Pandangan serta Kiprah WKRI dalam Kehidupan Gereja dan Masyarakat

13 10 2005

(Narasumber: Retty Nereng & Marie Angkawidjaja, Host: Maria Paskanita & Ursula Vina Murti)

Vina: Acara Gemawarta malam ini akan membahas Kiprah WKRI dalam kehidupan gereja dan masyarakat.  Telah hadir di Studio, 2 orang nara sumber yang kita undang karena kiprah beliau-beliau ini dalam WKRI, yaitu yang pertama: Ibu Marie Angkawidjaja, yaitu Koordinator presidium WKRI DPD Kaltim, yang melayani sekitar 25 cabang WKRI diseluruh Kaltim. Dan yang kedua yaitu Ibu Maria Goretty Nereng, yaitu Sekretaris WKRI DPD KALTIM, juga aktif sebagai Instruktur maupun nara sumber dalam pelatihan-2 sosial & sumber daya manusia.

Nita: Rekan setia, sebagai awam pasti bbrp dari kita bahkan mungkin banyak yang belum tau Sejarah WKRI. Ibu Marie, sebagai senior di dalam WKRI, mau donk kita diceritain Legenda berdirinya WKRI.
Marie: 81 tahun yang lalu… Raden Ayu Soejadi Sasraningrat Darmosepoetro dengan dukungan Pastor Van Driessche SJ, pada tanggal 26 Juni 1924 di Yogyakarta membentuk perkumpulan Ibu-ibu Katolik Pribumi, dengan hanya 3 orang Pengurus Inti Pertama, yaitu :

  • Ibu R. Ay. C. Hardjadiningrat, sebagai KETUA nya
  • Nn. Th. Soebirah sebagai sekretaris
  • Ibu C. Moerdoatmodjo selalu bendahara

Kegiatan utama perkumpulan ini ialah mengajarkan membaca, menulis serta berbagai keterampilan kepada Ibu-ibu dan buruh wanita yang bekerja di pabrik rokok Negressco pada waktu itu. Dengan kepandaian tersebut para wanita yang “trampil” ini, mendapat upah yang lebih baik.

Vina: Apa saja prestasi WKRI di dunia International?
Marie:

  • Ibu B. Kwari Sosrosoemarto, terlibat dalam  kongres Wanita Katolik Sedunia di Brussel tahun 1936.
  • Ibu Bernardine Wiryana, memangku jabatan wakil ketua WUCWO (World Union Catholic of Women Organization) wilayah Asia Pasific periode 1977 – 1987.
  • WKRI dipercaya untuk menyelenggarakan konferensi regional WUCWO wilayah Asia Pacific tahun 1982.

Nita: Ternyata organisasi wanita
Indonesia ini, bila dikelola dengan baik, akan menghasilkan buah yang baik pula ya Bu. Apakah WKRI punya azas dan Landasan Hukum yang melindungi organisasi ini Bu Retty?
Retty: Azas adalah dasar atau landasan berpijak, sebagai suatu kebenaran atau pendirian/prinsip (basic principle) yang harus ditaati selama organisasi itu diakui keberadaannya. Adapun landasan WKRI ini adalah : PANCASILA, UUD ’45 serta INJIL  DAN AJARAN SOSIAL GEREJA KATOLIK.

Nita: Ibu Marie, tentu bukan hal yang mudah untuk membuat WKRI tetap exist. Apa sebenarnya motivasi yang membuat organisasi wanita ini begitu solid dan tetap exist sampai sekarang?
Marie: Kepedulian yang besar dan konsisten terhadap kaum yang tertindas, terpuruk dan teraniaya, sikap pengabdian yang tanpa pamrih, landasan iman katolik yang seringkali mengalahkan kepentingan pribadi masing masing dalam menjalankan karya dan pengabdian tadi.
Retty: Selain itu, manfaat nyata yang dapat dirasakan adalah kegiatan kegiatan pelatihan2 untuk pengembangan  dan peningkatan kemampuan diri, misal tata boga, tata busana, ilmu gizi, merawat balita , penyuluhan hukum dsb. Dan ketika dalam ke”bersatu”an itu mereka ”melayani”, khususnya sesama kaum perempuan yang sebangsa setanah air, ada rasa ”kepuasan dan kebahagiaan” tersendiri, melihat wajah2 penuh rasa syukur karena telah ”dibantu”, khususnya karena telah ”diperhatikan”. Ini adalah suatu bentuk manfaat yang sifatnya abstrak, yang keluar dari lubuk hati yang terdalam.

Vina: Berarti, driving force nya justru ”dalam” ya bu, dan mengamalkan kasih secara nyata. Ibu Retty, apakah pendampingan ini hanya untuk internal Katolik saja Bu?
Retty: Tentu saja tidak Vina. Kami semua disini bekerja dengan ”hati”. WKRI mempunyai sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Dharma Ibu, yang banyak berkiprah dengan mendirikan sekolah TK, RS bersalin dan Rumah penampungan. Rumah Singgah atau Rumah penampungan ini selaras dengan program  Mekar Melati yang berada di Jakarta ini, dengan tanpa memandang SARA menampung khususnya wanita2 yang bermasalah dalam  keluarga, korban KDRT serta remaja putri yang putus sekolah, dari seluruh pelosok tanah air ,untuk dididik, diberi bantuan medis, rehabilitasi psikologis, pendampingan spiritual dsb. Selain itu,  sifat WKRI menjunjung prinsip Solidaritas dan Subsidiaritas dalam azas Asih, asah, asuh sebagai semangat pengembangan organisasi, berarti harus menjunjung tinggi & menerapkan sikap bela rasa, kesetiakawanan, kebersamaan, saling menghormati & menghargai, saling melengkapi dan memberi kesempatan pada tiap anggota untuk terlibat sesuai kemampuan  untuk mewujudkan kesatuan semangat & keterpaduan gerak, sekali lagi … tanpa memandang SARA dan ekslusivitas.Kita di WKRI mempunyai pemahaman yang sama tentang hal “perutusan”  yakni:Mendengarkan, taat dan setia pada perjanjian, menghayati keimanan, dan menjadi kudus.Keempat visi ini dirangkum oleh injil dalam perkataan Yesus Sendiri : JADILAH GARAM DAN TERANG DUNIA.

Vina: Bagaimana bentuk struktur organisasi WKRI, serta jenjang wewenang dan tanggung jawab tiap tingkatan?
Retty: WKRI bersifat independent, tidak berada dibawah hirarki gereja, tidak bertanggung jawab kepada pastor paroki dimana sebuah cabang berada. Namun secara etika, karena organisasi ini menyandang nama “katolik” wajar dan patutlah, dalam karya, gerak langkahnya dan keberadaannya sepengetahuan ataupun melapor kepada pimpinan hirarki setempat.

Vina: Apa sebenarnya Visi dan Misi WKRI ini? 
Marie: Visinya, yaitu : Organisasi kemasyarakatan yang mandiri, memiliki kekuatan moral & sosial yang handal demi tercapainya kesejahteraan bersama serta tegaknya harkat dan martabat , khususnya perempuan. Sedangkan misinya, suatu karya nyata untuk mewujudkan visi, yaitu: Pemberdayaan Wanita katolik RI mulai dari unit Yang terkecil Meningkatkan kualitas hidupnya nilai nilai Injil dan Ajaran Sosial Gereja didalam wanita katolik RI Meningkatkan kehidupan yang lebih baik berda sarkan keadilan sosial Memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender dalam semua aspek kehidupan.Nita: Kegiatan apa sajakah yang sudah dilakukan oleh WKRI ini sebagai perwujudan visi dan misinya?
Retty:
Ada 2 macam, yang pertama, ke dalam :

  1. Pemberdayaan anggota: Pembinaan untuk memotivasi diri, mengenal jati diri, membangun sikap dan mentalitas positif melalui pelatihan2, pembekalan2, latihan kepemimpinan dan rekoleksi2.
  2. Pemberdayaan system dan stuktur:      Pembekalan manajemen organisasi, pelayanan dan kemitraan, praktek lapangan dlsb.

Yang kedua, keluar :Kegiatan pelayanan masyrakat yang berkaitan dengan hal-hal seperti : Perbaikan gizi balita, Pembinaan usaha kecil, Program beasiswa, Penyuluhan bahaya NAPZA, Sosialisasi Gender.

Vina: Padat sekali kegiatan di dalam tubuh WKRI ini ya Bu. Bisa disimpulkan, bahwa WKRI ini mempunyai prinsip untuk menata ke dalam dulu dari mulai hal yang paling sederhana, sampai semua bagian tubuh bisa berfungsi sebagaimana dan dimana dia berada,  sehingga kompak, dan baru berani memberikan ”diri” nya itu untuk melayani masyrakat luas. Ibu Marie, seandainya kita membuat perbandingan, basic idea, ketika pada awalnya WKRI berdiri hingga sampai dengan perkembangan yang terjadi sekarang ini, menurut ibu apakah WKRI yang sekarang ini sangat berkembang pesat, statis, atau malah mundur dari tujuan saat awal berdiri dulu?
Marie: Dari sisi kualitas  mutu pelayanan kita makin meningkat. Demikian pula dari sisi kuantitas, saat  ini kami mempunyai 29 DPD dan 537 cabang dan ranting dengan kurang lebih 35000 anggota WKRI yang tersebar di seluruh Indonesia hingga ke pelosok2. Yang jelas, yg namanya kerja atau karya nyata nda selalu juga sih bagus terus atau sukses terus sering juga ada kendala kendala yang sangat sulit diatasi. Tapi kami sadari itulah tantangan, bukan untuk dihindari, tapi harus dihadapi, selalu berpikir positif agar tidak tidak menjadikan langkah mundur.Gaya kepemimpinan yang sekarang dianut oleh WKRI sesuai dengan ajaran gereja :

  1. Perubahan paradigma kepemimpinan yang berfokus pada ajaran gereja mengenai Komunitas basis gerejani (KBG), dan Komunitas basis insani.
  2. fokus kegiatan gerak maju organisasi berada ditingkat ranting dan cabang yang berfungsi sebagai ujung tombak organisasi.

Nita: Apa sebenarnya manfaat yang kita bisa ambil dengan menjadi anggota WKRI dan terlibat dengan organisasi ini?
Retty: Organisasi WKRI adalah Organisasi social kemasyrakatan, benar-benar terjun langsung ke masyrakat kelas bawah, khususnya sesama kaum wanita, manula yang menghuni panti jompo, anak-anak yang tertindas, teraniaya, cacat, serta siapa saja yang sangat membutuhkan pendampingan, pembinaan dan bantuan.Sedangkan bagi anggotanya sendiri organisasi kemasyrakatan ini berfungsi a.l.:

  1. wadah penyaluran kegiatan sesuai dengan kepentingan dan keinginan anggota.
  2. wadah pembinaan dan pengembangan diri dalam upaya mewujudkan tujuan organisasi itu sendiri.
  3. Wadah penyalur aspirasi anggota.

Vina : Syarat apa saja untuk menjadi anggota WKRI ?
Retty: Siapa saja boleh Vina, yaitu : perempuan WNI, Katolik, 18 tahun dan/atau sudah menikah, konsekwen dan bertanggung jawab atas tugas yg dibebankan oleh organisasi, menjaga citra organisasi, dan wajib menjunjung tinggi nilai2 keimanan dan kemanusiaan.

Pesan serta harapan dari kami (nb: Ibu Marie – red): jadilah wanita yang “utuh”  dan “kuat”. Punya prinsip hidup dan keyakinan yang jelas, lalu jalani dan pelihara hal itu, senantiasa mengandalkan Roh Kudus dalam setiap detik nafas kehidupan kita, mengisi mental spiritual dengan sikap kerendahan hati, rutinitas doa, dan cinta yang menyebar, tidak ekslusif hanya untuk keluarga anda sendiri saja, atau lingkungan anda sendiri. Semuanya itu adalah senjata dan pelengkapan  yang ampuh untuk menghadapi tantangan zaman yang sudah jelas lebih banyak tidak enaknya daripada enaknya. Kalau diri kita sendiri selalu bergumul dengan masalah2 rumit yang berkepanjangan yang sulit kita lepaskan, bagaimana lagi kita bisa membagi kasih itu untuk orang lain.Dan bagi teman teman anggota WKRI yang kebetulan mendengarkan siaran ini, sekali lagi saya hanya mengingatkan “jadilah suara di padang gurun” seperti yang diucapkan oleh nabi Yesaya dan diulangi oleh Yohanes pembabtis. Yesus lebih mempertegas lagi dalam injilnya yang menggambarkan tentang garam dan terang dunia.  Tanpa perlu saya jelaskan disini, ibu ibu  semua pasti lebih tahu dari saya apa maksud dari kata kata itu. Pahami dan amalkan I Kor.13 yaitu pericope yang indah tentang apa sih ”kasih” itu, seluruh ayatnya , itu adalah nafas kehidupan kita dalam memberikan diri bagi gereja, sesama dan masyrakat luas. Tuhan yesus memberkati anda semua.(uvm).  

Iklan

Aksi

Information

6 responses

9 03 2007
pater willy thai sy

sya pater wiliam unicef akan membantu segala kekaryaan yg di selengarakan oleh wkri kaltim hub sy 081388611181

22 06 2007
Lucas Nasution

kepada WKRI – saya yakin WKRI punya potensi untuk mendinamisasi kehidupan menggereja lebih dahsyat lagi
Imagine dipilih kader2 WKRI untuk dilatih menjadi pemuka jemaah
materinya: kepercayaan diri (PD dulu lah), kemampuan konseling, public speaking, marketing, teologi, kitab suci..pokok ke kader serba boleh a la Jesuit boleh angkat topi
lantas kader ini digiatkan untuk aktif di kring masing2
angkat suara saat pertemaun kring dsb
lantas tahun depan-nya dibuat angkatan kedua
dan seterusnya
dalam 10 tahun gereja akan lebih dinamis
kenapa ? karena barisan awam yang “pinter” menjadi batu penjurunya
awam bukan kelompok restan yang cuma membebek bukan ?
Mari Ibu….sisingkan lengan baju mu…

31 08 2007
romy clemensius suri roja

Salam kenal, nama saya romy, sedang kuliah di STFT WIDYA SASANA MALANG. Saat ini saya sedang melakukan penelitian mengenai peranan WKRI dalam hidup menggereja, untuk saya meminta bantuan saudara/i bila mempunyai artikel atau tulisan mengenai topik yang saya bahas. Untuk itu saya ucapkan teima kasih atas keja samanya.

23 11 2007
suster savina osu

salut sekali dgn kiprah wkri,tetapi cukup sangat di sayangkan .untuk menghubungi personya susah yah’padahal banya yayasan yg mau turut ambil bagian karya 3 tsb.bila mana perlu karya2 itu saya perlu menghimbau agar ibu kwary atu bernadine untuk segera menghubungi kami suster savina osu,terima kasih

23 11 2007
suster savina osu

hub kami di no 081315952117 suster savina osu segera hub kami bila karya2 itu sksn bisa menjadi lebih baik.gbu

23 05 2011
Lucius OSC

Di paroki kami di Cimahi, WKRI melangkah dengan baik. Kerjasama yang baik dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) PemKot Cimahi sangat membantu WKRI Cabang Cimahi menyentuh beberapa bidang sosial kemasyarakatan. Saya kira di Paroki St. Theresia juga pasti dahsyat. Kita tinggal dukung dan doakan deh… hehehe..

Salut buat ibu2 WKRI !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: