benediktus atau Regula Benedicti dalam bahasa Latin.</p>
<p>Pada abad keempat saat Benediktus hidup, sudah ada banyak orang-orang yang terpanggil untuk hidup seperti Yesus di padang gurun, mengisolasi diri dari kehidupan ramai dan membaktikan diri untuk berdoa dan bertapa. Ada 4 golongan pertapa/rahib pada saat itu:<br />
1.	Sarabaites, rahib yang sendirian atau tidak lebih tiga orang berada dalam satu lokasi yang sama, tanpa ada pimpinan dan hanya menggantungkan diri pada kesepakatan-kesepakatan lisan antara mereka.<br />
2.	Cenobites, sekelompok rahib yang tinggal dalam suatu kelompok dalam rumah bersama atau biara, memiliki aturan-aturan baku dan memiliki pimpinan dari mereka, yang disebut abbas.<br />
3.	Anchorites, adalah rahib dari biara tertentu yang sesudah beberapa lama di biara, pergi untuk benar-benar mengasingkan diri seorang diri.<br />
4.	Gyrovagues, adalah rahib yang berkelana dari biara yang satu ke biara yang lain, mengabdi sebagai pelayan bagi biara yang ditumpanginya.</p>
<p>Nah pada saat itu yang terbanyak adalah kelompok Cenobites, sehingga sebenarnya Peraturan Santo Benediktus ini ditujukan pada kelompok tersebut. Perlu diingat juga bahwa kehidupan merahib ini awalnya dilakukan oleh orang-orang Kristen di Mesir dan baru kemudian diikuti oleh orang-orang Eropa, termasuk Santo Benediktus. Bermula dari kehidupan sebagai Sarabaites yang menyendiri, kebanyakan para pertapa ini akhirnya berkumpul bersama dalam biara dengan pimpinan rohani yang dinamakan Abbas. Santo Antonius Agung (251-356) yang menginspirasi para rahib di Mesir untuk berdoa bersama dalam komunitas biara. Selain itu Santo Basil dari Kaesarea juga berperan penting bagi para rahib dengan menuliskan peraturan bagi kehidupan bermatiraga atau asketika.</p>
<p>Dibandingkan dengan peraturan-peraturan lainnya, Regula Benedicti menawarkan jalan tengah antara semangat individu dan tatanan kelembagaan; karena alasan inilah maka kitab tersebut menjadi sangat populer bagi komunitas-komunitas rahib. Pokok perhatian Benediktus adalah kebutuhan-kebutuhan para rahib dalam lingkungan komunitas: seperti, penegakan ketertiban, pemupukan unsur saling-memahami dari sifat relasional manusia, serta ketersediaan seorang Bapa rohani guna memberi dukungan dan memperteguh upaya matiraga individual dan pertumbuhan rohaniah yang dibutuhkan untuk menggenapi panggilan umat manusia, yakni theosis.</p>
<p>Salah satu peraturan Santo Benediktus bagi kehidupan biara adalah doa-doa breviary dan ofisi. Para imam dan para anggota Ordo Religius menggunakan sebuah buku khusus yang disebut “Breviary”. Breviary berasal dari bahasa Latin yang berarti “pendek” atau “singkat”. Breviary berisi kumpulan doa dan mazmur yang diambil dari Kitab Suci dan dari bacaan-bacaan rohani yang lain. Breviary didoakan setiap hari pada jam-jam tertentu. Oleh karena itu, Breviary juga disebut “Ibadat Harian” atau “Ofisi” (dari bahasa Latin `officium&#8217;, artinya kewajiban).</p>
<p>Ofisi adalah bagian dari “peraturan hidup” yang ditetapkan oleh Santo Benediktus. Ia menetapkan para biarawan dan biarawati berdoa empat hingga delapan jam sehari, tidur delapan jam dan menggunakan waktu selebihnya untuk bekerja dan belajar. Jam-jam tersebut ialah: Matins, saat fajar; Prime saat mulai bekerja; Terce jam 9:00, Sext siang hari; None jam 3:00 sore; Vespers saat matahari terbenam; dan Compline sebelum tidur.</p>
<p>Banyak umat Kristiani di masa kini, walaupun bukan seorang biarawan/biarawati yang turut meneladani peraturan Santo Benediktus dengan turut menggunakan Ofisi, baik dalam bentuk lengkap maupun dalam bentuk ringkas. Taizé, sebuah komunitas iman di Perancis, menerbitkan Ibadat Harian yang telah disederhanakan.</p>
<p>Keutamaan dan teladan Hidup Santo Benediktus yang dapat kita gunakan dalam kehidupan kita sendiri.</p>
<p>1. Pribadi yang sangat mengasihi Allah</p>
<p>Terlahir sebagai seorang putra dari keluarga kaya, tentunya Benediktus dapat menikmati semua kenikmatan yang disediakan oleh dunia ini. Namun, rupanya Tuhan jauh lebih memikat hati Benediktus dibandingkan dengan kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia. Baginya hidup sederhana bersama Allah jauh lebih indah dibandingkan dengan hidup yang berlimpah harta dan kedudukan. Tanpa ragu-ragu Benedistus muda meninggalkan keluarga dan hartanya, kemudian ia hidup sangat sederhana dalam sebuah gua di pegunungan dan hanya berpakaian bulu domba. Ia menghabiskan waktunya untuk berdoa dan bermati raga, untuk mengasihi Allah dengan segenap hati dan kekuatannya.</p>
<p>2. Tegas dalam menolak godaan</p>
<p>Hidup secara tersembunyi bagi Allah dan jauh dari dunia rupanya tidak membuat Benediktus terluput dari godaan si jahat. Seringkali Benediktus digoda untuk keluar dari doa-doanya, untuk meninggalkan pertapaannya dan kembali ke dunia. Namun, Benediktus selalu menolak godaan tersebut secara radikal, ia tidak pernah mau mengikuti godaan tersebut.<br />
Satu ketika Benediktus pernah digoda begitu hebat oleh roh jahat yang membawa ke dalam imajinasinya seorang wanita yang ia temui sebelumnya. Hatinya dibakar dengan kobaran nafsu, hingga hampir menguasai pikirannya untuk meninggalkan pertapaan. Akan tetapi, dibantu oleh kerahiman ilahi, Benediktus segera melawan godaan tersebut dengan melemparkan dirinya ke semak-semak berduri. Sejak saat itu ia tidak pernah lagi mendapat kesukaran yang sama.</p>
<p>3. Pemimpin yang bijaksana</p>
<p>Cara hidup radikal yang dijalani oleh Benediktus rupanya merupakan suatu persiapan untuk suatu karya besar yang telah disiapkan oleh Tuhan baginya. Cara hidup, kesucian, dan kesalehannya banyak menarik orang-orang di sekitarnya untuk mengikuti cara hidupnya yang keras. Benediktus merupakan seorang pemimpin yang bijaksana, ia memimpin murid-muridnya dengan penuh kasih namun tegas dalam menjalankan peraturan biara demi kebaikan hidup bersama. Ketika ia diminta menjadi pemimpin sebuah biara yang merosot kehidupannya, dengan segera ia menerapkan kembali disiplin dan peraturan biara. Meskipun menemui banyak tantangan, ia tetap berusaha sekuat tenaga untuk membawa mereka kembali pada semangat religius yang benar.</p>
<p>4. Pembimbing rohani yang ulung</p>
<p>Santo Benediktus bukan hanya seorang pemimpin yang bijaksana, tetapi juga seorang pembimbing rohani yang ulung. Ia selalu menolong orang-orang yang datang kepadanya, yang mencari bimbingan rohani dan nasehatnya. Dalam mengajar para rahibnya, Benediktus tidak hanya menekankan doa tetapi menekankan juga pekerjaan tangan. Baginya hidup rohani itu harus seimbang antara doa dan kerja. Pekerjaan tangan ia pandang tidak hanya bermartabat tetapi juga baik untuk kesucian.</p>
<p>5. Seorang yang lembut hati</p>
<p>Kasihnya yang begitu besar kepada Allah juga meluap kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, khususnya bagi orang-orang yang miskin, menderita, dan sakit. Benediktus seringkali melayani umat yang ada di sekitar biaranya, menyembuhkan yang sakit, memberikan kelegaan kepada orang yang tertekan, membagikan amal dan makanan kepada orang-orang miskin, dan lain-lain.<br />
Benediktus begitu mudah jatuh iba melihat orang yang menderita, dan ia akan berusaha semampunya untuk membantu mereka. Suatu ketika terjadi kelaparan yang amat sangat di Campania. Namun karena belas kasihan dan kelembutan hatinya, ia memberikan semua persediaan makanan di biara kecuali lima potong roti. Pengorbanan dan belas kasihan St. Benediktus rupanya sangat berkenan di hadapan Tuhan, sehingga keesokan harinya ada begitu banyak tepung terigu tergeletak di pintu gerbang biara tanpa diketahui siapa yang meletakkannya.</p>
<p>6. Penuh dengan belas kasih dan pengampunan</p>
<p>Kasihnya yang begitu besar kepada Allah rupanya juga membuat Benediktus menjadi orang yang penuh dengan belas kasihan serta pengampunan kepada orang lain. Baginya kasih kepada sesama adalah perwujudan dari kasihnya yang begitu besar kepada Allah. Kasih bagi Benediktus juga berarti menerima orang lain dalam segala kekurangan dan kelemahan mereka, juga mengampuni segala kesalahan mereka. Namun, itu bukan berarti ia kompromi dengan dosa. Sikapnya ini seperti apa yang diteladankan oleh Yesus sendiri, Ia mengasihi para pendosa tetapi Ia membenci dosa. Sikap ini nampak ketika para rahib di biara memusuhinya, bahkan hendak meracuninya. Belas kasihannya yang begitu besar juga nampak ketika Florentius, seorang imam, membencinya karena iri hati kepada Benediktus.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemawarta.wordpress.com/171/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemawarta.wordpress.com/171/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=171&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/07/10/santo-benediktus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/benediktus.jpg?w=182" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Santo Antonius dari Padua</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/06/26/santo-antonius-dari-padua/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/06/26/santo-antonius-dari-padua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 10:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tanggal 13 Juni diperingati sebagai peringatan wajib Santo Antonius dari Padua. Walaupun secara khusus di Balikpapan dan secara umum di Indonesia Santo Antonius dari Padua tidak dirayakan secara meriah, tetapi di banyak negara lain, khususnya Portugal dan Brazil. Tahun ini perayaannya juga lebih meriah di kedua negara tersebut karena bertepatan dengan 777 tahun wafatnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=149&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><a href="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/antoniuspadua.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-150" src="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/antoniuspadua.jpg?w=170&#038;h=300" alt="" width="170" height="300" /></a>Setiap tanggal 13 Juni diperingati sebagai peringatan wajib Santo Antonius dari Padua. Walaupun secara khusus di Balikpapan dan secara umum di Indonesia Santo Antonius dari Padua tidak dirayakan secara meriah, tetapi di banyak negara lain, khususnya Portugal dan Brazil. Tahun ini perayaannya juga lebih meriah di kedua negara tersebut karena bertepatan dengan 777 tahun wafatnya Santo Antonius dari Padua. Kami secara singkat mengangkat tema Santo Antonius dari Padua dan kisah hidupnya menanggapi panggilan Tuhan dan peranannya terhadap Gereja karena beliau adalah salah seorang dari Doktor Gereja modern yang berperan merumuskan banyak sekali butir-butir filsafat dan teologis dalam Gereja Katolik. <span id="more-149"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Walaupun dikenal sebagai Antonius dari Padua, tetapi ternyata Antonius bukan lahir di Padua, dan nama kelahirannya pun bukan Antonius. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Orangtuanya, Martin Vicente de Bulhão dan Teresa Pais Taveira memberinya nama Fernando Martins de Bulhão saat kelahirannya 15 Agustus 1195. Keluarganya mengatur pendidikan yang terbaik baginya di sebuah sekolah lokal tetapi ia menolak dan malah masuk ke biara Santo Agustinus di Lisbon dan menjadi anggota tarekat Santo Agustinus yang terkenal dengan karya kependidikannya. Ia belajar Kitab Suci dan Bahasa Latin. Karena latar belakang keluarganya yang kaya raya, ia seringkali dikunjungi keluarga dan kenalannya yang membawakan aneka hadiah yang sebetulnya malah membuatnya jengah. Karena ingin menghindarkan diri dari hadiah-hadiah dari keluarga, ia meminta memohon pada pimpinan tarekatnya agar memindahkannya dari Portugal. Pimpinannya menyetujui permohonannya, dan ia melanjutkan studinya ke sesama Biara Santo Agutinus, di Coimbra, masih di Portugal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selama di biara Coimbra, ia bertugas menerima tamu-tamu biara. Dalam tugasnya ini pada suatu hari di tahun 1219, saat ia berumur 24 tahun, ia berkenalan dengan lima orang Fransiskan yang sedang melakukan perjalanan ke Maroko sebagai misionaris. Ia terpesona pada kesederhanaan hidup para Fransiskan yang menurutnya meneladani kesederhanaan pada Kitab Suci. Tahun berikutnya, yaitu pada Februari 1220, sebuah berita dukacita tiba mengabarkan kelima Fransiskan tersebut mati sebagai martir. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kelima jenazah martir tersebut: St. Berard, Otto, Petrus, Akursio dan Ainto. Ia merenungkan kepahlawanan kelima Fransiskan tersebut yang dengan gigih mewartakan Injil sehingga mereka didera dan dipenggal di Maroko. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ia ingin mengikuti perintah Tuhan untuk meninggalkan segalanya dan mengikutiNya. Ia juga berharap dapat melakukan misi hingga ke Maroko. Setelah mendapatkan restu dari atasannya, ia diperkenankan meninggalkan biara Agustinusnya untuk bergabung dengan ordo Fransiskan. Di musim panas 1220, ia diterima sebagai dalam ordo Fransiskan dan mulai mempelajari ajaran dari pemimpin ordo, Fransiskus dari Asisi. Nah di sinilah secara resmi ia menggunakan nama Antonius, untuk menghormati Santo Antonius Agung yang juga merupakan nama biara Fransiskannya, di Coimbra, Portugal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tak lama kemudian, Antonius ditugaskan ke Maroko bersama beberapa Fransiskan lainnya. Ia berharap dapat menjadi martir saat melakukan misi di sana. Tetapi sayangnya begitu tiba di Maroko, ia malah sakit keras sehingga tidak ada jalan lain selain pulang untuk memulihkan kesehatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam perjalanan kembali ke Portugal, kapal yang ditumpanginya diterpa badai di lepas pantai Sicilia sehingga harus mendarat di Messina. Saat itu ia memutuskan untuk menetap saja di Italia dan hendak mengunjungi Asisi dan mencoba untuk mendaftar di biara di Italia, tetapi ia mendapat kesulitan karena kondisi kesehatannya. Akhirnya ia diterima, tetapi di luar kehendaknya, ia diterima di sebuah karya kesehatan, yaitu sebuah klinik kecil di luar kota Sao Paulo, dekat Forli, Romagna, Italia karena melihat kondisi kesehatannya. Sambil memulihkan kesehatannya, ia juga bekerja di bagian dapur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada suatu hari, pada suatu kesempatan perayaan, ketika banyak tamu-tamu hadir, termasuk imam-imam Dominikan, terjadi kesalahpahaman mengenai siapa yang harus memberikan homili. Fransiskan berpikir Dominikan yang akan memberikan homili, karena Dominikan adalah ordo yang mengkhususkan diri dalam berkotbah, sehingga sampai hari ini Dominikan juga disebut sebagai Ordo Pengkotbah (OP-</span><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ordo Praedicatorum-</span><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Order of Preachers). Nah para Dominikan ini sebaliknya, datang tanpa persiapan dan berpikir Fransiskan sang tuan rumah lah yang akan memberikan kotbah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam kebingungan tersebut, pimpinan biara setempat berpikir Antonius lah yang lebih baik daripada para Fransiskan lainnya yang ada di sana untuk dapat memberikan kotbah. Ia memanggil Antonius dan menyuruhnya untuk berkata apapun yang dikatakan Roh Kudus baginya. Kotbah yang disampaikan Antonius begitu memikat semua yang hadir. Itulah titik awal kehidupan Antonius sebagai seorang pengkotbah ulung. Provinsialnya memintanya untuk memberikan kotbah mengenai Kitab Suci hingga Lombardy di bagian utara Italia. Itulah saat-saat kemampuan terbaiknya digunakan bagi Gereja. Pada saat-saat lain ia menjadi pengajar, di beberapa universitas hingga di Perancis, tetapi sebagai pengkotbah lah bakat terbesarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada tahun 1226, setelah menghadiri kapitel Fransiskan di Arles, Perancis dan berkotbah di Provence, Perancis, Antonius kembali ke Italia dan menjadi perwakilan pada kapitel dengan Paus Gregorius IX. Kotbahnya di hadapan Paus juga sangat mempesona dan dinobatkan sebagai ”kotak permata kitab suci.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sembilan tahun lamanya Antonius berkhotbah, mempertobatkan banyak orang dan melakukan banyak mukjizat di Perancis, Sisilia serta Italia. Dari sembilan tahun hidupnya sebagai pengkotbah, tahun 1222-1224 ia berkotbah melawan bidaah di Italia bagian Utara, tahun 1224 ia berkotbah melawan bidaah Albigensis di Perancis bagian Selatan. Dari 1227-1230 ia kembali ke Italia dan selama masa Prapaskah tahun 1231 ia berkotbah setiap hari di Padua. Ia seorang pengkhotbah yang ulung. Kemana pun ia pergi orang banyak datang berduyun-duyun untuk mendengarkan khotbahnya hingga seringkali ia harus berbicara di lapangan terbuka karena tidak ada gedung yang sanggup menampung orang-orang yang ingin mendengarkannya. Sangat banyak orang bertobat dari perbuatan jahat: pencuri dan pembunuh. Para pembangkang ajaran Gereja juga banyak yang kembali berdamai kembali dengan Gereja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Antonius kemudian memangku jabatan sebagai provinsial Fransiskan di wilayah Emilia-Romagna di Italia pada 30 Mei 1226. Tetapi tak lama kemudian ia kembali mulai sakit pembengkakan pada kelenjar-kelenjar tubuhnya. Tahun 1231 ia pergi ke retret bersama dua orang Fransiskan lainnya di kawasan hutan di Camposanpiero. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Di sana Antonius tinggal di sebuah pondok sederhana di bawah pohon. Pada perjalanan pulang ke Padua, Antonius meninggal dunia di tengah perjalanan saat singgah di sebuah biara di Arcella. Saat itu tanggal 13 Juni 1231, ia berusia 36 tahun. Saat kematiannya, banyak anak-anak menangis di jalan dan lonceng-lonceng gereja berdentang sendirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ia dimakamkan di sebuah kapel yang kini menjadi bagian dari Basilika Santo Antonius di Padua, Italia. Rumah kelahirannya di Lisbon, Portugal juga akhirnya kini menjadi sebuah gereja bernama Igreja de Santo António de Lisboa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Setahun kemudian Antonius dikanonisasi sebagai orang kudus, tepatnya pada 30 Mei 1232. Saat kanonisasi itu ia diberi gelar “pengajar Gereja” oleh Paus Gregorius IX. Gelar utamanya sebagai Doktor Gereja diberikan oleh Paus Pius XII pada tanggal 16 Januari 1946. Hingga hari ini belum ada orang kudus yang dikanonisasi secepat Antonius dari Padua, yaitu hanya 352 hari setelah kematiannya. Biasanya proses kanonisasi dalam Gereja bisa memakan waktu bertahun-tahun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bila kita melihat gambar Santo Antonius dari Padua, selalu terlihat ia digambarkan memeluk kanak-kanak Yesus, atau Kanak-kanak Yesus berdiri di atas kitab suci yang tengah terbuka di hadapannya. Selain Bunda Maria dan Santo Yosef, Santo Antonius dari Padua lah orang kudus Gereja yang paling sering digambarkan membawa kanak-kanak Yesus dalam pangkuannya. Kisahnya demikian: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada suatu hari St. Antonius bermalam di rumah seorang temannya, Lord of Chatenauneuf. St. Antonius berdoa dengan khusuk hingga larut malam. Tiba-tiba ruangan kamarnya dipenuhi oleh sinar yang sangat terang, lebih terang dari sinar matahari. Kemudian Yesus menampakkan diri kepada St. Antonius dalam rupa seorang anak kecil. Chatenauneuf melihat sinar cemerlang keluar dari celah bawah pintu kamar Antonius. Merasa heran, temannya itu mengintip melalui lubang kunci. Ia melihat seorang anak kecil yang elok parasnya sedang berdiri di atas buku sambil memeluk leher St. Antonius dengan kedua belah tangannya. Ketika St. Antonius membuka pintu kamar dan mendapati Chatenauneuf, ia berpesan agar temannya itu tidak menceritakan apa yang dilihatnya kepada siapa pun juga selama ia masih hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hal lain adalah Santo Antonius dari Padua seringkali diminta tolong oleh umat Katolik agar dengan perantaraannya kita dapat menemukan kembali barang kita yang hilang. Nah mengapa St. Antonius dimohon pertolongannya menemukan barang-barang yang hilang? </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Santo Antonius dari Padua, adalah santo pelindung barang-barang yang hilang atau dicuri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Santo Antonius diangkat menjadi santo pelindung barang-barang yang hilang atau pun dicuri karena pengalaman hidupnya. St. Antonius mempunyai sebuah buku Mazmur yang sangat berarti baginya. Dalam buku Mazmurnya itulah ia mencoretkan catatan-catatan atau komentar-komentar yang dipergunakannya untuk mengajar murid-muridnya di Ordo Fransiskus. Seorang novis (yaitu seorang biarawan yang sedang menjalani masa percobaan) mulai bosan dengan kehidupan religius biara, karenanya ia memutuskan untuk melarikan diri. Ia pergi dengan membawa serta buku Mazmur St. Antonius! Ketika St. Antonius menyadari bahwa bukunya telah hilang, ia menjadi sangat sedih. St. Antonius berdoa dengan sangat agar buku Mazmurnya segera diketemukan atau dikembalikan kepadanya. Tuhan menjawab doa St. Antonius. Novis yang telah mencuri bukunya itu merasa tidak tenang jiwanya, sehingga akhirnya ia mengembalikan buku Mazmur itu kepada St. Antonius. St. Antonius memaafkan segala perbuatannya. Novis itu bahkan diterima kembali di biara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selain itu sebuah kisah mukjizat yang dibuat Santo Antonius saat ia berkotbah di Toulouse, Perancis mengingatkan kita untuk menghargai Sakramen Ekaristi. Di Toulouse, Santo Antonius dari Padua berdebat sengit dengan seorang penganut bidaah yang tegar hati mengenai Sakramen Ekaristi yang mendatangkan keselamatan. Akhirnya, penganut bidaah tersebut berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">“Marilah kita akhiri perdebatan ini dan berpegang pada fakta yang ada. Jika engkau, Antonius, dapat membuktikan bahwa dalam Ekaristi, betapapun tersembunyinya, terdapat Tubuh Kristus, aku bersedia mengingkari segala macam bidaah apapun dan menyerahkan diri pada iman Katolik.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">St Antonius menjawab dengan penuh iman, “Aku percaya pada Juruselamatku Yesus Kristus, bahwa demi pertobatanmu dan pertobatan orang-orang lainnya, atas belas kasihan-Nya, aku akan mendapatkan apa yang engkau minta.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Penganut bidaah tersebut berdiri; dengan gerakan tangannya ia meminta kepada orang banyak yang menyaksikan adu argumentasi agar tenang. Lalu, katanya, “Dengarkan baik-baik, kalian semua! Aku akan mengurung keledaiku selama tiga hari dan membiarkannya kelaparan. Setelah tiga hari itu, di hadapan orang banyak, aku akan menggiringnya keluar dan memperlhatkan kepadanya setumpuk jerami segar. Sebaliknya, engkau akan memperlihatkan kepadanya apa yang kalian yakini sebagai Tubuh Kristus. Jika keledai yang kelaparan itu, tidak menghiraukan jerami segar, melainkan bergegas menyembah Tuhan-mu, maka aku akan dengan segenap hati percaya pada iman Gereja.” St Antonius segera menyanggupi tantangan tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hari yang dinanti-nantikan itu pun tibalah. Orang banyak datang berduyun-duyun memenuhi alun-alun kota. St Antonius datang bersama serombongan umat beriman. Penganut bidaah itu juga datang bersama serombongan pendukungnya. Orang kudus kita memasuki kapel terdekat, merayakan Misa Kudus dengan amat khusuk. Selesai perayaan, St Antonius keluar di mana orang banyak telah menunggu. Dalam tangannya, ia membawa Tubuh Kristus dengan sangat hormat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sementara itu, keledai yang lapar digiring keluar dari kandangnya dan kepadanya diperlihatkan jerami yang menggugah selera. Dengan penuh iman kepercayaan, St Antonius berkata kepada si keledai, “Demi nama Sang Pencipta, yang, walau tak pantas, aku bawa dalam genggaman tanganku, aku perintahkan kepadamu, hai keledai, segeralah datang mendekat, dan dengan kerendahan hati, tunjukkanlah sembah sujud yang pantas bagi Pencipta-mu, agar orang-orang sesat dapat belajar dari peristiwa ini bahwa setiap ciptaan haruslah sujud menyembah Tuhan, sementara Ia ada dalam genggaman imam di atas altar.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Baru saja St Antonius menyelesaikan perkataannya ketika sang keledai, sama sekali tak mengindahkan jerami segar, berlutut serta menundukkan kepalanya dalam-dalam ke tanah, berlutut di hadapan Sakramen Tubuh Kristus yang hidup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Umat beriman dipenuhi sukacita yang meluap, para penganut bidaah dan orang-orang yang tidak percaya merasa kecewa dan malu. Tuhan dipuji dan disembah, iman Katolik dihormati dan dijunjung tinggi, kekejian ajaran sesat dipermalukan dan dikutuk dengan kutuk abadi. Penganut bidaah itu pun mengingkari ajaran bidaahnya di hadapan mereka semua yang hadir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kita mengetahui bahwa Santo Antonius dari Padua sangat populer digambarkan dengan menggendong Kanak-Kanak Yesus yang berdiri di atas Kitab Suci dan memegang bunga bakung (bunga Lily). </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Nah, apa sebenarnya arti dari penggambaran tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Untuk itu kita akan sejenak menengok latar belakang, yaitu hubungan Antonius dan Fransiskus dari Asisi. <span> </span>Perlu diingat bahwa Antonius dari Padua hanya berusia 14 tahun lebih muda dari Santo Fransiskus dari Assisi, pendiri ordo Fransiskan. Ia menjadi pengikut Fransiskan juga saat Fransiskus masih hidup dan berkarya. Pada saat awalnya bergabung, ia belumlah dikenal sama sekali oleh Fransiskus, tetapi tiga tahun kemudian ia menerima surat pribadi dari Fransiskus yang memintanya mengajar theologi kepada para Fransiskan lainnya. Nah sebagai seorang Fransiskan, ia mengetahui sebuah kisah bahwa Yesus juga menampakkan diri kepada Fransiskus dalam wujud kanak-kanak. Perwujudan sebagai kanak-kanak ini sangat penting bagi para Fransiskan ini, karena Fransiskus sendiri menaruh perhatian pada kesederhanaan dan kemiskinan. Allah yang meninggalkan kemuliaanNya dan memilih menjadi bayi yang kecil, lemah dan tak berdaya adalah pusat perhatian Fransiskus. Dalam peristiwa Natal, Fransiskus melihat Allah yang maha pemurah hadir ke dunia memberikan diri sepenuhnya dalam kerendahan hati dan kemiskinan. Kesederhanaan dan kemiskinan Allah yang berinkarnasi sebagai manusia sangat berpengaruh pada Fransiskus, sehingga bahkan pada ajarannya pada pengikutnya agar mereka melayani Tuhan dalam kemiskinan karena Tuhan telah memiskinkan diriNya bagi kita di dunia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Antonius tentu saja paham dan mengerti ajaran Fransiskus ini, Tetapi lebih dari itu, Antonius bukan saja mencintai Tuhan yang hadir ke dalam dunia dalam peristiwa Natal. Ia juga senantiasa merenungkan kesederhanaan dan penyerahan diri dalam penderitaan Kristus dan kematianNya, sedemikian sehingga kerap kali ia menangis saat diam menatap salib Kristus. Ia juga melihat kesederhanaan Allah dalam peristiwa Ekaristi, karena hanya dengan makanan sederhana roti dan anggur Yesus memberikan diriNya bagi semua orang yang dikasihiNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sehingga, melihat Santo Antonius menggendong Yesus di lengannya, kita melihat seorang Fransiskan yang sejati, yang merengkuh kesederhanaan dan ketidakberdayaan dalam tangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selain itu sebagai seorang pengkotbah, ia dipandang sebagai pewarta Kitab Suci, mengabarkan Sabda Allah yang menjadi manusia, kepada dunia dan khalayak. Kanak-kanak dalam pangkuan Antonius sering pula digambarkan berdiri di atas Injil. Dari sana kita melihat hubungan erat dengan pesan Santo Yohanes, ”Sabda itu telah menjadi manusia”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Tahoma;">Selain itu, Santo Antonius seringkali digambarkan membawa bunga bakung/bunga lily. Jelas bunga lily ini adalah sebuah simbol. Sejak dulu kala bunga lily yang berwarna putih adalah lambang kekudusan, kemurnian dan integritas. Malaikat Gabriel senantiasa digambarkan membawa bunga lily untuk menggambarkan kemurnian Maria saat ia mengunjungi Maria untuk mengabarkan Kabar Sukacita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Tahoma;">Nah seorang bayi lemah tak berdaya yang berada dalam rengkuhan manusia dewasa menggambarkan hubungan kepercayaan yang sangat kuat. Seorang bayi dipercayakan kepada manusia dewasa agar dapat dirawat dan diarahkan dengan benar dan tidak diabaikan apalagi dibahayakan oleh manusia dewasa. Dengan membawa bunga lily, Santo Antonius memiliki integritas dan dipercaya untuk menjaga kanak-kanak yang lemah dan tak berdaya. Dalam dunia dewasa ini, di mana banyak anak-anak menjadi korban keserakahan, pengabaian dan penyalahgunaan, lambang-lambang ini: Santo Antonius, anak kecil dan bunga lily, memberikan banyak ruang bagi kita untuk merenungkan dan mendoakan anak-anak kita, Gereja dan Kristus sendiri yang menjadi hadiah yang dipercayakan bagi manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Tahoma;">Lukisan Santo Antonius menggendong bayi Yesus adalah sebuah lambang dan contoh bagi kita juga. Gambaran tersebut memberikan kita semangat untuk melintasi hidup menuju pada keindahan misteri Kristus yang rendah hati, merendahkan hati bagi kita, yang menjadi rekan bagi kita menjadi pelayan kemanusiaan dan menjadi penyembuh bagi dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Tahoma;">Kanak-kanak Yesus adalah juga gambaran yang disampaikan Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Filipi. Santo Paulus meminta agar kita mengikuti sikap Yesus Kristus yang ”walaupun yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Bab 2 ayat 6-8). Ayat ini juga merupakan bentuk spiritualitas Fransiskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Tahoma;">Inilah bentuk cinta yang memancar dari kanak-kanak Yesus yang digendong oleh Santo Antonius. Dengan pembaptisan, kita sesungguhnya juga senantiasa membawa kanak-kanak Yesus dalam rengkuhan kita, karena iman kita mengajarkan kita bahwa Yesus menyertai kita setiap saat. Seperti Santo Antonius, kita pun dengan gembira, dengan penuh cinta, membawa Kristus dalam perjalanan hidup kita.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemawarta.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemawarta.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=149&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/06/26/santo-antonius-dari-padua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/antoniuspadua.jpg?w=170" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sarasehan Gema Warta, Minggu, 11 May 2008, St. Klemens Sepinggan</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/05/29/sarasehan-gema-warta-minggu-11-may-2008-st-klemens-sepinggan/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/05/29/sarasehan-gema-warta-minggu-11-may-2008-st-klemens-sepinggan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 03:23:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Team Gema Warta telah menyelenggarakan Sarasehan/Workshop pada hari Minggu, tgl 11 May 2008 di Paroki St. Klemens I Sepinggan. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan para calon narasumber, perkenalan program Gema Warta kepada narasumber baru, serta mengumpulkan ide-ide baru dan gres dari para narasumber. Dilakukan pula sosialisasi program-program Off-Air 2008, yaitu antara lain: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=142&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Team Gema Warta telah menyelenggarakan Sarasehan/Workshop pada hari Minggu, tgl 11 May 2008 di Paroki St. Klemens I Sepinggan. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan para calon narasumber, perkenalan program Gema Warta kepada narasumber baru, serta mengumpulkan ide-ide baru dan gres dari para narasumber. Dilakukan pula sosialisasi program-program Off-Air 2008, yaitu antara lain: Pameran Buku Rohani pada bulan Prapaskah dan bulan Advent mendatang, kemudian akan diselenggarakan Tour de Church ke-2, pada tgl 16-17 Agustus mendatang, serta thn 2008 akan ditutup dengan penyelenggaraan Seminar untuk Para Guru Bina Iman Anak se-Kasri, kerjasama dengan Penerbit Kanisius, pada bulan Oktober 2008.</p>
<p>./csw</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemawarta.wordpress.com/142/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemawarta.wordpress.com/142/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=142&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/05/29/sarasehan-gema-warta-minggu-11-may-2008-st-klemens-sepinggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gelar-Gelar Maria</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/05/01/gelar-gelar-maria/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/05/01/gelar-gelar-maria/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 14:52:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mei dan Oktober senantiasa identik dengan Maria, Bunda Yesus Kristus yang terberkati, dikandung tanpa dosa dan diangkat ke surga dengan raganya yang tetap murni. Di awal bulan Mei ini, kami mengangkat sebuah topik yang semoga membuka wawasan kita bersama, betapa Bunda Maria sedemikian dihormati oleh Gereja sehingga sangat banyak gelar-gelar dan sebutan-sebutan yang diberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=163&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"><a href="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/mother-of-god.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-164" src="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/mother-of-god.jpg?w=229&#038;h=300" alt="" width="229" height="300" /></a>Bulan Mei dan Oktober senantiasa identik dengan Maria, Bunda Yesus Kristus yang terberkati, dikandung tanpa dosa dan diangkat ke surga dengan raganya yang tetap murni. Di awal bulan Mei ini, kami mengangkat sebuah topik yang semoga membuka wawasan kita bersama, betapa Bunda Maria sedemikian dihormati oleh Gereja sehingga sangat banyak gelar-gelar dan sebutan-sebutan yang diberikan bagi Bunda Maria untuk menghormati peranannya dalam Gereja sebagai persekutuan umat beriman. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> <span id="more-163"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"><strong>Kenapa Maria diberikan gelar-gelar tertentu?</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Tentu saja karena peranan Bunda Maria sendiri dalam Gereja. Pertama, Maria dipilih Tuhan secara istimewa untuk menjadi Bunda Tuhan Yesus Kristus juru selamat manusia. Pemilihan yang istimewa ini sangat dirasakan akibatnya yang membahagiakan oleh Gereja sepanjang masa.<span>                 </span>Kedua, seperti yang dijelaskan oleh Lumen Gentium No.62, keibuan Maria dalam tata rahmat berlangsung terus tanpa putus, mulai dari persetujuan yang diberikannya dengan setia pada saat menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel dan yang dipertahankannya tanpa ragu sampai di kaki salib sampai kepada kesempurnaan abadi semua orang beriman. Karena setelah diangkat ke surga, Maria tidak meninggalkan tugas ini, melainkan melanjutkannya melalui peraantaraan limpah dengan memberikan kita anugerah keselamatan abadi. Hal itu menunjukkan bahwa peran Maria dalam tata penyelamatan tetap aktual sepanjang sejarah Gereja tanpa terhenti oleh hilangnya Maria secara fisik dari panggung sejarah dunia. Karena itu Maria sungguh melebihi segala makluk di surga maupun di bumi, dan keunggulan ini sekaligus menjadi alasan bagi umat beriman untuk memuji, mencinta khusus, mengagumi dan menghormati Maria sambil meneladani dan memohon bantuan pengantaraan doanya pada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"><strong>Kita tentu saja familiar dengan gelar-gelar yang umum, seperti Perawan yang Terberkati dan Bunda Allah, ada berapa banyak sebetulnya gelar-gelar Maria?</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Sebuah sumber menyebut ada 117 gelar-gelar Maria, tetapi tentu saja kita tidak dapat membahasnya satu-per-satu pada kesempatan ini. Kita akan mambahas gelar-gelar yang utama, dan bagaimana gelar-gelar Maria dilihat dalam beberapa pengelompokkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"><strong>Bagaimana mengelompokkannya?</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Katekismus Gereja Katolik artikel 969 dan Konstitusi Dogmatis tentang Gereja (Lumen Gentium) mengajarkan ada 4 gelar utama Maria dalam kedudukannya sebagai pengacara (advocata), pembantu (ajutrix), penolong (auxiliatrix), dan perantara (mediatrix) (LG 62). Tapi kita akan membahasnya dalam pengelompokkan berdasarkan sifat gelarnya sendiri, yaitu:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Gelar yang bersifat doktrinal</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Gelar yang bersifat devosi</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Gelar karena penampakan atau pengaruh geografis.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Gelar Maria yang bersifat doktrinal adalah gelar-gelar Maria yang secara dogmatis penting bagi Gereja. Gelar-gelar Maria yang bersifat doktrinal ini misalnya Maria Bunda Allah, Maria Perawan Yang Terberkati, Maria Yang Dikandung Tanpa Dosa atau Bunda Gereja adalah contohnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Gelar Maria yang bersifat devosi adalah gelar-gelar yang bersifat puitis atau alegori. Banyak dari gelar-gelar ini yang berasal dari Kitab Suci, seperti Tabut Perjanjian, Menara Gading, Benteng Daud, Bintang Timur, Bintang Samudera dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Sementara gelar karena penampakan atau geografis adalah gelar yang diberikan kepada Maria karena kehadirannya di tempat-tempat tertentu, dan juga penghormatan daerah tertentu kepada Maria yang khusus daerah tersebut, bukan Gereja Katolik seluruhnya, misalnya Bunda Lourdes, Bunda Karmel, Bunda La Salette. Di sebuah paroki di Pakem, Yogyakarta ada gelar ’Kitiran Kencana’ bagi Bunda Maria.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR"><strong>Baiklah, apa saja gelar-gelar Maria karena dogma Gereja?</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Ada beberapa gelar Maria yang bersifat dogma karena berasal dari ajaran resmi Gereja. Ada yang universal, berasal dari konsili ekumenis sekitar abad keempat sehingga diterima baik oleh Gereja Katolik Roma dan juga Gereja Ortodoks Timur seperti gelar Maria Bunda Allah dan ada juga yang lebih baru yang hanya diterima oleh Gereja Katolik seperti gelar Yang Dikandung Tanpa Noda (Imaculata) dan Yang Diangkat Ke Surga (Assumption). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Maria Bunda Allah dalam bahasa Yunani disebut Theotokos adalah gelar Maria yang sangat penting bagi Gereja. Gelar ini didasarkan pada panggilan Elizabeth kepada Maria dalam Injil Lukas 1:43. Gelar ini resmi disandangkan pada tahun pada Konsili Efesus tahun 431. Pada tahun-tahun tersebut berkembang ajaran oleh Nestorius dari Konstantinopel yang memandang bahwa Maria hanya membawa tubuh Yesus sebagai manusia, dan bukan sekaligus keilahianNya. Gelar Maria Bunda Allah membawa implikasi teologis bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh manusia dan sungguh-sungguh Allah sejak pertama Ia dikandung oleh Maria dan dengan demikian gelar itu sekaligus mematahkan ajaran Nestorius dan menyatakan bahwa Nestorianisme adalah sesat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Maria Bunda Allah dirayakan Gereja Katolik dalam pesta setiap setiap tanggal 1 Januari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Selanjutnya kita juga terbiasa dengan sebutan ”Perawan Maria”. Walaupun sangat biasa kita dengar, gelar ini juga memiliki dasar dogmatis yang berasal dari Gereja awal, bahwa Maria tetap perawan sebelum, saat dan sesudah melahirkan Yesus. Hal ini juga berasal dari kutipan ucapan Maria seperti tercatat dalam Injil Lukas 1:34. Ajaran ini berasal dari ajaran Ignatius dari Antiokia, Ambrosius dari Milan dan Agustinus dari Hippo dan akhirnya menjadi ajaran resmi Gereja sejak Sinode Lateran tahun 649. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Selain itu ada sebuah gelar Maria Yang Dikandung Tanpa Dosa atau Immaculata. Gelar ini diberikan bahwa karena kesuciannya untuk mengandung Tuhan, Maria dikecualikan dari dosa asal sejak Maria berada dalam kandungan ibunya. Gereja percaya dan mengajarkan bahwa sejak dikandung karena perkawinan orang tuanya, yaitu St Joachim dan St Anna, Maria diberikan rahmat ilahi oleh Allah, dikecualikan dari dosa dan mengalami kepenuhan rahmat untuk hidup tanpa dosa. Ini<span>  </span>tampak jelas dari salam sukacita dari malaikat Gabriel kepada Maria yang menyebutnya ”penuh rahmat”. Kepercayaan bahwa Maria Dikandung Tanpa Dosa menjadi ajaran resmi Gereja tahun 1854, tetapi sebetulnya kepercayaan bahwa Maria sendiri bebas dari dosa sudah ada sejak lama, bahkan pesta perayaannya pada setiap tanggal 8 Desember sudah dirayakan sejak 1476, sebelum menjadi ajaran resmi Gereja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Akhirnya, sebuah gelar dogmatis terpenting adalah Yang Diangkat Ke Surga atau Maria Assumpta. Gelar ini mengikuti gelar Yang Dikandung Tanpa Dosa dan kepercayaan turun temurun bahwa Maria sungguh-sungguh dikecualikan dari manusia biasa oleh Allah. Kepadanya telah diberikan kepenuhan rahmat hidup tanpa dosa dan pada akhirnya saat paripurna hidupnya ia diberi rahmat terakhir yaitu jiwa dan raganya diangkat ke surga. Gelar dogmatis ini tergolong baru, menjadi ajaran resmi Gereja pada tahun 1950 dari Paus Pius XII dalam konstitusi apostoliknya. Walaupun demikian, kepercayaan bahwa Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya sudah ada dalam tulisan-tulisan sejak abad ke-5.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><strong>Baiklah, apa saja gelar-gelar Maria yang bersifat devosi?</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ada banyak gelar-gelar Maria yang bersifat devosi, seperti “Benteng Daud”, “Benteng Gading/Turris Eburnus”, “Tabut Perjanjian”, “Cermin keadilan/Speculum Justitiae”, “Takhta Kebijaksanaan/Sedes Sapientiae”, “Bintang Timur/Bintang Fajar/Stella Matutina”, “Pintu Surga/Caeli Porta”, “Bintang Samudera/Stella Maris”, “Mawar yang Gaib/Rosa Mystica”, “Hamba Tuhan/Ancilla Domini”, “Ratu Bidadari/Regina Angelorum”, “Ratu Damai/Regina Pacis”, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Sebagian besar gelar di atas berhubungan dengan nubuat dan perlambang dalam Perjanjian Lama yang menubuatkan peran Bunda Maria dalam misteri keselamatan. Beberapa di antaranya berfokus pada kesucian dan peran keibuannya. Selain itu ada pula yang berasal dari kitab Wahyu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">“Benteng Daud” adalah benteng yang berdiri menyolok dan kokoh di puncak tertinggi pegunungan yang mengelilingi Yerusalem. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Benteng yang demikian merupakan sarana pertahanan kota. Dengan benteng itu, peringatan akan dapat segera disampaikan apabila musuh datang menyerang. Maria diperbandingkan dengan Benteng Daud karena kesuciannya, karena ia dikenal sebagai yang penuh rahmat dan karena ia dikandung tanpa dosa. Dengan doa-doa dan teladannya, Maria merupakan bagian dari “sarana pertahanan” Tuhan dengan mana Kerajaan Allah akan berdiri tegak tak terkalahkan dan dosa akan senantiasa dikalahkan (bdk Kid 4:4).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Maria disebut “Benteng Gading”. Gelar ini juga digunakan dalam Kidung Agung (Kid 7:4) yang menggambarkan pengantin terkasih. (Ungkapan serupa, “Istana Gading” digunakan dalam Mazmur 45:9, untuk alasan yang sama). Kedua ilustrasi tersebut menubuatkan hubungan perkawinan antara Kristus dan pengantin-Nya, Gereja, seperti disampaikan dalan Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus. Di sini patut kita ingat, seperti diajarkan dalam Vatikan II, bahwa Maria adalah “serupa Gereja”: Ia mengandung dari kuasa Roh Kudus dan melalui dia, Juruselamat kita masuk ke dalam dunia ini. Gereja, “oleh menerima Sabda Allah dengan setia pula &#8211; menjadi ibu juga. Dan sambil mencontoh Bunda Tuhannya, Gereja dengan kekuatan Roh Kudus secara perawan mempertahankan imannya, keteguhan harapannya, dan ketulusan cinta kasihnya” (Lumen Gentium no. 64).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Gelar “Tabut Perjanjian” mengangkat peran keibuan Maria. Perlu diingat bahwa dalam Perjanjian Lama, Tabut Perjanjian adalah rumah bagi Sepuluh Perintah Allah, Hukum Tuhan. Sementara bangsa Israel dalam pengembaraan menuju tanah terjanji, suatu tiang awan, yang melambangkan kehadiran Allah, akan turun atas atau “menaungi” kemah di mana Tabut disimpan. Yesus datang untuk menggenapi perjanjian dan hukum. Dalam kisah Kabar Sukacita, perkataan Malaikat Agung Gabriel kepada Maria, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau,” (Luk 1:35) menyatakan gagasan yang sama. Karena itu, Maria yang memberi “rumah” Yesus dalam rahimnya; adalah “Tabut” baru, dan bunda dari pelaksana perjanjian yang sempurna dan kekal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Atas dasar ini bermunculan gelar-gelar yang lain: Yeremia menubuatkan bahwa Mesias akan disebut, “TUHAN -<span>  </span>keadilan kita.” (Yer 23:6); sehingga Maria disebut “Cermin keadilan” karena tak seorang pun dapat mencerminkan kasih dan penghormatan kepada Kristus dalam hidupnya lebih baik dari Maria. Karena kemurniannya, kelimpahan kasihnya dan karena ia menjadi “rumah” bagi Yesus, Maria disebut “Rumah Kencana”. Yesus adalah Kebijaksanaan Tuhan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (Yoh 1:14); karenanya, Maria, yang mengandung Kristus, digelari “Takhta Kebijaksanaan”.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Bagi kita, Bunda Maria juga melambangkan pengharapan yang besar. Vatikan II menyatakan, “Sementara itu Bunda Yesus telah dimuliakan di surga dengan badan dan jiwanya, dan menjadi citra serta awal Gereja yang harus mencapai kepenuhannya di masa yang akan datang. Begitu pula di dunia ini ia menyinari Umat Allah yang sedang mengembara sebagai tanda harapan yang pasti dan penghiburan, sampai tibalah hari Tuhan.” (Lumen Gentium no. 68). Karena alasan ini Bunda Maria digelari “Bintang Timur”, karena ia melambangkan orang-orang Kristen yang menang, yaitu mereka yang bertekun dalam iman dan beroleh bagian dalam kuasa Mesianis Kristus dan menang atas kuasa kegelapan yaitu dosa dan maut. Istilah ini dapat ditemukan dalam Kitab Wahyu (Why 2:26-28): “Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk &#8211; sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku &#8211; dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.” Juga dalam Kidung Agung (Kid 6:10) kita temukan, “Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya…”; sama seperti cemerlangnya terang menghalau kegelapan fajar, Maria memaklumkan kedatangan Putranya, yang adalah Terang Dunia (bdk Yoh 1:5-10, 3:19).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Maria juga adalah “Pintu Surga”. Maria adalah sarana yang dipergunakan Kristus untuk datang dari surga demi membebaskan kita dari dosa. Di akhir hidupnya, kita percaya bahwa Bunda Maria diangkat jiwa dan badannya ke surga, suatu kepenuhan janji akan kehidupan kekal dan kebangkitan badan yang dijanjikan Yesus. Sebab itu, Maria adalah pintu melalui mana Yesus masuk ke dalam dunia ini dan pintu kepada kepenuhan janji di mana kita akan beroleh bagian dalam kehidupan kekal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Karena itu, kita memandang Maria sebagai “Bintang Samudera”. Bagaikan bintang samudera membimbing para nahkoda mengarungi lautan berbadai menuju pelabuhan yang aman, demikian juga Maria, melalui segala doa dan teladannya, membimbing kita sepanjang perjalanan hidup kita, kadang melalui samudera yang bergolak, menuju pelabuhan surgawi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Secara keseluruhan, Maria adalah “Mawar yang Gaib”. Mawar dianggap sebagai bunga yang terindah, bunga kerajaan yang harumnya melampaui segala bunga lainnya. Bunda Maria memiliki kekudusan yang manis dan keutamaan yang cantik. Singkatnya, segala gelar ini mengingatkan kita akan pentingnya peran Bunda Maria dalam spiritualitas Katolik, sebagai teladan keutamaan dan kekudusan dalam peran keibuannya, dan sebagai tanda akan kehidupan yang akan datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Pada akhirnya kita merangkum pujian dan kepada Maria dan menyatakan gelar-gelarnya dalam sebuah litani yang bernama Litani Santa Maria. Kita mendapati gelar-gelar tersebut dalam Litani Santa Perawan Maria (terutama versi Loreto), yang disusun sekitar pertengahan abad ke-16. St. Petrus Kanisius mempopulerkan Litani Santa Perawan pada tahun 1558 saat ia mempublikasikannya guna menggairahkan devosi kepada Bunda Maria sebagai tanggapan atas “Reformasi” Protestan yang menyerang devosi-devosi sejenis. Litani ini merupakan seruan gelar pujian kepada Santa Perawan yang digunakan dalam perayaan-perayaan di Gereja Loreto, Italia sejak abad ketigabelas. Litani ini disetujui oleh Paus Sixtus V tahun 1587. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemawarta.wordpress.com/163/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemawarta.wordpress.com/163/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=163&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/05/01/gelar-gelar-maria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/mother-of-god.jpg?w=229" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Santa Bernadette Soubirous</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/04/17/santa-bernadette-soubirous/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/04/17/santa-bernadette-soubirous/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 15:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[
Pada tahun ini, tahun 2008, umat Katolik memperingati 150 tahun penampakan Bunda Maria di Lourdes kepada Bernadetta Soubirous. Peringatannya secara meriah telah kita rayakan pada bulan Februari lalu di Gereja Utuslah Roh-Mu km 45. Bernadetta Soubirous sendiri dikanonisasi dan pestanya dirayakan setiap tanggal 16 April, tanggal ia wafat 129 tahun yang lalu. Malam ini kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=166&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><a href="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/lourdes-apparition.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-168" src="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/lourdes-apparition.jpg?w=510&#038;h=330" alt="" width="510" height="330" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada tahun ini, tahun 2008, umat Katolik memperingati 150 tahun penampakan Bunda Maria di Lourdes kepada Bernadetta Soubirous. Peringatannya secara meriah telah kita rayakan pada bulan Februari lalu di Gereja Utuslah Roh-Mu km 45. Bernadetta Soubirous sendiri dikanonisasi dan pestanya dirayakan setiap tanggal 16 April, tanggal ia wafat 129 tahun yang lalu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Malam ini kami secara singkat mengangkat tema Santa Bernadetta Soubirous dan kisah hidupnya menanggapi penampakan Bunda Maria. <span id="more-166"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Bernadette Soubirous lahir pada tanggal 7 Januari 1844, dari pasangan Francois Soubirous -seorang pengusaha penggilingan gandum yang jatuh miskin- dan isterinya, Louise Casterot. Ia adalah anak pertama dari 9 bersaudara, tetapi 3 di antara meninggal dunia di masa bayinya. Sebetulnya, namanya adalah Marie Bernarde tetapi karena perawakannya yang kecil mungil, ia kemudian biasa dipanggil Bernadette yang berarti Bernarde kecil. Mereka hidup di Lourdes, sebuah desa di Perancis bagian selatan tetapi bahasa yang digunakan di sana bukanlah bahasa Perancis, tapi bahasa Occitan yang mendapat pengaruh dari bahasa Catalan dan bahasa Spanyol.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Ia dibaptis 2 hari setelah kelahirannya, yaitu tanggal 9 Januari yang merupakan hari ulang tahun perkawinan kedua orangtuanya. Keluarga Soubirous hidup dalam kemiskinan dan sejak bayi kesehatan Bernadette kurang baik. Ia sering menderita sakit, terutama asma. Tetapi demikian, ia tetap membantu ibunya mengasuh kelima adiknya. Dan ketika Bernadette telah dianggap cukup umur, ia pun harus bekerja sebagai pembantu dan penggembala ternak. Pada usia 14 tahun, ia adalah anak kecil yang baik, taat dan ramah, tetapi tidak sangat terpelajar, khususnya dalam masalah yang berkaitan dengan doktrin-doktrin dan tradisi-tradisi Katolik.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Suatu hari, pada tanggal 11 Februari 1858, suatu peristiwa yang luar biasa terjadi. Ketika ia bersama adiknya Toinette dan seorang temannya sedang mencari kayu bakar di sebuah gua (grotto) yang disebut Massabielle (=Batu Besar), di tepi sungai Gave dekat kota Lourdes. Dia sendirian di dekat gua sementara dua gadis lainnya beristirahat mengumpulkan kayu. Bernadetta mendengar sesuatu yang aneh:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">&#8220;Suatu hari saya dan dua gadis lain pergi ke pinggir sungai Gave. Tiba-tiba saya mendengar bunyi gemerisik. Saya mengarahkan pandangan ke arah padang yang terletak di sisi sungai, tetapi pepohonan di sana tampak tenang dan suara itu jelas bukan datang dari sana. Kemudian saya mendongak dan memandang ke arah gua di mana saya melihat seorang wanita mengenakan gaun putih yang indah dengan ikat pinggang berwarna terang. Di atas masing-masing kakinya ada bunga mawar berwarna kuning pucat, sama seperti warna biji-biji rosarionya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Saya menggosok-gosok mata saya, kemudian saya tergerak untuk memasukkan tangan saya ke dalam lipatan baju saya di mana tersimpan rosario. Saya ingin membuat tanda salib, tetapi tidak bisa, tangan saya lemas dan jatuh kembali. Kemudian wanita itu membuat tanda salib. Setelah usaha yang kedua saya berhasil membuat tanda salib meskipun tangan saya gemetar. Kemudian saya mulai berdoa rosario sementara wanita itu menggerakkan manik-manik di antara jari-jarinya tanpa menggerakkan bibirnya sama sekali. Setelah saya selesai mendaraskan Salam Maria, wanita itu tiba-tiba menghilang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Saya bertanya kepada kedua gadis yang lain apakah mereka melihat sesuatu, tetapi mereka mengatakan tidak. Tentu saja mereka ingin tahu apa yang telah terjadi. Saya katakan kepada mereka bahwa saya melihat seorang wanita mengenakan gaun putih yang indah, namun saya tidak tahu siapa dia. Saya minta mereka untuk tidak menceritakan hal itu kepada siapa pun. Mereka mengatakan saya bodoh karena memikirkan yang bukan-bukan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Bernadette meminta kepada kedua gadis lainnya untuk menjaga rahasia, tetapi ternyata adiknya mengatakannya kepada ibu mereka. Ibunya memarahinya dan berkata kepadanya agar menghilangkan ilusi tolol dari kepalanya. Tetapi Bernadette meyakini dalam hatinya bahwa kejadian-kejadian itu nyata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Tiga hari kemudian tiga gadis itu kembali ke gua, sambil membawa air suci untuk menguji batinnya. Wanita itu menampakkan diri sekali lagi tetapi hanya Bernadetta yang dapat melihatnya. Ketika Bernadetta menuang air suci ke tanah, wanita itu hanya tersenyum. Sekarang Bernadetta yakin bahwa ini bukan tipuan iblis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Sekarang seluruh desa sadar apa yang terjadi Massabielle. Ketika Bernadette kembali ke gua bersama dengan orang-orang kota untuk ketiga kalinya pada tanggal 18 Februari, wanita itu menampakkan diri lagi dengan permintaan agar Bernadetta kembali 15 kali lagi dengan jarak waktu yang tetap. Dalam penampakan ini, wanita itu berkata secara khusus kepada Bernadetta bahwa dia tidak dapat menjanjikan kebahagiaan baginya di dunia ini, tetapi bahwa kebahagiaan itu akan menunggunya di surga. Sekitar 100 orang desa mengikuti Bernadette ke gua, beberapa saksi menyatakan bahwa mereka merasakan suasana berserah hati selama penampakan kepada Bernadette. Mereka melihat wajah Bernadette diliputi dengan ekspresi hormat dan tunduk. <span style="color:black;">Walaupun sudah sangat santer beredar kabar bahwa adalah Bunda Maria sendiri yang memperlihatkan diri, Bernadette menyatakan bahwa ia sudah menanyakan siapakah wanita itu, tetapi wanita itu hanya tersenyum mendengar pertanyaannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Walaupun sudah ada 100 orang yang menyertainya selama Bernadette menerima penglihatan dari sosok wanita yang konon adalah Bunda Maria, banyak juga orang lain dari Lourdes yang menunjukkan sikap kritis dan meragukannya. Orang-orang tua dan polisi beberapa kali membawa Bernadette untuk ditanyai, ia juga menjalani pemeriksaan kejiwaan. Ia juga ditekan agar tidak kembali ke gua. Walaupun dalam tekanan, Bernadette tetap sabar dan dengan kepolosan tanpa melebih-lebihkan tetap memberikan keterangan yang sama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="FI">Seorang dokter menyertai Bernadette dalam perjalanan berikutnya dan menyimpulkan bahwa dia tidak menemukan apa-apa yang abnormal dalam diri Bernadette selama mengalami ekstase. Itu terjadi pada tanggal 21 Februari, penampakan keenam kepada Bernadette, ketika perempuan itu berkata kepada Bernadette:</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;">&#8220;Berdoalah bagi para pendosa.&#8221;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;">Sejumlah besar orang sekarang mengikuti Bernadette ke gua Masabielle, para pejabat pemerintah gelisah bahwa orang akan terluka atau jatuh di sekeliling lubang gua. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Maka Prokur Kerajaan, M. Dutour, berkata kepada Bernadette agar dia tidak turun lagi ke gua. Tetapi Bernadette menolaknya sebab dia berjanji kepada perempuan itu untuk kembali. Terkejut atas kebulatan tekad Bernadette, Prokur berkata dia akan memikirkannya. Komisaris polisi, Dominique Jacomet, berharap Bernadette menghentikan apa yang dianggap sebagai tebakan. Bagaima-manapun, berdasarkan interogasi komisaris tidak menemukan inkon-sistensi dari kisah Bernadette, maka dia hanya mengancam Bernadette dengan hukuman penjara jika dia kembali ke gua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Ayah Bernadette datang ke kantor polisi mengajak Bernadette pulang ke rumah, dan komisaris memperingatkan dengan keras kepada mereka berdua agar tidak kembali ke gua. Perintah polisi itu ditentang, dalam perjalanan pulang ke rumahnya Bernadette berbalik dan kembali ke gua. Dibayang-bayangi oleh polisi dan orang banyak yang mengikutinya, Bernadette tidak menerima penampakan hari itu, tetapi dia harus menanggung ejekan yang menyakitkan hati dari orang-orang yang memfitnah dan yang tidak percaya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Dua hari kemudian, pada tanggal 23 Februari, Bernadette kembali ke gua dan dianugerahi dengan penampakan Maria lain, yang meminta dengan sangat:</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">&#8220;Penitensi!&#8221;</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Hari berikutnya Maria berkata kepada Bernadette: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">&#8220;Minumlah dari sumber air ini dan mandilah di situ.&#8221;</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Bingung karena tidak ada sumber air di Gua Massabielle, Bernadette mulai menggali tanah dengan rasa takut, menimbulkan tertawaan dan cemoohan dari orang banyak yang berpikir dia mulai gila. Tetapi tercenganglah orang banyak itu, kelembaban mulai merembes dari tanah yang telah digalinya, dan Bernadette mengambil air, meminumnya, dan mengotori mukanya dengan lumpur. Orang banyak menertawakannya dan menganggap ia hanya berbohong. Tetapi beberapa hari aliran air yang kecil itu mengeluarkan lebih banyak air yang jernih dan berubah menjadi mata air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Penduduk setempat mulai mengikuti Bernadette untuk minum dan mandi dari sumber air yang kini jernih tidak berlumpur itu. Seorang penduduk desa, Catherine Latapie menyatakan bahwa ia lengannya yang tadinya lumpuh dapat digerakkan kembali setelah ia mandi di sumber air itu. Kejadian ini menjadi catatan pertama mengenai kesembuhan yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Pada penampakan yang ketigabelas pada tanggal 2 Maret Bernadette diperintahkan untuk mengatakan kepada imam agar membangun kapel di Gua Massabielle. Wanita itu berkata kepada Bernadette bahwa orang-orang harus datang ke gua dalam bentuk prosesi, tetapi Abas Peyramale berkata dengan sangat kasar kepada Bernadette bahwa dia tidak biasa menerima perintah dari penampakan-penampakan aneh, dan bahwa jika perempuan itu menginginkan kapel dan prosesi-prosesi di gua pertama-tama dia hams mengidentifikasikan dirinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Pada penampakan yang keempat belas pada tanggal 3 Maret, Bernadette menanyakan nama sang wanita tersebut, tetapi menurut Bernadette, wanita itu hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum, tidak memberikan jawaban apapun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Keesokan harinya, pada 4 Maret, Bernadette diikuti 9 ribu orang kembali ke gua. Untuk kedua kalinya Bernadette menanyakan nama wanita itu. Tetapi menurut Bernadette, kembali wanita itu hanya tersenyum. Ketika Bernadette menceritakannya kepada Abas Peyramale, Abas hanya tersenyum mendengarnya, dan meyakinkan Bernadette bahwa wanita itu menertawakannya dan Abas menyuruh Bernadette untuk tidak kembali ke gua itu. Tapi Bernadette walaupun sempat merasa bimbang, merasa bahwa ia harus tetap pergi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Tiga minggu kemudian barulah Bernadette kembali ke gua pada tanggal 25 Maret, Hari Raya Kabar Sukacita Maria dan penampakan ke-16 kepada Bernadette. Bernadette berkata bahwa setelah tiga kali pertanyaannya dijawab dengan senyum, setelah Bernadette bertanya untuk keempat kalinya, wanita itu tidak tersenyum. ”Dengan lengannya ke bawah, wanita itu mengangkat tatapannya ke surga, dan kemudian dengan mengatupkan tangannya ke dada, ia berkata kepada Bernadette dalam bahasa Occitan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">&#8220;Que soy era Immaculado Councepciou!&#8221; </span></em><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">(&#8220;Aku adalah Yang Dikandung Tanpa Dosa&#8221;)</span></em><span style="font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Bernadette, gadis sederhana dengan sedikit pendidikan, tentu saja tidak tahu arti &#8220;Dikandung Tanpa Dosa&#8221;, tetapi segera menyampaikan pesan itu kepada Abas Peyramale. Mendengar kata-kata Bernadette, hati Abas terpana. Abas bertanya sekali lagi, apakah Bernadette yakin dengan ucapannya. Bernadette berkata bahwa ia yakin, dan ia mengatakan bahwa ia mengulang-ulangi kata-kata wanita itu agar ia tidak lupa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Empat tahun sebelumnya yaitu tanggal 8 Desember 1854 Paus Pius IX dalam ensikliknya Ineffabilis Deus mengeluarkan dogma bahwa Bunda Maria dikandung tanpa dosa. Sudah sejak semula umat beriman secara tradisi percaya bahwa Bunda Maria sungguh-sungguh mulia dan tanpa dosa karena mengandung Tuhan sendiri. Tetapi ungkapan teologis ’Yang Dikandung Tanpa Dosa/Immaculata Conceptio’ tidak banyak dikenal umat selain para tertahbis yang mendalami teologi dan filsafat. Ketika ungkapan ini keluar dari mulut Bernadetta, yang bahkan buta huruf, Abas Peyramale baru diyakinkan bahwa wanita itu adalah sungguh-sungguh Perawan Maria Yang Terberkati dan bahwa dia datang meneguhkan dogma Immaculata Conceptio.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Sebuah tempat suci segera dibangun di Gua Massabielle, dan sumber airnya segera terkenal karena daya penyembuhannya. Pada tanggal 18 Januari 1862, Uskup Lawrence, Uskup Tarbes, keuskupan yang membawahi Lourdes, mengeluarkan surat yang mengakui pe­nampakan-penampakan di Lourdes sebagai penghargaan iman:</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">”Kami meyakinkan bahwa Penampakan ini supranatural dan berasal dari Allah&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;">Bernadette menerima penampakan Maria yang ke-18 dan itu adalah penampakan Bunda Maria yang terakhir kalinya bagi Bernadette pada tanggal 16 Juli 1858, pada Pesta Perawan Maria dari Gunung Karmel. Bernadette tidak pernah mencari nama tenar dan popularitas, dalam banyak hal ia berharap dapat hidup dengan tenang karena peristiwa penampakan Bunda Maria dan keajaiban-keajaiban yang terjadi menarik perhatian banyak orang di seluruh Perancis dan wilayah sekitarnya. Dalam beberapa tahun setelahnya ia senantiasa dengan sabar menghadapi banyak orang-orang yang ingin menemuinya: orang-orang yang berharap kesembuhan hanya dengan menemuinya, orang-orang yang meragukannya, orang-orang yang tidak percaya dan menentang, orang-orang penasaran yang ingin mendengar langsung darinya. Banyak orang yang menceritakan betapa Bernadette selalu sangat sabar, murah hati dan toleran kepada banyak pengunjung yang muncul begitu saja ingin menemuinya. Bahkan banyak orang yang ragu dan menolak penampakan Bunda Maria terkesan terhadap Bernadette yang tetap rendah hati, jujur dan lugas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;">Walaupun dengan sabar ia menemui tamu-tamunya, Bernadette semakin tertarik dengan ide memasuki biara untuk dapat hidup tenang. Awalnya ia tertarik memasuki biara Karmel, tapi kondisi kesehatannya tidak memungkinkannya mengikuti rutinitas biara Karmelit yang berat. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Akhirnya ia memutuskan dan diterima dalam biara para Suster Charitas di Nevers, Perancis, pada usia 22 tahun. Saat tiba pertama kalinya di biara ia diminta untuk menceritakan lagi penglihatannya di hadapan para suster yang sedang berkumpul, tetapi setelah ia selesai menceritakannya, suster kepala melarang ia dan seluruh suster lain membahas penglihatannya lagi dan hidup senormal mungkin di biara seperti suster lainnya. Ia sangat senang dengan larangan tersebut walaupun suster kepala mengijinkannya sesekali menemui imam-imam senior dan uskup yang melakukan wawancara untuk keperluan Gereja. Ia hidup senormal mungkin di biara dan akhirnya memperoleh kemampuan baca dan tulis. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Ia bekerja merawat orang sakit, dan membuat hiasan-hiasan taplak altar dan jubah-jubah. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Suster Marie-Bernarde (nama biara Bernadette) sering sakit selama di biara, menderita TBC, sakit tulang, tumor, asma, dan kesehatan yang memburuk secara keseluruhan. Dalam suatu serangan asma yang berat, ia meminta air dari mata air di Lourdes, dan serangan asmanya secara ajaib berkurang dan ia tidak pernah menerima serangan asma yang buruk lagi. Tapi Suster Marie-Bernarde tidak memohon kesembuhan dari mata air Lourdes lagi saat ia menderita tuberkulosis pada tulang lutut kanannya. Ketika ditanya mengapa ia tidak pergi ke Lourdes untuk memohon kesembuhan, Bernadette mengatakan bahwa kesembuhan dari Lourdes bukanlah untuknya, tetapi untuk mereka yang lebih sakit daripadanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Ia menyaksikan perkembangan Lourdes menjadi tempat ziarah ketika dia masih tinggal di Lourdes antara usia 14-22 tapi sesudah masuk biara ia tidak tahu-menahu lagi dan ia bahkan juga tidak hadir saat pemberkatan Basilika Yang Dikandung Tanpa Dosa pada tahun 1876. Kesehatannya semakin memburuk karena serangan TBC dan ia meninggal pada usia 35 tahun pada tanggal 16 April 1879.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Suster Nathalie Portat yang menjaga Suster Bernadette menceritakan bahwa Bernadette kerap menampakkan ekspresi wajah menahan kesakitan dan meminta rekan-rekannya mendoakan jiwanya. Pada saat terakhirnya, ia menceritakan bahwa Suster Bernadette mendoakan Salam Maria dengan penuh kerendahan hati bagaikan seorang anak perempuan kecil pada ibunya menyatakan dua kali ’Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini” Beberapa saat kemudian Bernadette membuat tanda salib, minum beberapa tetes air dan meninggal dalam kedamaian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Ketika tubuh Suster Marie-Bernarde digali 30 tahun kemudian pa­da tanggal 30 September 1909, pihak penyelidik Gereja yang dipimpin oleh Uskup Nevers, Mgr. Gauthey, di hadapan dua dokter dan seorang suster komunitasnya, menemukan tubuhnya tidak rusak. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;">Tidak busuk, tidak bau, tidak rusak sedikit pun &#8211; meskipun kulitnya menjadi kering dan tampak hitam setelah dimandikan, maka wajah dan tangannya dibalut dengan lilin untuk menyembunyikan perubahan warna. Walaupun demikian, Rosario dan salib dalam genggamannya berkarat. Mereka membersihkan dan mengenakan pakaian baru sebelum memakamkannya kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;">Pada penggalian yang terakhir, tanggal 18 April 1925, tubuh Bernadette tetap tampak tidak ada tanda pembusukan, walaupun ada perubahan warna pada wajah dan lesakan pada mata dan hidung. Gereja setempat kemudian membuat cetakan wajahnya dengan lilin berdasarkan foto-foto aslinya dan melapisinya di wajah aslinya yang menghitam. Dewasa ini, tubuhnya tetap diperlihatkan dalam peti kaca di kapel biaranya, St. Gildard, di Nevers, Perancis, sebagai pernyataan bagi Perawan Maria dari Lourdes. Kapelnya menjadi tujuan peziarahan dan tubuhnya tetap utuh hingga hampir 130 tahun setelah kematiannya pada tanggal 16 April 1879.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Bernadette Soubirous dikanonisasi menjadi orang kudus pada tanggal 8 Desember 1933 &#8211; Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Dosa. Setiap tahun jutaan orang datang berdoa di tiga basilika Lourdes dan mengunjungi Gua Massabielle mengambil bagian dalam penyembuhan melalui sumber air, yang telah menyembuhkan begitu banyak orang dari penyakit fisik dan rohani. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;">Salah satu penyembuhan yang paling terkenal adalah penyembuhan mata Louis Bouriette. Bouriette adalah tukang batu setempat, matanya yang satu buta, yang membantu untuk membangun kolam di sekeliling sumber yang telah ditemukan Bernadette. Ketika dia menggosok matanya yang buta dengan lumpur dan berdoa kepada Perawan Maria, secara ajaib matanya dapat melihat.<sup> </sup>Pada tahun 1986, 63 keajaiban lainnya telah dibuktikan kebenarannya oleh pemeriksa medis yang independen sebagai penghargaan iman. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Ia adalah pelindung bagi orang sakit, keluarga, penggembala dan orang miskin. Sebuah catatan diberikan kepada kanonisasinya bahwa ia menerima sebutan orang kudus bukan sepenuhnya karena ia menerima penampakan Bunda Maria, tetapi terutama karena kesederhanaan dan kekudusan hidupnya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV">Lourdes pada pertengahan abad kesembilan belas adalah kota kecil di perbatasan dengan benteng-benteng pertahanan, sebuah tanda pertempuran-pertempuran di masa silam dengan penduduk yang bersandar pada kegiatan agrikultur dan hampir semua adalah penganut Katolik. Kini Lourdes memiliki populasi 15 ribu orang tapi sanggup menampung lima juta peziarah selama masa peziarahan antara bulan Maret hingga Oktober. Diperkirakan Lourdes telah menerima peziarahan 200 juta orang sejak tahun 1860.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Pesta Santa Bernadette Soubirous dirayakan Gereja Katolik pada tanggal 16 April. Secara istimewa pula 16 April adalah ulang tahun Bapa Suci kita tercinta Paus Benediktus XVI. Tanggal 19 April ini pula kita merayakan 3 tahun masa pontifikat Bapa Suci kita. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemawarta.wordpress.com/166/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemawarta.wordpress.com/166/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=166&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/04/17/santa-bernadette-soubirous/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/lourdes-apparition.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Para Malaikat Allah</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/04/10/para-malaikat-allah/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/04/10/para-malaikat-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 14:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[
 
Dalam peristiwa Paskah dikisahkan dua orang yang pakaiannya berkilauan menyatakan kepada para wanita yang melihat kubur Yesus telah kosong, bahwa Yesus telah bangkit. Mereka adalah para malaikat Allah, pembawa kabar kepada manusia. Dalam kitab suci kita juga membaca sangat banyak perikop-perikop yang mengisahkan para Malaikat Allah dan peran mereka dalam kerajaan Allah dan kehidupan manusia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=160&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><a href="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/st-jerome-and-the-angel.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-161" src="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/st-jerome-and-the-angel.jpg?w=500" alt="" width="500" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam peristiwa Paskah dikisahkan dua orang yang pakaiannya berkilauan menyatakan kepada para wanita yang melihat kubur Yesus telah kosong, bahwa Yesus telah bangkit. Mereka adalah para malaikat Allah, pembawa kabar kepada manusia. Dalam kitab suci kita juga membaca sangat banyak perikop-perikop yang mengisahkan para Malaikat Allah dan peran mereka dalam kerajaan Allah dan kehidupan manusia. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Kami secara khusus mengangkat tema para malaikat Allah.<span id="more-160"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Sebelum kita masuk ke dalam topik kita tentang malaikat, mungkin menarik untuk diketahui bahwa kata malaikat dalam Bahasa Indonesia kita, berasal dari kata bahasa Arab yang yaitu kata ”Malaaikah”. Kata ini juga berasal dari bahasa Ibrani ”mal’akh” yang berarti pembawa pesan. Dalam bahasa-bahasa Eropa, seperti angel dalam bahasa Inggris atau angelus dalam bahasa Latin, berakar pada kata Yunani angelos, yang berarti pembawa pesan atau messenger. Sesuai dengan namanya, para malaikat bertugas membawa pesan dan misi dari Tuhan. Tuhan mengutus para malaikat untuk menyatakan kehendak-Nya, untuk membimbing, mengajar, menegur serta menghibur umat-Nya. Kita dapat menemukan dalam Kitab Suci bagaimana para malaikat tampil sebagai utusan Tuhan, mulai dari Kitab Kejadian dan sepanjang sejarah bangsa pilihan Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, kita juga mengenal para malaikat lewat ajaran-ajaran Yesus sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Lalu siapakah para malaikat itu? Malaikat adalah makhluk rohani yang diciptakan Allah, artinya mereka tidak memiliki tubuh ragawi: tidak memiliki daging atau darah. Malaikat tidak dilahirkan, tetapi diciptakan Allah. Karena tidak memiliki tubuh, maka mereka tidak menjadi tua dan mati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Malaikat memiliki kehendak dan budi. Sama seperti kita, para malaikat juga menerima rahmat dan kasih Tuhan. Tetapi, karena malaikat tidak mempunyai tubuh ragawi dan tidak tumbuh dan berkembang, tanggapan mereka atas kasih Tuhan juga tidak memerlukan waktu dan refleksi agar dapat tumbuh dan berkembang. Bagi mereka, keputusan untuk mengikuti Tuhan dan mentaati-Nya ditetapkan satu kali untuk selamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Tuhan amat mengasihi manusia dan Ia memberikan kepada manusia sekaligus jiwa dan roh! Sama seperti para malaikat, kita juga mempunyai<span>  </span>kebebasan untuk mengikuti Tuhan dan mentaati-Nya. Tetapi karena kita memiliki tubuh ragawi, kita tumbuh dan berkembang; kita belajar sementara kita tumbuh dewasa. Oleh karena itu kita juga bertumbuh setiap hari dalam menentukan pilihan untuk mencintai dan melayani Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Ada malaikat yang baik yang mengikuti dan mentaati Tuhan. Ada juga malaikat yang karena kesombongannya menolak untuk taat kepada perintah Tuhan. Mereka ingin menggunakan kekuatannya untuk kepentingan mereka sendiri. Para malaikat yang memberontak ini kita sebut setan atau iblis. Raja para iblis ialah Lucifer. Kesombongan setan menciptakan neraka. Di neraka tidak ada Tuhan dan dengan demikian untuk selamanya tidak ada harapan untuk memperoleh keselamatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Kita tidak tahu seperti apa para malaikat itu ketika mereka berada disekeliling Tahta Allah. Atau bahkan apakah mereka punya penampilan, mengingat mereka adalah makhluk rohani. Penampilan mereka di bumi tentulah amat menggentarkan dan menakjubkan. Banyak kali disebutkan dalam Kitab Suci bahwa kata-kata pertama mereka adalah “Jangan takut.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Nah, apa sih yang dilakukan malaikat? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Pertama</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">, Malaikat memandang, memuji dan memulikan Allah di hadirat-Nya yang Ilahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Hendaknya disadari bahwa setiap kita mempunyai seorang malaikat pelindung. Yesus sendiri pernah bersabda, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena<span>  </span>Aku berkata kepadamu; ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga” (Mat 18:10), bdk. teks lain: Why 5:11 dst, tentang para malaikat yang menggelilingi tahta Allah; Luk. 15:10 tentang para malaikat yang bersukacita atas jiwa orang berdosa yang bertobat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Kedua</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">, Malaikat merupakan sebutan yang menggambarkan peran mereka dalam interaksinya dengan dunia ini. Malaikat berarti pembawa pesan atau utusan. Kitab suci melukiskan peran malaikat sebagai utusan Allah yang menyampaikan pesan, melaksanakan keadilan atau pun memberikan kekuatan serta penghiburan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Beberapa contoh dari Kitab Suci tentang hal ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Kej. 3:24 : setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka diusir dan Kerubim ditempatkan Tuhan untuk menjaga jalan masuk taman Eden.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Kej. 19 : Malaikat melindungi Lot dan keluarga di Sodom dan Gomora</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Kej. 22 : Malaikat menghentikan Abraham ketika hendak mempersembahkan Isak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Kis 10:1dst : Malaikat menampakan diri pada Kornelius dan menghantarnya sampai pertobatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Kis. 12:1dst : Malaikat membebaskan Petrus dari penjara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Dalam Perayaan Ekaristi, kita juga menguduskan nama Allah bersama paduan suara malaikat. Tradisi Gereja yang berasal Paus Gregorius Agung dan Pseudo-Dionysius di abad ke-5 menyatakan bahwa malaikat digolongkan dalam SEMBILAN paduan suara. Dikenal dengan sebutan paduan suara para malaikat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">KETIGA PADUAN SUARA yang pertama MENATAP DAN BERSEMBAH SUJUD langsung di hadapan Tuhan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">1. SERAFIM, artinya “yang bernyala-nyala”. Serafim memiliki nyala kasih yang paling berkobar di hadapan Tuhan dan hadir di hadapan Tuhan dengan pemahaman yang sungguh mendalam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">2. KERUBIM, artinya “kesempurnaan kebijaksanaan”. Kerubim berdiri di hadapan kebijaksanaan Ilahi; merenungkan penyelenggaraan dan rancangan Allah bagi makluk ciptaan-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">3. TAHTA/OPHANIM, melambangkan keadilan Ilahi dan kuasa pengadilan. Tahta berdiri dengan merenungkan kuasa dan keadilan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">KETIGA PADUAN SUARA berikutnya MENUNAIKAN RENCANA PENYELENGGARAAN ILAHI bagi alam semesta :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">1. PENGUASA/DOMINION/KURIOTES, nama ini menyiratkan otoritas. Dikenal juga sebagai pemimpin paduan suara yang lebih kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">2. KEUTAMAAN/VIRTUES/DUNAMIS, nama ini menimbulkan kesan daya atau kekuatan. Dikenal siap melaksanakan perintah Penguasa dan memimpin kelompok surgawi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">3. KEKUATAN/POWERS/EXOUSIA, nama itu menunjuk pada tugas menghadapi serta melawan kuasa-kuasa jahat yang menentang rancangan peyelenggaraan Ilahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">KETIGA PADUAN SUARA yang terakhir berhubungan langsung DENGAN MASALAH-MASALAH Manusia:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">1.<span>  </span>KERAJAAN/PRINCIPALITIES/ARCHE,<span>  </span>melindungi kerajaan-kerajaan duniawi, seperti bangsa-bangsa atau kota-kota.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">2. MALAIKAT AGUNG, menyampaikan pesan-pesan Allah yang paling penting kepada umat manusia. (Bdk. Malaikat Mikael-Gabriel dan Rafael)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">3. SETIAP MALAIKAT, mengemban tugas sebagai pelindung setiap kita. Sering disebut malaikat pelindung masing-masing kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Lebih lanjut, Malaikat Agung adalah “penghulu atau pemimpin para malaikat” (Yudas 1:9; 1 Tes 4:16). Dari ketujuh Malaikat Agung, hanya ada tiga yang kita kenal namanya, yaitu Malaikat Agung <strong>St. Mikhael, St. Gabriel </strong>dan<strong> St. Rafael</strong>. Para Malaikat Agung mempunyai empat tugas utama: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Memimpin pertempuran melawan setan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Menyelamatkan jiwa-jiwa orang beriman dari kuasa musuh, terutama pada saat kematiannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Menjadi kemenangan bagi umat pilihan Tuhan, yaitu bangsa Israel dalam Perjanjian Lama dan umat Kristen dalam Perjanjian Baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Membimbing jiwa-jiwa dari dunia dan membawanya ke pengadilan akhir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Mereka disebut malaikat agung oleh karena peran penting mereka dalam rencana Allah. St Mikhael, yang namanya berarti, “siapa yang seperti Allah”, memimpin bala tentara malaikat yang mencampakkan setan dan para malaikat yang memberontak ke dalam neraka; pada akhir zaman, St Mikhael akan menghunus pedang keadilan guna memisahkan yang baik dari yang jahat (bdk Why 12:7dst). St Gabriel, yang namanya berarti, “kekuatan Allah” menyampaikan kabar kepada Santa Perawan Maria bahwa ia telah dipilih menjadi Bunda Sang Juruselamat (bdk Luk 1:26-38). St Rafael, yang namanya berarti “kesembuhan dari Allah”, menyembuhkan mata Tobit yang buta (bdk Tobit 5).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">St. Mikhael adalah Panglima Perang Balatentara Surgawi. Namanya berarti &#8220;Siapa dapat menyamai Tuhan?&#8221; yaitu pertempuran dahsyat bala tentara surgawi melawan pemberontakan Lucifer, si raja iblis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">St. Mikhael</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> beberapa kali ditampilkan dalam Kitab Suci, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Dalam Kitab Daniel bab 10 dikisahkan bagaimana Mikhael menenangkan hati Daniel setelah Daniel memperoleh suatu penglihatan. Mikhael berjanji untuk menjadi penolongnya dalam segala hal. Dalam Kitab Daniel bab 12, Mikhael disebut sebagai “pemimpin besar<span>  </span>yang akan mendampingi anak-anak bangsa pilihan Tuhan.” Dalam Kitab Yudas ayat 9 diceriterakan bagaimana Mikhael bertengkar dengan iblis mengenai mayat Musa. Dalam Kitab Wahyu bab 12, Yohanes menggambarkan pertempuran besar di surga di mana Mikhael berhasil menghalau para malaikat yang memberontak dari surga. Oleh karena kemenangannya itu, Gereja Katolik mengangkatnya sebagai Pelindung Gereja. Malaikat Agung St. Mikhael biasa dilukiskan berpakaian baju baja, membawa tombak dan kakinya menginjak leher seekor naga.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Gereja memohon pertolongannya bagi orang-orang yang menghadapi ajal, perlindungan dalam peperangan, pengakuan dosa, dan menghantar jiwa-jiwa dari api penyucian menuju surga. St. Mikhael kelak akan menjadi pelindung orang-orang Kristen pada masa anti-Kristus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Gabriel</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> berarti “Tuhan kemenanganku”. St. Gabriel dianggap sebagai utusan khusus untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada manusia. Namanya dicatat dalam Kitab Daniel 8:16; 9:21 sebagai utusan untuk menjelaskan penglihatan-penglihatan yang diperoleh Daniel. Dalam Injil Lukas, dikisahkan Gabriel menyampaikan berita kelahiran Yohanes Pembaptis kepada Zakharia serta menyampaikan kabar sukacita kelahiran Yesus, Tuhan dan Penyelamat kita, kepada Bunda Maria.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Rafael</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> berarti “Tuhan menyembuhkan”. Namanya disebutkan dalam Kitab Tobit, di mana dikisahkan Rafael menyamar sebagai manusia untuk menemani seorang pemuda bernama Tobia dalam suatu tugas serta memberikan obat kepadanya guna menyembuhkan mata ayahnya yang buta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Pesta Malaikat Agung St. Mikhael, St. Gabriel dan St. Rafael dirayakan oleh Gereja setiap tanggal 29 September. Dalam pesta para malaikat ini kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas demikian banyak cara yang dilakukan Tuhan untuk melindungi dan memelihara kita. Kita juga diingatkan akan kekayaan dan keanekaragaman karya ciptaan Tuhan yang melebihi batas pengetahuan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Para malaikat adalah juga pelindung kita. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, “Sejak masa anak-anak sampai pada kematiannya malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan dan doa permohonan” (No. 336). St Basilius (wafat 379) menegaskan, “Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan” (Adversus Eunomium, III, 1). Sebagian besar dari kita, semenjak kecil telah belajar mendaraskan doa sederhana kepada malaikat pelindung kita, “Malaikat Allah, pelindungku tersayang, dengan perantaraan siapa kasih Allah dinyatakan kepadaku. Sejak saat ini dampingilah aku, untuk menerangi, melindungi, memimpin dan membimbingku.” Sebagian dari para kudus dapat melihat malaikat, seperti St Petrus (Kis 12:1-19), atau melihat malaikat pelindung mereka, seperti St Padre Pio dan St Elizabeth dari Hungaria.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Oleh karena cinta kasih Allah yang luar biasa kepada kita, Ia telah memilih para malaikat terberkati di surga dan mengutusnya untuk menjadi pelindung kita masing-masing begitu kita dilahirkan. Malaikat pelindung akan melindungi dan menjaga kita selama ziarah kita di dunia agar kelak kita dapat selamat sampai ke rumah kita yang sesungguhnya, yaitu surga, di mana kita boleh bersatu dengan Bapa untuk selamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">&#8220;Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;<span>  </span>sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.&#8221; (Mazmur 91: 10-12)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Tugas malaikat pelindung ialah membimbing kita kepada pemikiran, perbuatan dan perkataan yang baik serta menghindarkan kita dari yang jahat. Ia mendorong kita untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan. Malaikat pelindung berbicara dalam hati nurani kita agar kita melaksanakan kehendak Tuhan. Namun, sering terjadi suaranya lenyap tak kedengaran, karena pada saat yang sama si iblis membangkitkan kesombongan kita serta meraung-raung di telinga kita dengan hasutan-hasutannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Agar kita lebih peka terhadap bisikan malaikat pelindung, kita perlu membina hubungan baik dengannya, yaitu dengan berdoa memohon perlindungan serta penyertaannya. Sudah selayaknya kita mengikuti bimbingan malaikat pelindung kita. Tuhan amat merindukan kita ada bersamanya di surga kelak. Malaikat pelindung adalah salah satu dari sekian banyak cara yang dilakukan Tuhan agar kita sampai kepada-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Gereja merayakan pesta untuk menghormati malaikat pelindung setiap tanggal 2 Oktober. Paus Paulus V yang menetapkan pesta ini pertama kalinya bagi Gereja Semesta pada tahun 1608 sementara Paus Clement X yang menetapkan harinya, yaitu 2 Oktober.<span>    </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemawarta.wordpress.com/160/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemawarta.wordpress.com/160/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=160&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/04/10/para-malaikat-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/st-jerome-and-the-angel.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Devosi Kerahiman Ilahi</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/04/03/devosi-kerahiman-ilahi/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/04/03/devosi-kerahiman-ilahi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 10:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu setelah Paskah dirayakan oleh Gereja Katolik sebagai Pesta Minggu Kerahiman Ilahi, devosi yang didasarkan oleh catatan harian Santa Faustina dari Kowalska-Polandia, seorang biarawati dari Kongregasi Suster-suster Santa Maria Yang Berbelas Kasih. Kita diingatkan bahwa Allah mengasihi kita &#8211; semuanya, tak peduli betapa berat dosa kita. Tuhan ingin kita tahu bahwa belas kasih-Nya jauh lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=153&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><a href="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/kerahiman-ilahi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-154" src="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/kerahiman-ilahi.jpg?w=197&#038;h=300" alt="" width="197" height="300" /></a>Seminggu setelah Paskah dirayakan oleh Gereja Katolik sebagai Pesta Minggu Kerahiman Ilahi, devosi yang didasarkan oleh catatan harian Santa Faustina dari Kowalska-Polandia, seorang biarawati dari Kongregasi Suster-suster Santa Maria Yang Berbelas Kasih. Kita diingatkan bahwa Allah mengasihi kita &#8211; semuanya, tak peduli betapa berat dosa kita. Tuhan ingin kita tahu bahwa belas kasih-Nya jauh lebih besar daripada segala dosa kita; Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan, menerima belas kasih-Nya dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada sesama. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Dengan demikian segenap umat manusia akan ikut ambil bagian dalam sukacita-Nya.<span id="more-153"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Helena Kowalska dilahirkan di Glogowiec, Polandia pada tanggal 25 Agustus 1905 sebagai anak ketiga dari sepuluh putera-puteri pasangan suami isteri Katolik yang saleh Stanislaw Kowalski dan Marianna Babel. Ayahnya seorang petani merangkap tukang kayu. Keluarga Kowalski, sama seperti penduduk Glogowiec lainnya, hidup miskin dan menderita dalam penjajahan Polandia oleh Rusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Helena hanya sempat bersekolah hingga kelas 3 SD saja. Ia seorang anak yang cerdas dan rajin, juga rendah hati dan lemah lembut hingga disukai orang banyak. Sementara menggembalakan sapi, Helena biasa membaca buku; buku kegemarannya adalah riwayat hidup para santa dan santo. Seringkali ia mengumpulkan teman-teman sebayanya dan menjadi `katekis&#8217; bagi mereka dengan menceritakan kisah santa dan santo yang dikenalnya. Helena kecil juga suka berdoa. Kerapkali ia bangun tengah malam dan berdoa seorang diri hingga lama sekali. Apabila ibunya menegur, ia akan menjawab, “Malaikat pelindung yang membangunkanku untuk berdoa.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Ketika usianya 16 tahun, Helena mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga agar dapat meringankan beban ekonomi keluarga. Tetapi, setahun kemudian ia pulang ke rumah untuk minta ijin masuk biara. Mendengar keinginan Helena, ayahnya menanggapi dengan tegas, “Papa tidak punya uang untuk membelikan pakaian dan barang-barang lain yang kau perlukan di biara. Selain itu, Papa masih menanggung hutang!” Puterinya mendesak, “Papa, aku tidak perlu uang. Tuhan Yesus Sendiri yang akan mengusahakan aku masuk biara.” Namun, orangtuanya tetap tidak memberikan persetujuan mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Patuh pada kehendak orangtua, Helena bekerja kembali sebagai pembantu. Ia hidup penuh penyangkalan diri dan matiraga, hingga suatu hari pada bulan Juli 1924 terjadi suatu peristiwa yang menggoncang jiwanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">“Suatu ketika aku berada di sebuah pesta dansa dengan salah seorang saudariku. Sementara semua orang berpesta-pora, jiwaku tersiksa begitu hebat. Ketika aku mulai berdansa, sekonyong-konyong aku melihat Yesus di sampingku; Yesus menderita sengsara, nyaris telanjang, sekujur tubuh-Nya penuh luka-luka; Ia berkata kepadaku: “Berapa lama lagi Aku akan tahan denganmu dan berapa lama lagi engkau akan mengabaikan-Ku” Saat itu hingar-bingar musik berhenti, orang-orang di sekelilingku lenyap dari penglihatan; hanya ada Yesus dan aku di sana. Aku mengambil tempat duduk di samping saudariku terkasih, berpura-pura sakit kepala guna menutupi apa yang terjadi dalam jiwaku. Beberapa saat kemudian aku menyelinap pergi, meninggalkan saudari dan semua teman-temanku, melangkahkan kaki menuju Katedral St Stanislaus Kostka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Lampu-lampu sudah mulai dinyalakan; hanya sedikit orang saja ada dalam katedral. Tanpa mempedulikan sekeliling, aku rebah (= prostratio) di hadapan Sakramen Mahakudus dan memohon dengan sangat kepada Tuhan agar berbaik hati membuatku mengerti apa yang harus aku lakukan selanjutnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Lalu aku mendengar kata-kata ini: “Segeralah pergi ke Warsawa, engkau akan masuk suatu biara di sana.” Aku bangkit berdiri, pulang ke rumah, membereskan hal-hal yang perlu diselesaikan. Sebisaku, aku menceritakan kepada saudariku apa yang telah terjadi dalam jiwaku. Aku memintanya untuk menyampaikan selamat tinggal kepada orangtua kami, dan lalu, dengan baju yang melekat di tubuh, tanpa barang-barang lainnya, aku tiba di Warsawa,” demikian tulis St Faustina di kemudian hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Setelah ditolak di banyak biara, akhirnya Helena tiba di biara Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih. Kongregasi ini membaktikan diri pada pelayanan kepada para perempuan yang terlantar secara moral. Sejak awal didirikannya oleh Teresa Rondeau, kongregasi mengaitkan misinya dengan misteri Kerahiman Ilahi dan misteri Santa Perawan Maria Berbelas Kasih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">“Ketika Moeder Superior, yaitu Moeder Jenderal Michael yang sekarang, keluar untuk menemuiku, setelah berbincang sejenak, ia menyuruhku untuk menemui Tuan rumah dan menanyakan apakah Ia mau menerimaku. Seketika aku mengerti bahwa aku diminta menanyakan hal ini kepada Tuhan Yesus. Dengan kegirangan aku menuju kapel dan bertanya kepada Yesus: “Tuan rumah ini, apakah Engkau mau menerimaku? Salah seorang suster menyuruhku untuk menanyakannya kepada-Mu.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Segera aku mendengar suara ini: “Aku menerimamu; engkau ada dalam Hati-Ku.” Ketika aku kembali dari kapel, Moeder Superior langsung bertanya, “Bagaimana, apakah sang Tuan menerimamu?” Aku menjawab, “Ya.” “Jika Tuan telah menerimamu, maka aku juga akan menerimamu.” Begitulah bagaimana aku diterima dalam biara.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Namun demikian, Helena masih harus tetap bekerja lebih dari setahun lamanya guna mengumpulkan cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pada tahap awal tinggal di biara. Akhirnya pada tanggal 1 Agustus 1925, menjelang ulangtahunnya yang ke-20, Helena diterima dalam Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih. “Aku merasa sangat bahagia, seakan-akan aku telah melangkahkan kaki ke dalam kehidupan Firdaus,” kenang St Faustina.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Setelah tinggal di biara, Helena terkejut melihat kehidupan para biarawati yang sibuk sekali hingga kurang berdoa. Karenanya, tiga minggu kemudian Helena bermaksud meninggalkan biara dan pindah ke suatu biara kontemplatif yang menyediakan lebih banyak waktu untuk berdoa. Helena yang bingung dan bimbang rebah dalam doa di kamarnya. “Beberapa saat kemudian suatu terang memenuhi bilikku, dan di atas tirai aku melihat wajah Yesus yang amat menderita. Luka-luka menganga memenuhi WajahNya dan butir-butir besar airmata jatuh menetes ke atas seprei tempat tidurku. Tak paham arti semua ini, aku bertanya kepada Yesus, “Yesus, siapakah gerangan yang telah menyengsarakan-Mu begitu rupa?” Yesus berkata kepadaku: “Engkaulah yang yang akan mengakibatkan sengsara ini pada-Ku jika engkau meninggalkan biara. Ke tempat inilah engkau Ku-panggil dan bukan ke tempat lain; Aku telah menyediakan banyak rahmat bagimu.” Aku mohon pengampunan pada Yesus dan segera mengubah keputusanku.”<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Pada tanggal 30 April 1926, Helena menerima jubah biara dan nama baru, yaitu Sr Maria Faustina; di belakang namanya, seijin kongregasi ia menambahkan “dari Sakramen Mahakudus”. Dalam upacara penerimaan jubah, dua kali Sr Faustina tiba-tiba lemas; pertama, ketika menerima jubah; kedua, ketika jubah dikenakan padanya. Dalam Buku Catatan Harian, St Faustina menulis bahwa ia panik sekaligus tidak berdaya karena pada saat itu ia melihat penderitaan yang harus ditanggungnya sebagai seorang biarawati. Dalam biara, tugas yang dipercayakan kepadanya sungguh sederhana, yaitu di dapur, di kebun atau di pintu sebagai penerima tamu. Semuanya dijalankan Sr Faustina dengan penuh kerendahan hati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Pada tanggal 22 Februari 1931, St Faustina mulai menerima pesan kerahiman ilahi dari Kristus yang harus disebarluaskannya ke seluruh dunia. Kristus memintanya untuk menjadi rasul dan sekretaris Kerahiman Ilahi, menjadi teladan belas kasih kepada sesama, menjadi alat-Nya untuk menegaskan kembali rencana belas kasih Allah bagi dunia. Seluruh hidupnya, sesuai teladan Kristus, akan menjadi suatu kurban &#8211; hidup yang diperuntukkan bagi orang lain. Menanggapi permintaan Tuhan Yesus, St Faustina dengan rela mempersembahkan penderitaan pribadinya dalam persatuan dengan-Nya sebagai silih atas dosa-dosa manusia; dalam hidup sehari-hari ia akan menjadi pelaku belas kasih, pembawa sukacita dan damai bagi sesama; dan dengan menulis mengenai kerahiman ilahi, ia mendorong yang lain untuk mengandalkan Yesus dan dengan demikian mempersiapkan dunia bagi kedatangan-Nya kembali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Meskipun sadar akan ketidaklayakannya, serta ngeri akan pemikiran harus berusaha menuliskan sesuatu, toh akhirnya, pada tahun 1934, ia mulai menulis buku catatan harian dalam ketaatan pada pembimbing rohaninya, dan juga pada Tuhan Yesus Sendiri. Selama empat tahun ia mencatat wahyu-wahyu ilahi, pengalaman-pengalaman mistik, juga pikiran-pikiran dari lubuk hatinya sendiri, pemahaman serta doa-doanya. Hasilnya adalah suatu buku catatan harian setebal 600 halaman, yang dalam bahasa sederhana mengulang serta menjelaskan kisah kasih Injil Allah bagi umatnya, dan di atas segalanya, menekankan pentingnya kepercayaan pada tindak kasih-Nya dalam segala segi kehidupan kita. Buku itu menunjukkan suatu contoh luar biasa bagaimana menanggapi belas kasih Allah dan mewujud-nyatakannya kepada sesama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Di kemudian hari, ketika tulisan-tulisan St Faustina diperiksa, para ilmuwan dan juga para teolog terheran-heran bahwa seorang biarawati sederhana dengan pendikan formal yang amat minim dapat menulis begitu jelas serta terperinci; mereka memaklumkan bahwa tulisan St Faustina sepenuhnya benar secara teologis, dan bahwa tulisannya itu setara dengan karya-karya tulis para mistikus besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Devosinya yang istimewa kepada Santa Perawan Maria Tak Bercela, kepada Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat memberi St Faustina kekuatan untuk menanggung segala penderitaannya sebagai suatu persembahan kepada Tuhan atas nama Gereja dan mereka yang memiliki kepentingan khusus, teristimewa para pendosa berat dan mereka yang di ambang maut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">St Faustina Kowalska menulis dan menderita diam-diam, hanya pembimbing rohani dan beberapa superior saja yang mengetahui bahwa suatu yang istimewa tengah terjadi dalam hidupnya. Setelah wafat St Faustina, bahkan teman-temannya yang terdekat terperanjat mengetahui betapa besar penderitaan dan betapa dalam pengalaman-pengalaman mistik yang dianugerahkan kepada saudari mereka ini, yang senantiasa penuh sukacita dan bersahaja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Pesan Kerahiman Ilahi yang diterima St Faustina sekarang telah tersebar luas ke segenap penjuru dunia; dan buku catatan hariannya, “Kerahiman Ilahi Dalam Jiwaku” menjadi buku pegangan bagi Devosi Kerahiman Ilahi. St Faustina sendiri tak akan terkejut mengenai hal ini, sebab telah dikatakan kepadanya bahwa pesan kerahiman ilahi akan tersebar luas melalui tulisan-tulisan tangannya demi keselamatan jiwa-jiwa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Dalam suatu pernyataan nubuat yang ditulisnya, St Faustina memaklumkan: “Aku merasa yakin bahwa misiku tidak akan berakhir sesudah kematianku, melainkan akan dimulai. Wahai jiwa-jiwa yang bimbang, aku akan menyingkapkan bagi kalian selubung surga guna meyakinkan kalian akan kebajikan Allah” (Buku Catatan Harian, 281)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">St Maria Faustina Kowalska dari Sakramen Mahakudus, rasul kerahiman ilahi, wafat pada tanggal 5 Oktober 1938 di Krakow dalam usia 33 tahun karena penyakit TBC yang dideritanya. Jenasahnya mula-mula dimakamkan di pekuburan biara, lalu dipindahkan ke sebuah kapel yang dibangun khusus di biara. Pada tahun 1967, dengan dekrit Kardinal Karol Wojtyla, Uskup Agung Krakow, kapel tersebut dijadikan sanctuarium reliqui Abdi Allah Sr Faustina Kowalska. Pada Pesta Kerahiman Ilahi tanggal 18 April 1993, Sr Faustina dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II dan pada Pesta Kerahiman Ilahi tanggal 30 April 2000 dikanonisasi oleh paus yang sama. Pesta St Faustina dirayakan setiap tanggal 5 Oktober.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Setelah berbagi tentang kisah hidup Santa Faustina Kowalska, kita akan masuk kepada apa sih Devosi Kerahiman Ilahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Pesan utama Kerahiman Ilahi adalah bahwa Allah mengasihi kita &#8211; semuanya, tak peduli betapa berat dosa kita. Tuhan ingin kita tahu bahwa belas kasih-Nya jauh lebih besar daripada segala dosa kita; Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan, menerima belas kasih-Nya dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada sesama. Dengan demikian segenap umat manusia akan ikut ambil bagian dalam sukacita-Nya. Pesan ini dapat dengan mudah kita ingat melalui ABC Kerahiman Ilahi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span>  </span>Ask for His Mercy ~ Mohon Belas Kasih Allah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Tuhan menghendaki kita datang kepada-Nya dalam doa secara terus-menerus, menyesali dosa-dosa kita dan mohon kepada-Nya untuk mencurahkan belas kasih-Nya atas kita dan atas dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span>  </span>Be Merciful ~ Berbelas Kasih kepada Sesama</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Tuhan menghendaki kita menerima belas kasih-Nya dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada sesama. Tuhan menghendaki kita memperluas kasih serta pengampunan kepada sesama seperti yang Ia lakukan kepada kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span>  </span></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Completely Trust ~ Percaya Penuh kepada-Nya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Tuhan ingin kita tahu bahwa rahmat-rahmat belas kasih-Nya tergantung pada besarnya kepercayaan kita. Semakin kita percaya kepada-Nya, semakin berlimpah rahmat yang kita terima.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Sementara itu Devosi Kerahiman Ilahi secara umum terdiri dari 5 bagian:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>o<span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Menghormati Lukisan Kerahiman Ilahi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>o<span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Mendaraskan Koronka Kerahiman Ilahi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>o<span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Merayakan Minggu Kerahiman Ilahi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>o<span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Mendoakan Jam Kerahiman Ilahi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>o<span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Menyebarluaskan Devosi Kerahiman Ilahi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="PT-BR">Lukisan Kerahiman Ilahi melukiskan gambar Yesus berpakaian putih, dengan satu tangan terangkat dalam sikap memberkati dan tangan lainnya menyentuh pakaianNya di dada dan dari hatiNya terpancar dua sinar merah dan pucat transparan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Sinar pucat melambangkan Air yang menguduskan jiwa-jiwa. Sinar merah melambangkan Darah yang adalah hidup jiwa-jiwa. Lukisan Kerahiman Ilahi ini bertuliskan ”Yesus, Aku Percaya KepadaMu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Koronka berasal dari bahasa Polandia, artinya mahkota kecil atau untaian manik-manik indah yang kita hadiahkan kepada orang yang kita kasihi secara istimewa. Dari deskripsi itu, dengan cepat kita akan mengasosiasikan koronka dengan untaian rosario. Memang benar Koronka Kerahiman Ilahi didoakan layaknya mendoakan rosario, tetapi ada doa-doa untuk memohon Kerahiman Ilahi. Sementara itu ada pula Novena Kerahiman Ilahi untuk mendoakan Koronka secara khusus selama 9 hari berturut-turut yang dimulai pada saat Jumat Agung hingga Sabtu sebelum Minggu II Paskah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Jam Kerahiman Ilahi sendiri adalah pukul 3 sore, jam di mana Ia wafat di salib. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Kesemua Devosi Kerahiman Ilahi ini adalah sesuai dengan apa yang diminta oleh Yesus kepada Santa Faustina agar ia melakukan dan menyebarluaskannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Setelah berbagi mengenai kisah hidup Santa Faustina Kowalska dan Devosi Kerahiman Ilahi, kita akan melanjutkannya dengan mendiang Paus Yohanes Paulus II dan Devosi Kerahiman Ilahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada tanggal 6 Maret 1959 Paus Yohanes XXIII memaklumkan dilarangnya penyebarluasan Devosi Kerahiman Ilahi dalam bentuk seperti yang diajarkan dalam tulisan-tulisan Sr Faustina. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1965, Kardinal Karol Wojtyla selaku Uskup Agung Krakow, dalam upayanya mendukung Devosi Kerahiman Ilahi, membuka Proses Informatif, yaitu proses di mana dilakukan penelitian resmi atas hidup, keutamaan-keutamaan, tulisan maupun devosi yang diajarkan Sr Faustina Kowalska. Proses Informatif berhasil dengan gemilang hingga menghantar dibukanya Proses Beatifikasi Sr Faustina pada tanggal 31 Januari 1968.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Berkat perjuangan gigih Kardinal Karol Wojtyla, akhirnya pada tanggal 15 April 1978, Paus Paulus VI memaklumkan diterbitkannya “Notifikasi” yang menyatakan bahwa larangan yang dibuat pada tahun 1959 “tidak berlaku lagi”. Terima kasih Kardinal Karol Wojtyla! Enam bulan berselang, 16 Oktober 1978, kardinal dari Polandia ini diangkat sebagai Paus yang ke-264 dengan nama Yohanes Paulus II.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sebagai Imam Agung di Roma, bukan saja Paus Yohanes Paulus II menggiatkan disebarluaskannya Devosi Kerahiman Ilahi, lebih lagi, dipengaruhi oleh Buku Catatan Harian St Faustina Kowalska, beliau menerbitkan ensiklik yang sangat indah, Dives In Misericordia (Kaya dalam Kerahiman), yang sepenuhnya bertutur mengenai Kerahiman Ilahi. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Dalam ensiklik tertanggal 30 November 1980 ini, Sri Paus berbicara mengenai Kristus sebagai “inkarnasi kerahiman … sumber belas kasih yang tak habis-habisnya.” Lebih jauh ia menekankan bahwa “Program mesianik Kristus, program belas kasih” haruslah menjadi “program umat-Nya, program Gereja.” Sepanjang ensiklik, Bapa Suci menegaskan bahwa Gereja &#8211; teristimewa dalam masa modern sekarang ini &#8211; mengemban “tugas dan kewajiban” untuk “memaklumkan dan mewartakan belas kasih Allah,” untuk “memperkenalkan dan mewujud-nyatakannya” dalam hidup segenap umat manusia, serta untuk “datang kepada belas kasih Allah,” memohonkannya dengan sangat bagi seluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Pada tanggal 22 November 1981, setahun setelah diterbitkannya Dives in Misericordia, Paus mengunjungi tempat ziarah Cinta yang Berbelas Kasih di Collevalenza, Italia, dalam perjalanan ziarah pertama di luar Roma setelah percobaan pembunuhan terhadap dirinya. Di sana Sri Paus menegaskan, “Sejak awal mula pelayanan saya di Tahta St Petrus di Roma, saya menganggap pesan ini [Kerahiman Ilahi] sebagai tugas istimewa saya. Penyelenggaraan ilahi telah mempercayakannya kepada saya dalam situasi manusia, Gereja dan dunia sekarang ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam audiensi umum pada tanggal 10 April 1991, Bapa Suci mengatakan “Pesan ensiklik mengenai Kerahiman Ilahi `Dives In Misericordia&#8217; secara istimewa dekat pada kita. Mengingatkan kita akan sosok Abdi Allah, Sr Faustina Kowalska. Biarawati yang bersahaja ini secara istimewa mendekatkan pesan Paskah dari Kristus yang Maharahim kepada Polandia dan kepada seluruh dunia.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada tahun 1993, pada hari Minggu Kerahiman Ilahi yang jatuh pada tanggal 18 April, Paus Yohanes Paulus II memaklumkan Sr Faustina Kowalska, biarawati sederhana dari Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih, sebagai beata. Tujuh tahun kemudian, juga pada hari Minggu Kerahiman Ilahi, pada tanggal 30 April 2000, Bapa Suci mengangkat Beata Faustina, yang disebutnya sebagai “Rasul Besar Kerahiman Ilahi di jaman kita”, ke dalam himpunan para kudus Gereja. Semuanya itu, baik beatifikasi maupun kanonisasi St Faustina Kowalska, dilakukan Sri Paus di Roma, bukan di Polandia, guna menggarisbawahi bahwa Kerahiman Ilahi diperuntukkan bagi seluruh dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam kanonisasi St Faustina, Paus secara resmi pula memaklumkan bahwa hari Minggu pertama sesudah Paskah wajib dirayakan Gereja semesta sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Pentingnya hari Minggu Kerahiman Ilahi ini ditandai juga dengan dikeluarkannya dekrit pada tanggal 13 Juni 2002 mengenai indulgensi yang diberikan Gereja, baik indulgensi penuh maupun sebagian, kepada mereka yang mempraktekkan Devosi Kerahiman Ilahi dengan syarat-syarat seperti yang ditetapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Lebih jauh, pada tanggal 17 August 2002, Sri Paus bahkan mempersembahkan seluruh dunia kepada Kerahiman Ilahi saat beliau memberkati tempat ziarah internasional Kerahiman Ilahi di Lagiewniki, Polandia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sepanjang 26 tahun masa pontifikat beliau, tak kunjung henti Bapa Suci Yohanes Paulus II menerangkan Kerahiman Ilahi kepada umat beriman, pula menyerukan pentingnya serta mendesaknya pesan Kerahiman Ilahi bagi segenap umat manusia.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Melihat begitu kuat keterikatannya pada Kerahiman Ilahi, menjelang akhir hayatnya, kala tubuhnya mulai rapuh dan gemetar dimakan usia serta didera penyakit, kala banyak pihak menuntut pengunduran diri beliau, Paus Yohanes Paulus II menegaskan kembali penyerahan dirinya, “Totus Tuus,” katanya. Semoga bukan kebetulan belaka bahwa Bapa Suci wafat pada hari kesembilan Novena Kerahiman Ilahi, yaitu malam hari sebelum Minggu Kerahiman Ilahi, tanggal 2 April 2005. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Malam ini juga adalah kenangan kita bersama atas peringatan 3 tahun mendiang Bapa Suci Yohanes Paulus II. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemawarta.wordpress.com/153/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemawarta.wordpress.com/153/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=153&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/04/03/devosi-kerahiman-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/kerahiman-ilahi.jpg?w=197" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Salib</title>
		<link>http://gemawarta.wordpress.com/2008/02/28/jalan-salib/</link>
		<comments>http://gemawarta.wordpress.com/2008/02/28/jalan-salib/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 11:32:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemawarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemawarta.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Jalan Salib, dalam bahasa Inggris disebut Stations of the Cross, dan dalam bahasa Latin disebut Via Dolorosa. Sejak abad pertama umat Kristiani telah mengadakan ziarah ke tanah kelahiran Yesus. Sesudah menemukan Salib Kristus pada tahun 325, Santa Helena, Ibu Kaisar Konstantinus, mencari makam Yesus dalam usahanya untuk mengenali dari dekat tempat Yesus dilahirkan, wafat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=140&subd=gemawarta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/kristus-dan-salib.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-156" src="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/kristus-dan-salib.jpg?w=219&#038;h=300" alt="" width="219" height="300" /></a>Jalan Salib, dalam bahasa Inggris disebut Stations of the Cross, dan dalam bahasa Latin disebut Via Dolorosa. Sejak abad pertama umat Kristiani telah mengadakan ziarah ke tanah kelahiran Yesus. Sesudah menemukan Salib Kristus pada tahun 325, Santa Helena, Ibu Kaisar Konstantinus, mencari makam Yesus dalam usahanya untuk mengenali dari dekat tempat Yesus dilahirkan, wafat dan dimakamkan. Segera makam itu menjadi pusat ziarah orang-orang Kristen. Seiring dengan itu, berkembanglah sebuah bentuk devosi yang menelusuri jejak perjalanan Yesus yang ditempuh sebelum disalibkan, yaitu dari Benteng Antonia sampai ke Kalvari dan ber-akhir di Makam Suci. Napak tilas jejak Yesus itu di-sertai dengan meditasi mengenangkan sengsara Kris¬tus. Pelan-pelan Gereja meresmikan devosi saleh ini.</p>
<p>Tetapi tidaklah mudah mencapai Yerusalem untuk mengunjungi Makam Suci ini dan melakukan napak tilas jejak Yesus. Ini disebabkan oleh jarak yang jauh, biaya yang tidak murah dan belum lagi bahaya yang muncul saat terjadi konflik mulai abad kesepuluh. Maka Gereja mengizinkan membuat semacam Makam Suci di pelataran gereja atau di biara atau di pertapaan. Dibuatlah peristiwa-peristiwa utama sengsara Yesus.<span id="more-140"></span></p>
<p>Pada abad XIV, biarawan-biarawan Fransiskan menemukan pemecahan yang praktis, yaitu mendirikan stasi-stasi Jalan Salib di paroki-paroki dengan ijin dari Takhta Suci. Salib-salib kayu sederhana ditancapkan untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting dalam sengsara Kristus. Para biarawan Fransiskan juga menuliskan lirik Stabat Mater, yang biasanya dinyanyikan saat Ibadat Jalan Salib, baik dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Latin, maupun dalam bahasa setempat. Pelan-pelan, sta¬si-stasi itu dilengkapi dengan gambar. Jumlah stasinya beraneka sam¬pai Paus Clemens XII (1730-1740) menetapkannya sebanyak empatbelas pada ta¬hun 1731. Bapa Suci juga memberi izin untuk membuat stasi-stasi Ja¬lan Salib itu di setiap gereja. Versi yang lama mulai dengan pengadilan oleh Pilatus sampai Yesus dimakamkan. Sekarang ada versi baru, yang mulai dengan Perjamuan Malam Terakhir dan berakhir dengan Kebangkitan Tuhan</p>
<p>Kisah sengsara Yesus dalam Injil &#8211; terutama sekali tulisan St Lukas &#8211; menjadi sumber bagi sebagian besar dari keempatbelas perhentian Jalan Salib tradisional. Peristiwa Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus, Yesus memanggul salib-Nya, Simon dari Kirene membantu memanggul salib, perempuan-perempuan yang menangisi-Nya, pakaian Yesus ditanggalkan, Yesus disalibkan, Yesus wafat, Yesus diturunkan dari salib dan dimakamkan, semuanya dicatat dalam Kitab Suci. Tetapi ada perhentian-perhentian yang tidak tercatat dalam Injil, misalnya peristiwa Yesus berjumpa dengan Maria, Bunda-Nya; Veronika mengusap wajah Yesus; Yesus jatuh sebanyak tiga kali. Memang benar perhentian-perhentian ini tidak tercatat dalam Injil tetapi berdasarkan tradisi dan catatan apokrif, semuanya adalah benar.</p>
<p>Walaupun demikian, ada pula bentuk-bentuk perhentian yang berbeda. Di Filipina, ada bentuk ibadat jalan salib yang perhentian-perhentiannya dimulai dari peristiwa perjamuan terakhir hingga kebangkitan Yesus.</p>
<p>Pada Jumat Agung 1991 Bapa Suci Yohanes Paulus II mengenalkan bentuk lain ibadat Jalan Salib dengan perhentian-perhentian yang seluruhnya dimuat dalam kitab suci, mulai dari Yesus berada di taman Getsemani, dikhianati Yudas hingga dikuburkan.</p>
<p>Ibadat Jalan Salib mengajak kita masuk dalam peristiwa-peristiwa yang dialami Yesus dalam sengsara-Nya sampai Dia wafat dan dimakamkan. Yesus mengajak murid-murid-Nya, untuk &#8220;memanggul salibnya&#8221; dan mengikuti Dia (Mat 16:24). Kristus telah menderita untuk kita dan telah meninggalkan teladan bagi kita, supaya kita mengikuti jejak-Nya memanggul salib (1 Ptr 2:21). Inilah syarat yang diminta Yesus agar kita pantas disebut murid-murid-Nya (Mrk 8:34).</p>
<p>Melalui renungan akan Jalan Salib Tuhan, kita diundang menyadari betapa berharganya penderitaan dan sengsara yang dilakukan Tuhan Yesus untuk menebus dosa-dosa kita. Bilur-bilur yang ditanggung-Nya dan te-tesan darah yang dikucurkan-Nya memberi kita hidup kekal. Kurban Kristus mendamaikan kita dengan Allah, la ingin mengikutsertakan kita dalam kurban ini, karena kita adalah ahli waris-Nya (Mrk 10:39). Diharapkan lahirlah sikap syukur dan terimakasih atas pengorbanan dan kasih Yesus yang begitu besar.</p>
<p>Selain itu, ibadat Jalan Salib juga mengajak kita menjadi peka dan solider de¬ngan sesama, khususnya yang menderita. Simon dari Kirene dan Veronika menunjukkan keberanian yang luar biasa untuk membantu Tuhan yang sedang menderita. Keberanian itu seringkali menuntut pengorbanan, bukan hanya susah payah fisik, tetapi juga harga diri, tenaga, uang, bahkan kemapanan dan masa depan, dll. (bdk Luk 10:25-37). Teladan Yesus sendiri tak kalah mengagumkan. Meskipun tengah menderita begitu hebat, Yesus masih sempat menghibur perempuan-perempuan yang menangisiNya (bdk. Luk 23:28). Lebih dari itu, di puncak salib, setelah disiksa begitu keji, Yesus masih sempat mengingat kesejahteraan para penyiksanya, yaitu dengan memohonkan ampun untuk mereka (Luk 23:34). Kepekaan kepada sesama, khususnya yang menderita mengingatkan kita pada ajaran Yesus bahwa segala sesuatu yang kita lakukan untuk salah seorang saudara yang paling hina, kita lakukan untuk Dia (Mat 25:45).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemawarta.wordpress.com/140/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemawarta.wordpress.com/140/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemawarta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemawarta.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemawarta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemawarta.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemawarta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemawarta.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemawarta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemawarta.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemawarta.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemawarta.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemawarta.wordpress.com&blog=218760&post=140&subd=gemawarta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemawarta.wordpress.com/2008/02/28/jalan-salib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51e3e7190930e5a2af824f7bd1e1ce0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gemawarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gemawarta.files.wordpress.com/2008/07/kristus-dan-salib.jpg?w=219" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>