7 Sabda Terakhir Yesus

6 04 2006

7sabda_.JPG

Renungan untuk radio Gemaya
Balikpapan 6 April 2006

Renungan 7 Sabda sabda Yesus terakhir hidupnya,

1. "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (lukas 23:24)

2. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43)

3. "Wanita (ibu), inilah anakmu!" "Inilah ibumu!" (Yohanes 19:26-27)
4. "Eli, Eli, lema sabachtani?" Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Matius 27:46)

5. "Aku haus!" (Yohanes 19:28)

6. "Sudah selesai!" (Yohanes 19:30)

7. "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46)

 Pendahuluan:

7 Sabda sabda Yesus terakhir memberi keterangan penderitaan Yesus dan bagaimana kita boleh ikut untuk lebih dekat sama Tuhan: barisan yang pertama (1,2 dan 3), dan jalan yang diikuti Yesus untuk memungkinkan itu, karena hidup bersama kita: barisan kedua (4,5 dan 7).
No 6 merangkum semua.

3 pengarang Injil sebaiknya siap dibuka.
Setiap pengarang injil mempunyai variasi.
Dengan merenungkan semua sabda dapat kita suatu gambaran apa yang terjadi pada hari Jumat 7 april tahun 30.

Inti:

A. Kaitan: dari arah Tuhan
Ketiga sabda pertama memperlihatkan kita (fokus) dari arah, pandangan dari Tuhan. Apa yang dialami Yesus adalah pengalaman sebagai manusia. Ia "sama" sederajat kita (sebagai manusia).

B. Penyerahan: Jalan Yesus
Kata kata ini diucapkan dari pandangan manusia terhadap Tuhan. Jalan seorang yang ditinggalkan Tuhan karena berdosa; kata kata ini menggambarkan Yesus yang ditinggalkan Tuhan Allah karena Yesus mengganti kita umat manusia.

C. Sabda yang menyatukan (merangkum)
1. Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (lukas 23:24)
Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Sebuah doa pengampunan yang ditujukan kepada Bapa , seperti uluran tangan yang siap. Tangan manusia yang mencerminkan hutang dosa terhadap yang memberi rahmat. Sebuah tangan gelap.
Tawaran..terima atau tidak?
Disini Yesus mohon ampun untuk orang yang membunuhNya – dan saya tahu bahwa doa itu juga berlaku untuk yang lain yang menolak Yesus yang tidak tahu apa yang mereka lakukan. Dalam doa ini juga muncul hutang dosa, karena seandainya tidak ada hutang doa ini tidak mungkin diucapkan.

2. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43)
Sebuah tangan yang diulurkan kepada yang terima rahmat, yaitu janji bahwa akan bersama sama Yeus didalam firdaus. Sebuah tangan yang terang dibelakangnya gelap. Harapan si jahat gelap sekali. Seringkali orang itu disebut pembunuh yang "baik". Itu salah karena dalam dirinya tidak ada sesuatu yang baik. Ia tahu sendiri bahwa ia dihukum, dia sama jahat seperti temannya. Ternyata ia tidak keras kepala, karena tahu siapa yang disalibkan disamping dia. Ia sadar bahwa dia salah dan minta kepada Yesus ampun. Ia dapat ampun dan dijanjikan Yesus akan bersamaNya di Firdaus.

Kadang menjadi alasan kita untuk menunda pilihan untuk Tuhan, karena pada titik terakhir masih ada kesempatan untuk bertobat. Memang begitu. Tetapi ingat bahwa pembunuh yang lain begitu keras dalam hidup dan pilihannya sehingga tidak sanggup melihat siapa yang di sampingnya di salib… untuk dia tidak ada janji keselamatan abadi.

3. "Wanita (ibu), inilah anakmu!" "Inilah ibumu!" (Yohanes 19:26-27)
Waktu Yesus melihat ibu dan murid yang disayangi ia katakan sama ibu:"inilah anakmu" kemudian sama murid: "Inilah ibumu"

Di bawa salib dekat kaki Yesus berdiri familiNya. Supaya kita mengenal Yesus dalam sesama kita manusia. Dengan kata lain: menjadi kaki dan tangan Yesus di dunia.

Kalau kita sebagai manusia sudah pilih untuk memihak Yesus, kita diberikan oleh Yesus tugas untuk memberi diri kepada sesama, untuk menolong sesama. Dan melakukan apa yang harus dilaksanakan di dunia ini: yaitu menjadi tangan dan kaki Yesus. Itu digambarkan dalam Yesus di salib dengan dua orang di bawa salib yang menyalami sesama. Ada yang melihat simbolis sebagai suatu jangkar. Orang yang mengenal Yesus adalah jangkar surga di dunia. Seperti kita mempunyai jangkar harapan akan Tuhan di surga dimana Yesus berada. Harapan Tuhan adalah persaudaraan kita di dunia.

Kesimpulan:

Dari Tuhan ada 3 langkah yang harus kita ikut untuk kembali kepadaNya:

1) ada hutang yang harus dihapuskan, dan penghapusan dosa sudah siap – Yesus mendoakannya.

2) Kalau terima tawaran itu, Yesus terima anda dan anda boleh bersama dia dalam Firdaus.

3) Kalau terima Yesus anda diberikan kepada sesama, untuk hidup bersama Dia

4. "Eli, Eli, lama sabachtani?" Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Matius 27:46)

Sekitar jam sembilan Yesus berteriak: Eli, Eli, lama sabachtani? Tuhan, Tuhan mengapa Engkau tinggalkan daku. Suatu teriakan dari seorang yang ditinggalkan Tuhan, yang dialami Yesus di kayu salib…pengalaman kita.

Untuk pertama dan sekali saja Ia pisah dari Tuhan karena memikul dosa. Dosa tidak mungkin dekat Tuhan. Oleh karena Yesus memikul dosa kita, maka harus ditinggalkan Tuhan. Yesus tahu apa itu perasaan terpisah dari Tuhan.

Tadi saya mengemukakan bahwa sabda sabda Yesus ada pengalaman Dia (dan kita) bagaimana jalan ke Tuhan. Kalau sadar akan hal bahwa kita tidak mungkin sendiri sampai Tuhan dan kalau itu diteriakkan, itulah yang diteriaki Yesus. kebencian, kekerasan, penderitaan, lepas dari arah, lepas dari Tuhan. Ia mau solider dengan kita.

5. "Aku haus!" (Yohanes 19:28)
Haus yang luarbiasa. Yang menciptakan lautan dengan segala isinya dan kehidupan, haus dan meninggal…… supaya haus kita akan Tuhan hilang.

Kalau kita sadar bahwa kita terpisah dari Tuhan ada pilihan: biarkan atau tidak biarkan. Kalau kita mau dekat Tuhan kita se-akan akan haus. Haus akan Tuhan. Haus akan air supaya dapat hidup. Disini digambarkan seorang yang teriak akan haus. Yesus yang kering yang didera, dipukuli, disalibkan teriak : aku haus

kita lewat sebentar

6. "Sudah selesai!" (Yohanes 19:30)

7. "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46)
Siapa yang memberi hidup, yang memberi nafas kepada kita, menghembuskan nafasNya. Rela memberi nafas untuk kita agar kita dapat hidup, agar kita menang bersama Dia.

Bapa, Putera dan Roh bersatu dalam kematian Yesus. Yesus memberi kembali RohNya kepada Bapa. Tiga titik, tiga garis…yang memgambarkan paku, garis yang disalibkan. Seperti Yesus mulai lepas dari salib. Salib mempunyai garis dari atas ke bawa. Garis dari kiri ke kanan.. Horizontal dan vertikal. Dibelakang ada Roh, (merpati,) ….. yang memberi hidup kembali.

Kesimpulan:

1) Kita harus sadar bahwa kita kehilangan Tuhan. Demi kita Yesus juga kehilangan Tuhan.

2) Kita haus kepada Tuhan, suatu pengalaman Yesuspun.

3) Kita dapat memberi diri sendiri kepada Tuhan, seperti Yesus buat. Ia memungkinkan untuk membuat yang sama. Dengan tawaran Rahmat yang akan kita terima kita kembalikan dosa sehingga Tuhan dapat ikut bersama di jalan kita. Kita diberi Rahmat.

Sabda terakhir Yesus mulai dan menutup dengan doa kepada Bapa.

6. "Sudah selesai!" (Yohanes 19:30)
Sabda ke 6 mempersatukan atau merangkum:

Janji Tuhan akan mengampuni menjadi nyata, kongkrit. "Engkau akan menyertai Saya di Firdaus" Karna sudah dilaksanakan diatas salib menjadi kongkrit, bahwa kita dapat pengampunan.

· Manusia yang haus akan Tuhan, bisa menyerahkan diri kepada Tuhan, bisa dekat dengan Tuhan "karena sudah selesai"

· Dunia ini, sebenarnya sempurna sejak awal, oleh dosa Adam dirusak…! Allah sendiri, Penciptanya dihias dengan kalung dari duri.

· Semua sabda dan janji tentang Juruselamat menjadi benar.

· Kalau sadar bahwa sudah dibayar!!! dan berlaku untuk saya, maka sabda "sudah selesai!" berlaku untuk saya.

7 Sabda terakhir ada parallel dengan 7 hari penciptaan (Kitab kejadian).

Penciptaan dan Salib: penciptaan ulang (Kol 1:15 dan 18) 2×3 hari + 1:

Penciptaan: 3 hari penciptaan agar dapat ruang hidup
Salib: 3 sabda: agar dapat ruang hidup – Tuhan dengan kita orang berdosa, seorang "pembunuh" dengan Tuhan, dan Tuhan beserta kita bersama.

Penciptaan: 3 hari penciptaan untuk mengisi ruang hidup
Salib: 3 sabda: penyerahan, haus, kedalam bapa aku serahkan Roh (Fil. 2,6)

Penciptaan: 1 hari istirahat
Salib: 1 sabda penutup (sudah selesai, 1, 2,3 dan 4, 5 dan 7 disatukan.

Kol.1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Fil. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib

Beberapa catatan:

1) Sabda Yesus terakhir dalam musik

· Die sieben Worte Jesu Christi am Kreuz (SWV 478) untuk solo, kor 5 suara dan instrumen (1645) dari Heinrich Schütz

· 7 Lezte Worte Jesu Am Kreuz, Joseph Haydn

· Sieben Worte voor cello, bajan dan gesek (1982), dari Sofia Goebaidoelina

2) Sabda Yesus terakhir dalam Kitab Suci

Mattheüs 27: 27-56 Bahasa Ibrani
Marcus 15: 16-39 Bahasa Aram cfr. Mazmur 22,1
Lucas 23: 26-56
Yohanes 19:16-42

3) Hari Yesus meninggal
Jesus meninggal jumat, 15 Nisan (Perjamuan terakhir 14 Nisan)

4) Passio Yesus: kematianNya
Yesus memikul salib sendiri ke tempat eksekusi. Simon dari Cyrene dipaksa untuk membantu Yesus yang sudah terluka parah. Dalam perjalanan Yesus sempat bicara sama para wanita yang menanggis. Ia dipaku pada kayu salib. Keterangan hukuman diberikan dalam tulisan diatas kepalanya. Di salib Yesus memngucapkan Sabda terakhir. Matahari tiba tiba menjadi gelap, ada gempa dan kain di bait Allah terbelah. Seorang centurion dari tentara Romawi memberi kesaksian. Mayatnya diambil dari salib oleh Joseph dari Arimathea dan Nicodemus, kemudian dikuburkan dalam kuburan baru dari Joseph, sebelum hari Sabbath.

5) The Passion of the Christ, yang disutradarai oleh Mel Gibson, menggambarkan 12 jam terakhir hidup Yesus Kristus.
Di samping Injil dalam Perjanjian Baru tulisan Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, Mel Gibson dan Ben Fitzgerald menulis naskahnya dari beberapa sumber lain, termasuk “The City of God”, tulisan Venerabilis Maria dari Agreda (1602-1665, mistikus dan visioner) dan secara bebas menyadur catatan harian Beata Anna Katharina Emmerick (1774-1824, mistikus, stigmatis, visioner, dan nabi) dalam “The Dolorous Passion of Our Lord Jesus Christ”.
Mel Gibson: "Jalan Salib adalah sengsara Kristus demi umat manusia, demi menebus dosa-dosa kita, demi membawa kita kembali kepada Allah; dan Kasih yang melakukan semuanya."

Passio (bukan "sengsara" saja) mengandung arti:
cinta yang sangat kuat, (yang mendorong orang untuk rela berkorban/menderita) keinginan dan semangat yang amat besar, hasrat yang berkobar-kobar

Saat ini "dunia" sudah mengalami komplikasi. Dengan mudah kita bisa melihat sekitar kita dan mengetahui apa yang terjadi. Lalu lintas yang macet, kecelakaan, bencana alam, kehidupan para selebriti, pemakaian narkotika, aborsi, dan banyak lagi kelemahan kelemahan manusia yang lain di berbagai penjuru planet ini. Orang mencari sesuatu untuk mereka jadikan pegangan. Mereka mencari sesuatu yang mereka bisa menyentuhnya, merasakannya. Mereka mencari-cari program kehidupan, jalan keselamatan yang eksisten. Tetapi, Tuhan tidak bisa dijumpai pada jalan seperti ini. Tuhan kadang bersembunyi melalui kedekatanNya dengan kita. Kita bisa berjalan disampingNya seperti Emmaus, tanpa mengetahui keberadaan-Nya, kedekatan-Nya, sebab kita telah dikuasai atau terbuai dengan hal duniawi, material, kebahagian yang semu, atau malah kita memiliki segalanya tanpa berbagi rahmat dengan yang lain. Itulah mengapa, kadang damai begitu jauh rasanya untuk digapai. Kita mencari sesuatu diluar yang kita bisa dan punyai, sesuatu yang tersembunyi. Kita jatuh dalam tidur yang panjang dan nyenyak. Kita perlu bangun, berjaga, dan menyalakan lampu kita, cahaya kita, cahaya kebenaran dalam kegelapan, untuk menyambut-Nya. Kita telah banyak membuang waktu untuk mengerjakan banyak hal. SIBUK, adalah alasan yang banyak dipakai untuk tidak menjadi dekat dengan Tuhan. Mungkin saat Puasa ini adalah saat yang tepat buat kita untuk berintropeksi, berefleksi pada diri kita sendiri, bertanya pada hati kecil kita terdalam, sudahkah kita bahagia??? Kemanakah tujuan hidup kita didunia ini? Yesus mengajarkan kita berdoa, agar kita tidak jatuh dalam percobaan, dan untuk tidak pernah lupa, bahwa setan bagaimanapun juga akan selalu berusaha merusak hubungan baik kita dengan Yang teramat sangat mencintai kita. Mendekatlah kepada-Nya, dan Dia akan mendekat pula pada kita. Berjaga jagalah, dan bersiaplah setiap saat, kosongkan dirimu, dan biarkan Dia memenuhimu, dalam hidup ini. Tuhan memberkati.

15:34
kai thi enath wra ebohsen o IhsouV fwnh megalh
Elwi Elwi lama sabacqani
o estin meqermhneuomenon
o QeoV mou o QeoV mou eiV ti egkatelipeV me

et hora nona exclamavit Iesus voce magna dicens
Heloi Heloi lamma sabacthani.
quod est interpretatum
Deus meus Deus meus ut quid dereliquisti me.

Und von die neunde stunde rieff Jhesus laut und sprach
ELI ELI LAMA ASABTHANI?
Das ist verdolmetscht
MEIN GOTT MEIN GOTT WARUM HASTU MICH VERLASSEN?

P.Sinnema MSF


Aksi

Information

6 responses

15 08 2007
cecilia

aq sll merasa Tuhan jauh dr aq krn walau aq berdoa n memohon melalui doa rosario tp tdk pernah mengalami perubahan yg berarti buat hidupq, Aq sadar sekarang setelah membaca tulisan diatas bahwa Tuhan tetap berada dekat dgnq walau dlm susah maupun duka

6 09 2007
sischa

mengapa bs begitu

11 09 2007
Ridhafani Wulandari

TUHANmu, TUHANku, dan TUHAN kita semua;

1. Coba lihat kembali sejarah manusia dlm mencari TUHANnya, mulai dari men-TUHAN-kan Patung, Binatang, Matahari sampai Dewa-2, Bagaimana dan apa sj yg dilakukan dengan TUHANnya ?, Mengapa semua itu terjadi ?

2. Kemudian bagaimana, kapan, dan dimana Agama-agama itu lahir ?

3. Kalau masing-2 agama mempunyai TUHAN sendiri-2, alangkah banyaknya TUHAN ini ! dan kalau betul demikian, bagaimana TUHAN-2 itu bersahabat dan berdebat ! dan mungkin berkelahi kali ! kalau betul TUHAN lebih dari satu ! (logika Manusia, APA IYA ?).

4. Pastikan TUHAN ini Cuma satu dan tdk mungkin banyak (logika kita/ akal rasio, coba renungkan dalam-2).

5. Jadi TUHANnya Orang Budha, Hindu, Kristen, Shinto, Kong Huchu, ISLAM, aliran kepercayaan mungkin SAMA ? dan hanya SATU (maha Esa !) TUHAN.

6. Kalau TUHAN hanya satu, yang mana diantara TUHAN-TUHAN itu yg mrpk TUHAN sesungguhnya dan siapa beliau ini ? (Mr. X itu ?) dan spt apa wujudnya TUHAN itu ? (setiap orang akan berpikir sesuai dg persepsi masing-2 kan ).

7. Bagaimana manusia (ciptaannya) mengetahui bhw Dia adl TUHANnya dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya serta memberitahukan bhw Dirinya adl TUHAN yg sesungguhnya bagi alam semesta beserta isinya (manusia, fauna, & flaura) ?.

8. Silahkan pelajari semua agama (PROTESTAN, KATHOLIK, ADVENT, ISLAM, HINDU, BUDHA, SINTO, KONG HUCHU, Aliran Kepercayaan) berikut kitab-2 sucinya (TAURAT, JABUR, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, INJIL, AL QUR`AN, WEDA, Dll) apa saja isi kitab-kitab suci dan bagaimana proses diturunkan (dibuatnya) ?

9. Jangan pernah berhenti mencari TUHAN yg sesungguhnya, niscaya dan insyaa ALLAH, TUHAN yg sesungguhnya akan menemui kita.

10. SELAMAT MENCARI, semoga TUHAN yg sesungguh akan segera menemui kita, amien.

BISARA SIANTURI bercerita;

Lelaki bernama Bisara Sianturi ini bukannya sembarangan lelaki. Dia ialah anak muda yang fanatik dengan agama Prostestan.
Apa yang menarik mengenai Bisara ini, ialah percubaannya untuk mempengaruhi sebuah keluarga muslim di Medan agar menerima ajaran Kristian Prostestan berkesudahan dengan kegagalan. Namun dari ketewasannya berdialog dengan seorang haji, menjadi penyebab dia mendapat hidayah dari Allah SWT.

Bisara Sianturi dilahirkan di Tapanuli Utara pada 26hb Jun 1949. Dia dibesarkan dalam didikan keluarga yang taat penganut Prostestan.
Pada tahun 1968 Bisara telah merantau ke Kota Medan. Nasibnya agak baik kerana berkesempatan berkenalan dengan keluarga Walikota(Datuk Bandar) Medan ketika itu, Ahmad Syah. Dari kemesraan hubungan itu dia mendapat kesempatan tinggal bersama-sama di rumah keluarga walikota berkenaan.

Bisara mengaku, selama tinggal di rumah keluarga walikota tersebut, dia cuba mendakwah anak-anak walikota itu lagu-lagu gereja. Kebetulan anak-anak walikota dekat dengannya dan suka dengan lagu-lagu yang diajarkannya. Sementara walikota sendiri tidak pernah marah kepadanya. Bahkan dia pernah bertanya kepada walikota tentang agama apa yang baik. Walikota itu menjawab, bahawa semua agama itu baik.

Pemikiran terbuka walikota seperti itulah uyang membuatnya senang dan berani mengajarkan lagu-lagu gereja kepada anak-anaknya. Menurutnya, kalau orang sudah memeliki pemikiran seperti ini, biasanya akan mudah diajak masuk Kristian.”Saya berniat mengkristiankan keluarga ini. Pertama-tama melalui anak-anaknya dulu. Makanya saya ajari mereka lagu-lagu gereja. Anehnya, mereka suka sekali dengan lagui-lagu yang saya ajarkan,” kenang Bisara Sianturi.

Usaha Bisara untuk mengkristiankan keluarga walikota melalui anak-anaknya ternyata tidak boleh berjalan dengan lancar. Di rumah walikota itu tinggal juga bapa mertuanya, Haji Nurdin. Meskipun walikota tidak merasa keberatan anak-anaknya diajarkan lagu-lagu gereja, tetapi Haji Nurdin tidak suka kalau cucu-cucunya diajarkan lagu-lagu gereja oleh Bisara.

Pada suatu petang, di ruang depan rumah walikota, Haji Nurdin mengajak Bisara untuk bercakap masalah serius. Haji Nurdin yang luas pengetahuan agamanya ini mengajaknya berdialog mengenai agama. Bahkan beliau menawarkan diri untuk masuk Kristian jika Bisara mampu menyakinkan Haji Nurdin melalui hujah-hujahnya.

“Kalau kamu boleh menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan benar, saya berserta keluarga saya seluruhnya dengan ikhlas dan sukarela akan mengikuti kepercayaan kamu,” kata Haji Nurdin waktu itu. Tawaran itu tentu saja menggugat hati Bisara. Dia dengan bersemangat menyanggupinya. Dia mengira akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Haji Nurdin dengan mudah. Ternyata kemudiannya semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Haji Nurdin membuat keyakinnannya terhadap Kristian pula goyah.

“Mana lebih dahulu Tuhan dengan air?” tanya Haji Nurdin.
“Pak Haji ini bercanda. Anak kecil juga bisa menjawab,” ucap Bisara.
“Saya tidak bercanda. Kalau kamu boleh menjawapnya, saya dan keluarga akan masuk agamamu!” tegas Haji Nurdin.
“Tentu lebih dahulu Tuhan, kerana Tuhanlah yang menciptakan air,” jawab Bisara.

“Kalau begitu, bila Tuhan kamu lahir? Bukankan Tuhanmu, Jesus, lahir pada tahun 1 Masehi? Bukankah tarikh Masehi yang kita pakai sekarang ini mengikuti tarikh kelahiran Jesus? Bukankah sebelum Jesus lahir setelah ada air? Kalau begitu air lebih dulu ada sebelum adanya Tuhanmu?” balas Haji Nurdin. Bisara kebingungan sendiri. Tetapi dia dengan mudah menjawabnya kembali.
“Jesus itu’ kan anaknya Tuhan.”
“Bukankah dalam ajaran agamamu dikenal ajaran “Trinitas” yang menganggap tiga tuhan, iaitu Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan? Satu bererti tiga dan tiga bererti satu. Kalau demikian, tidak mungkin kita memisahkan Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus.

“Kalau Tuhan Jesus jatuh atau diragukan dengan pertanyaan seperti tadi, bererti yang lain juga ikut jatuh,” kata Haji Nurdin.
Bisara tambah bingung. Ianya tidak boleh membantah lagi.
“Yang kedua. Dalam Injil Matius pasal 27 ayat 46, disebutkan bahawa Jesus meminta tolong ketika sedang disalib. Cuba kamu fikir, bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Sempurna minta tolong, Kalau Tuhan minta tolong, bererti dia tidak pantas dianggap Tuhan,” kata Haji Nurdin.

Kali ini Bisara tambah terkejut. Dia tidak menyangka Haji Nurdin mengerti banyak tentang Injil. Oleh itu, dia tidak mampu menjawab lagi.
Bisara kesal, meskipun semua meresap ke dalam hatinya, tetapi ia tidak menerima begitu saja. Dia balik bertanya kepada Haji Nurdin tentang kebiasaan orang islam menyunat anak-laki-lakinya.
Al-Haj Lord Headly Al-Farooq
Seorang Bangsawan, Negarawan dan Pengarang
Mungkin ada kawan-kawan saya yang mengira bahwa saya telah terpengaruh oleh orang-orang Islam. Dugaan itu tidak benar, sebab kepindahan saya kepada agama Islam adalah timbul dari kesadaran saya sendiri, hasil pemikiran saya sendiri.
Saya telah bertukar pikiran dengan orang-orang Islam terpelajar tentang agama hanya terjadi beberapa minggu yang lalu. Dan perlu pula saya kemukakan bahwa saya sangat bergembira setelah ternyata bahwa semua teori dan kesimpulan saya persis seluruhnya cocok dengan Islam.
Kesadaran beragama, sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Qur’an, harus timbul dari kebebasan memilih dan putusan yang spontan, dan tidak boleh ada paksaan. Mengenai hal ini, Jesus Al-Masih menyatakan kepada para pengikutnya:
“Dan orang tidak akan dapat menerima kamu atau memperhatikan kata-kata kamu, apabila kamu meninggalkan dia.” — Injil Markus, VI, 2.
Saya banyak mengetahui tentang aliran Protestan yang fanatik, yang berpendapat bahwa kewajiban mereka ialah mendatangi rumah-rumah orang Katolik Roma untuk mengusahakan supaya kawan-kawan se-“kandang”-nya itu bertaubat. Tidak bisa diragukan lagi bahwa tindakan yarig menyolok ini, adalah suatu tindakan yang tidak jujur, bahkan setiap jiwa yang murni akan mengutuknya, karena hal itu dapat membangkitkan pertentangan-pertentangan yang menodai keluhuran agama. Maaf saya katakan, bahwa kebanyakan misi Nasrani juga telah mengambil langkah-langkah yang sama terhadap saudara-saudaranya yang memeluk agama Islam. Saya tidak habis pikir; mengapa mereka selalu berusaha memurtadkan orang-orang yang pada hakekatnya lebih dekat kepada ajaran Jesus yang sebenarnya dari pada mereka sendiri?! Saya katakan demikian, sebab dalam hal kebaikan, toleransi dan keluasan berpikir dalam akidah Islam lebih dekat kepada ajaran Kristus, dari pada ajaran-ajaran sempit dari Gereja-gereja Kristen sendiri.
Sebagai contoh ialah Kredo Athanasia yang mengecam akidah Trinitas dengan keterangannya yang sangat membingungkan. Aliran ini yang sangat penting dan berperanan menentukan dalam salah satu ajaran pokok dari Gereja, menyatakan dengan tegas bahwa dia mewakili ajaran Katolik, dan kalau kita tidak percaya kepadanya, kita akan celaka selama-lamanya. Tapi kita diharuskan olehnya supaya percaya kepada akidah Trinitas. Dengan kata lain. Kita diwajibkan beriman kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Agung, kemudian pada waktu yang sama kita diharuskan menutupinya dengan kezaliman dan kekejaman, seolah-olah kita menutupi manusia paling jahat. Sedangkan Allah swt. amat jauh dari kemungkinan bisa dibatasi oleh rencana manusia lemah yang mempercayai akidah Trinitas atau Tatslits.
Masilh ada satu contoh lagi tentang kemauan berbuat baik. Saya pernah menerima surat –tentang kecenderungan saya kepada Islam– dimana penulisnya menyatakan bahwa apabila saya tidak percaya kepada ke-Tuhan-an Yesus Kristus, saya tidak akan mendapat keselamatan. Pada hal soal ke-Tuhan-an Yesus itu menurut pendapat saya tidak sepenting soal: “Apakah Yesus Kristus telah menyampaikan Risalah Tuhan kepada manusia atau tidak?” Jika saya meragukan soal ini, pastilah pikiran saya akan tergoncang. Akan tetapi, alhamdulillah, saya tidak ragu-ragu sedikitpun, dan saya harap bahwa kepercayaan saya kepada Yesus dan segala ajarannya tetap kuat seperti keyakinan setiap orang Islam atau setiap pengikut Yesus Kristus. Sebagaimana yang sering saya kemukakan bahwa agama Islam dan agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus sendiri, adalah laksana dua saudara sepupu. Antara kedua agama itu hanya berbeda dengan adanya dogma-dogma dan tatacara yang mungkin tidak diperlukan.
Sekarang ini manusia sudah mulai menjurus kepada ketiadaan iman kepada Allah s.w.t. manakala mereka diminta supaya percaya kepada dogma-dogma dan kepercayaan-kepercayaan yang berpandangan sempit, dan dalam waktu yang bersamaan manusia haus kepada suatu agama yang dapat berbicara kepada akal dan athifah (sentiment) kemanusiaan.
Siapakah yang pernah mendengar bahwa seorang Muslim menjadi seorang atheist? Memang mungkin ada beberapa kejadian, tapi saya sangat meragukannya. Saya tahu ada beribu-ribu orang pria dan wanita, yang dalam hatinya adalah Muslim, akan tetapi secara biasa mereka tidak berani mengemukakan isi hatinya secara terang-terangan, dengan maksud supaya bisa menghindari gangguan-gangguan dan kesulitan-kesulitan yang akan dialami kalau mereka menyatakan ke-Islamannya secara terbuka. Justru saya sendiri mengalami yang demikian itu selama 20 tahun dalam keimanan saya secara terang-terangan yang telah menyebabkan hilangnya pikiran baik dari teman-teman saya.
Saya telah menerangkan alasan-alasan saya, mengapa saya menghormati ajaran-ajaran Islam, dan saya umumkan bahwa saya sendiri telah memeluk Islam lebih baik dari pada sewaktu saya masih seorang Kristen. Saya hanya bisa mengharap bahwa kawan-kawan saya mau mengikuti contoh ini yang saya tahu adalah suatu contoh yang baik, yang akan membawa kebahagiaan kepada setiap orang yang memandang langkah hidup saya sebagai suatu kemajuan dan jauh dari bersifat bermusuhan terhadap agama Kristen.
Tentang Pengarang : Lord Headly Al-Farooq
Lord Headly Al-Farooq dilahirkan pada tahun 1855. Beliau adalah seorang bangsawan Inggris, negarawan dan pengarang. Belajar pada Universitas Cambridge dan menjadi seorang bangsawan pada tahun 1877, mengabdikan diri dalam kemiliteran dengan pangkat Kapten, dan terakhir sebagai Letnan Kolonel dalam Batalion IV Infanteri di North Minister Fusilier. Walaupun beliau seorang insinyur, beliau berkecimpung juga dalam bidang kesusastraan. Beliau pernah menjabat sebagai Redaktur s.k. “Salisbury Journal” dan banyak mengarang buku-buku, dan yang paling terkenal ialah “A Western Awakening to Islam”.
Beliau telah menyatakan ke-Islaman-nya pada tanggal 16 Nopember 1913 dan berganti nama menjadi Syaikh Rahmatullah Al-Farooq. Beliau banyak melakukan perjalanan, dan pernah mengunjungi India pada tahun 1928.

26 02 2008
toronia

Damai Kristus bersama kita.
Apakah anda merasa benar karena agama yang anda anut?
*Setiap orang telah berdosa karena Adam dan Hawa,orang tua kita.
Masihkah anda berbangga karena agama anda?
*Agama memang dibuat untuk mengatur umat manusia. Keberaturan itu menyebabkan keharmonisan antar manusia maupun keharmonisan antara manusia dengan Penciptan-nya.
Kenyataanya adalah keharmonisan itu terusik oleh dosa-dosa turunan dan dosa-dosa kita saat ini.
Apakah yang harus diterima oleh orang berdosa?
*Orang berdosa akan dilenyapkan.
Adakah dari antara kita yang menjamin kalau kita belum pernah berdosa hingga saat ini?
Satupun tidak. Layaklah kita menerima kebinasaan. Akan tetapi Allah masih memberikan satu kesempatan pada manusia untuk dapat menerima keselamatan.
Apkah itu?
Yesus adalah kesempatan kita. Ia Allah yang besar turun kepada barang kepunyaan-Nya(manusia dan segala ciptaan-Nya). Inilah bukti kebesaran Allah, Ia pernah ada di dunia sebagai manusia100% dan sebagai Allah 100%.
Barangsiapa percaya kepada Yesus sebagai bukti keberadaan Allah yang besar akan dibenarkan oleh iman itu sendiri. Siapa yang dibenarkan akan diselamatkan.
Kesimpulannya?
Yesuslah kebenaran sejati dan bukan suatu kebetulan. Selamat menjaga iman dalam kasih dan pengharapan untuk dapat menyambut kedatangan_Nya yang kedua kali bukan lagi sebagai juruselamat,akan tetapi sebagai Hakim yag adil..

27 07 2011
Inong Oskar

…..yg jelas…!!!??? Pokok Iman Khatolik tidak mampu u/ diselami o/ pikiran manusia…. semakin Saudara mencari tahu, maka saudara akan semakin binggung…. ini adalah suatu “M_I_S_T_E_R_I…..”
Otak manusia yg begitu kecil…. tidak sanggup u/ menjabarkan Allah yang Maha Dasyat…..
“Seumpama: Sebuah sumur yg Saudara gali, u/ menampung semua air laut…. begitu juga dgn pikiran ta’ yg begitu kecil, yg mau menjabarkan ttg TRINITAS….”
sebab kami yg merasakan…. Kasihx, sungguh tak terselami Allah Kami….

8 03 2009
TOMAN INRIO TAMPUBOLON AMd

Syalom,
Damai dan Kasih Jesus menyertai kita sekalian.
Banyak hal dalam hidup yang menjadi keinginan kita. Tetapi, apa semua bisa kita raih?
TUHAN tidak pernah janji kepada kita bahwa hidup akan mudah untuk dilalui.
Tapi DIA janji akan selalu ada disamping kita disetiap jalan yang kita lalui
TUHAN sayang kepada kita.
Bapa kami yang disorga,
Dikuduskanlah NAMAMU
Datanglah kerajaanMU
Jadilah kehendakMU diBumi seperti di Sorga
Berilah pada hari ini
makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami.
Seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami
dan jangan lah membawa kami kedalam pencobaan
tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat
Karena ENGKAu yang Empunya kerajaan
Dan KUASA
DAn KEMULIAN sampai selama-lama nya
Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: