Sakramen Ekaristi dan Tata Perayaan Ekaristi 2005

10 11 2005

Narasumber: Pastor Pieter Sinnema, MSF dan Bpk Dominikus Tjipto; Host: Carolline Silka

Silka: Rekan setia, menurut agama Katolik, kita memiliki 7 Sakramen. Ada Sakramen Baptis, Sakramen Krisma, Sakramen Ekaristi, Sakramen Tobat, Sakramen Pengurapan Orang Sakit, Sakramen Imamat & Sakramen Pernikahan. Bisa Romo jelaskan apa arti Sakramen secara umum?
Romo: Sakramen diambil dari kata ”Sacrus” & ”Men”, Sacrus = kudus, Men = tanda. Jadi Sakramen adalah tanda suci yang diberikan oleh Tuhan, ada 7 buah tanda. Jadi dalam setiap Sakramen memiliki tanda masing-masing. Contohnya Sakramen Baptis ada tanda air, Sakramen Krisma ada tanda penumpangan tangan dan minyak, Sakramen Ekaristi ada Roti & Anggur.

Silka : Ada pula istilah sakramen inisiasi, ini apa artinya? Kenapa hanya 3 sakramen yang disebut sakramen inisiasi?
Romo:Sakramen inisiasi adalah sakramen-sakramen yang memasukkan seorang pribadi secara penuh dalam Gereja dan memberikan dasar bagi kehidupan kristiani.Ketiga sakramen inisiasi yaitu Baptis, Krisma dan Ekaristi.

Silka: Lalu apa arti Sakramen Ekaristi itu, Romo? Bedanya dengan Liturgi Ekaristi?
Romo: Ekaristi adalah ”sumber dan puncak seluruh hidup kristiani” (Konstitusi Dogmatis tentang Gereja, No. 11).”Sakramen adalah jantung dan puncak kehidupan Gereja, karena di dalam Ekaristi Kristus mempersatukan diriNya dengan GerejaNya dan semua anggota Gereja dengan kurban pujianNya dan kurban syukur yang dipersembahkan kembali untuk selama-lamanya di Salib kepada BapaNya; lewat kurban ini Dia mencurahkan rahmat penyelamatan pada TubuhNya yang adalah Gereja.” (Katekismus Gereja Katolik, No. 1407).Liturgi adalah dari kata ”Liturgain” yang berarti ”merayakan”. Jadi apabila kita perhatikan di dalam Perayaan Ekaristi ada beberapa liturgi, antara lain liturgi sabda, dan liturgi ekaristi.Perayaan Ekaristi (PE) adalah tindakan Kristus sendiri bersama umat Allah yang tersusun secara hirarkis. Ekaristi merupakan pusat seluruh kehidupan Kristen sebab dalam PE terletak puncak karya Allah menguduskan dunia dan puncak karya manusia memuliakan Bapa (Allah) lewat Kristus, Putra Allah, dalam Roh Kudus. Kecuali itu PE merupakan pengenangan misteri penebusan sepanjang tahun. Jadi misteri penebusan itu dihadirkan untuk umat.

Silka: Siapa yang dapat dan boleh merayakan sakramen Ekaristi ini?
Romo: Sakramen Ekaristi dirayakan bersama-sama dengan seluruh umat dipimpin oleh Pastor.Namun, hanya mereka yang telah dibaptis yang boleh menyambut Tubuh dan Darah Kristus dalam perayaan Ekaristi ini.Seluruh Gereja merayakan setiap sakramen. Hal ini menjelaskan mengapa perayaan-perayaan liturgi tidak pernah merupakan fungsi pribadi. Setiap sakramen merupakan karya Gereja, setiap anggota berfungsi sesuai dengan panggilannya yang khusus dalam perayaan sakramen.

Silka: Kapan kita merayakan Sakramen Ekaristi ini?
Romo: Kita merayakan tiap Minggu secara khusus karena hari itu merupakan hari di mana kita mengenangkan Kebangkitan Tuhan. Paskah merupakan pusat perayaan ini, pusat dan inti tahun liturgi kita.

Silka: Jadi, apakah orang Katolik wajib ke Gereja dan merayakan Misa setiap Minggu?
Romo:
Sesuai dengan peraturan Roma, 5 Perintah Gereja menyebutkan untuk memperingati hari Tuhan pada setiap hari Minggu, yaitu pada Perintah ke-2: “Ikutilah Perayaan Ekaristi pada hari Minggu & hari Raya yang diwajibkan dan janganlah merayakan pekerjaan yang dilarang pada hari itu”.

Silka: Romo, lalu dimanakah kita merayakannya?
Romo: Kita merayakannya  di dalam Tubuh Kristus yang hidup berkumpul. Bilamana mungkin, kita membangun rumah-rumah ibadat dimana perayaan2 tadi dilaksanakan. Gereja merupakan tempat dimana kita berkumpul. Tempat ibadat tadi merupakan tanda Umat yang hidup di tengah-tengah dunia ini. Pada akhirnya juga merupakan saksi-saksi bagi masa mendatang pada saat Kristus akan datang kembali dalam kemuliaanNya pada akhir jaman.

Silka: Pak Tjipto, bagi bapak, apa arti Sakramen Ekaristi?
Pak Tjipto: Arti sakramen Ekaristi bagi saya adalah , persatuan kita dengan Allah, karena Allah secara nyata telah hadir dan tinggal  didalam diri saya. Karena itu kadang kita merasa  tidak pantas, karena kita manusia berdosa. Karena itu ada proses didalam misa atau perayaan ekaristi itu kita harus mawas diri secara sungguh sungguh, meneliti kekurangan kekurangan kita, dosa kita, baik yang besar, yang kecil, yang disengaja, yang tidak disengaja, lalu kita harus, ya harus menyesali, dengan sungguh sungguh, dan tentu berjanji untuk tidak mengulangi, dan akan selalu berbuat lebih baik. Juga mengakui kesalahan kita, kepada Tuhan, kepada semua orang lalu mohon ampun, mohon didoakan oleh para Kudus dan Bunda kita, agar dosa dosa kita diampuni.

Silka: Pak Tjipto, seperti sudah dijelaskan tadi bahwa umat Katolik merayakan Ekaristi setiap hari Minggu. Apakah bapak sendiri merayakannya setiap minggu?
Pak Tjipto: Ya tentu, selama tidak ada halangan. Tapi Tuhan itu baik kok, kadang perhitungan saya karena ada acara, saya tidak bisa pergi ke gereja untuk merayakan Ekaristi, ternyata malah bisa. Puji Tuhan. Saya selalu usahakan untuk bisa merasakan karunia Allah ini bersama seluruh keluarga secara bersama sama.

Silka: Bagaimana usaha atau cara bapak untuk melibatkan seluruh keluarga bapak dalam perayaan Ekaristi ini?
Pak Tjipto: Kami berbincang, khususnya pada anak-anak bahwa dengan ke gereja merayakan Ekaristi  itu kami merasakan kehadiran Allah. Dan ya itu tadi dengan bersama, kami selalu bersama, kesejukan lebih terasa. Kalau sendiri kok merasa kurang ya. Saya juga merasa setelah mengaku kesalahan, mendapat pengampunan dan menerima Tubuh Tuhan, menerima kehadiran Allah, saya merasa tenang dan mantab melangkah berjalan dan menjalani kehidupan ini.

Silka: Romo saya kembali ke kondisi saat ini, sudah dikeluarkan TPE yang baru. Kenapa ada TPE yang baru, apakah TPE yang ada selama ini salah?
Romo: Sejak tahun 1979 Umat Katolik Indonesia menggunakan TPE yang dua tahun sebelumnya disetujui oleh MAWI (skrg KWI) untuk digunakan ”sebagai percobaan” (ad experimentium). Hal itu mengandaikan bahwa sekali waktu pasti ada evaluasi dan pembaruan2. Pemimpin Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dalam ”Surat Promulgasi Tata Perayaan Ekaristi”, mengemukakan alasan dasar dan sekaligus tujuan adanya TPE yang baru: yaitu agar kita bersama seluruh Gereja universal merayakan misteri kehadiran Tuhan dalam Ekaristi yang luhur itu dengan sikap batin dan tata cara yang penuh hormat dan khidmat.

Silka: Romo, apa yang membedakan antara TPE lama dgn TPE yang baru ini?
Romo: Perayaan Ekaristi dalam bahasa Indonesia sudah mengalami beberapa tahap perubahan dan pembaharuan. Tahun 1960 Ekaristi mulai dirayakan dalam bahasa Indonesia, tetapi bagian Doa Syukur Agung didoakan oleh Imam dalam bahasa Latin. Thn 1971, menurut buku Aturan Upacara Misa, seluruh Misa dirayakan dalam bahasa Indonesia termasuk Prefasi & Doa Syukur Agung yang tetap dibawakan oleh Imam. Tahun 1979, keluar buku Tata Perayaan Ekaristi, dan yang khas dari Tata Perayaan Ekaristi ini adalah Doa Syukur Agung diucapkan juga oleh umat. Akhirnya pada tahun 2005 ini, terbit terjemahan TPE yang baru dan dipromulgasikan oleh KWI setelah mendapatkan pemeriksaan dan pengesahan dari Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen, Vatikan, Roma. Di TPE 2005 ini diterbitkan dua edisi, yaitu edisi besar dan lengkap untuk Imam, dan edisi kecil untuk Umat. Dalam buku Umat ini, teks Doa Syukur Agung dimuat seluruhnya meskipun hanya Imam yang boleh mengucapkannya, kecuali bbrp bagian yang merupakan aklamasi Umat.Bedanya:

  • peranan umat dalam Doa Syukur Agung (DSA) agak berkurang, karena DSA memang doa khusus untuk Imam (Doa Presidensial = Doa Pemimpin). Keikutsertaan umat dalam DSA ada pada doa Anamnesis (ada 6 pilihan) dan menjawab ”Amin” pada akhir doa Doksologi. ”Amin” ini penting karena mengiyakan seluruh misteri yang dirayakan oleh umat (men-amin-i)
  • Lebih mempertahankan kesakralannya.Untuk Pastor diterbitkan TPE khusus yang lebih tebal.

Silka: Pak Tjipto, apakah ada usaha khusus dari Dewan Paroki untuk mensosialisasikan penggunaan TPE yang baru ini ke umat?
Pak Tjipto: Usaha khusus? rasanya kok tidak ada dan apa perlu? Yang penting Gereja menyiapkan buku TPE yang baru, cukup bagi jumlah umat , ganti ongkos cetak yang terjangkau dan tidak membebani umat, kalau tiga ribu, atau sampai lima ribu rupiah sekalipun, saya kira umat kita masih okey, karena satu kali beli untuk beberapa tahun asal tidak hilang. Selain itu dengan mengikuti Perayaan Ekaristi, dengan berulang ulang, akhirnya kan kita menjadi biasa dan tahu urutan, tatacara dan sebagainya. 

Silka:  Pak Tjipto, dalam kapasitas bapak sebagai Wakil Dewan Paroki Santa Theresia, apakah ada perhatian khusus melihat situasi umat di paroki Santa Theresia, terutama umat yang hanya hadir di saat Natal dan Paskah. Mungkin bapak punya pesan khusus untuk umat Katolik di Sta. Theresia dan untuk umat di paroki lain.
Pak Tjipto: Di Gereja Santa Theresia Balikpapan saya kira belakangan ini kok jarang ya kosong, meskipun ada yang terlambat satu atau dua keluarga, tapi menurut penglihatan saya cukup penuh. Sampai sampai kita perlu membuat kanopi yang sekarang dibangun itu untuk menambah jumlah tempat duduk di depan supaya umat tidak kehujanan kalau misa penuh dan duduk di luar, selain juga ada fungsi lain yaitu mobil bisa sampai di depan gereja misalnya kalau ada pengantin, kasihan lho kalau make up pengantin wanitanya luntur pas di depan gereja karena gerimis? Kalau Natal dan Paskah, umat penuh, tapi itu juga bisa juga karena banyak yang mudik,  kumpul dengan keluarga, anak yang kuliah pulang, walaupun memang mungkin ada juga yang hadir saat Natal dan Paskah saja. Kita juga mencoba dengan kegiatan-kegiatan yang mengakomodir kegiatan  umat, yang menarik umat.  Lama lama saya kira banyak umat yang semakin sadar ingin hadir ke gereja untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam dirinya.

Iklan

Aksi

Information

3 responses

2 10 2008
leo

Terima kasih atas penambahan pengetahuan tentang sakramen, khususnya tentang TPE.

Jika saya boleh tahu, dimana situs Indonesia yang memuat TPE komplit. Sehingga jika kita mau buat buku yang ada perayaan Ekaristinya, tinggal copy dan paste saja.

shaloom,
leopjos

31 03 2010
ester galatia

THANKS INFO NYA, SAYA ANGGOTA BARU KATOLIK, BELUM DI BAPTIS….

21 02 2011
rey haukilo

saya mau tanya klo cari data perayaan ekaristi di mana tho
saya tidak mudheng dan kurang mengetahui internet

dan klo mau mukul gong itu berapa ketukan ????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: