Kenaikan Yesus ke Surga

25 05 2006

Narasumber: Pastor Pieter Sinnema, MSF dan Bapak Romanus; Host: Yenni Eka Sari dan Ivan Adrian Julius

Kenaikan.JPGYenni : Apa sebenarnya arti Kenaikan bagi orang Kristiani?
Pastor : Bagi orang Kristen, kenaikan adalah: Yesus dari Nazareth pulang definitif ke BapaNya di surga. Pada Perjamuan Malam Terakhir, Yesus mengatakan bahwa Ia 'akan pergi'. Injil Lukas dan Kisah para rasul menceriterakan bahwa Yesus setelah bangkit memperlihatkan Dirinya kepada para rasul dalam kurun waktu 40 hari. Setelah 40 hari itu Yesus naik ke surga. Waktu itu para murid lihat keatas dan Yesus tidak nampak lagi karena dihalangi oleh awan.
Kadang-kadang ada kekeliruan bahwa kenaikan itu adalah pengangkatan Maria di surga.
Sesuai dengan Kitab Suci, orang Kristen mempercayai bahwa Yesus diangkat ke Surga dengan jiwa dan raganya sesudah KebangkitanNya.
Hal ini berulang kali selalu diungkapkan dalam syahadat, baik Syahadat Para Rasul (syahadat pendek asal tahun 324) pada bagian yang berbunyi: “Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa” maupun Syahadat Nicea-Konstantinopel (syahadat panjang asal tahun 381) pada bagian yang berbunyi: “Ia naik ke surga, duduk di sisi kanan Bapa”. Kedua syahadat itu adalah hasil tafsiran teologi yang penting sekali untuk umat jaman itu. Dibutuhkan dokumen-formulasi tetap sebagai pegangan, karena banyak aliran dan tafsiran keliru muncul dalam ajaran gereja. Nanti bisa dibahas.

Yenni : Mengapa kita merayakan Kenaikan Tuhan ?
Pastor : Tidak gampang untuk dijawab. Orang-orang Timur Tengah biasa melihat segala sesuatu secara harafiah. Mereka percaya bahwa surga ada di suatu tempat di atas langit – mereka pikir surga itu seperti suatu kubah di atas langit. Yesus tidak datang untuk mengajarkan astronomi atau ilmu perbintangan, jadi Ia terangkat ke langit sebagai cara untuk mengatakan bahwa Ia pergi ke Surga.
Dalam perayaan liturgi kenaikan tahun B (tahun ini) diceriterakan 3 versi.

Satu dari injil Markus, padat dan to the point.: 16:19 "Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah." Titik habis.
Dua dari Paulus dalam Ef.1:20 "Allah Bapa kita begitu mulia oleh yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang."
Tiga dari Lukas: dalam Kis.Ras.1:9 "Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka."

Tiga orang yang membahas kenaikan kurang lebih 50 tahun setelah kejadian itu dan dengan variasi. Buat apa dengan itu? Kita bisa berdiskusi bagaimana persis kejadian itu, tetapi tidak mungkin. Markus tidak berkomentar, Paulus tidak membahas samasekali dan Lukas paling konkret. Barangkali Lukas itu yang mencatat versi ini terakhir dan melengkapi apa yang tidak ia dapat dalam Markus dan Paulus. Karena orang pada waktu itu membutuhkan yang kongkret. Zaman itu sering muncul versi yang spirituel seperti dalam aliran gnosis, dimana segala yang duniawi tidak dianggap penting. Maka beberapa konsili dari gereja awal membuat ketentuan atau pegangan yang pasti.
Mengapa Ia pergi? Ia hendak mengajarkan kepada para murid-Nya (kita) agar tidak lagi terpaku pada kehadiran-Nya secara fisik. Ia akan tetap bersama mereka secara rohani melalui Roh Kudus-Nya. Dengan cara demikian Ia mendorong para murid-Nya untuk memulai misi mereka yaitu “pergi ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil.”
Roh yang membantu, mendorong. Tujuan Kenaikan.

Yenni : Bagaimana Kitab Suci mengabarkan Kenaikan Tuhan khususnya Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes?
Pastor : Kisah Kenaikan Tuhan pertama kali tercatat pada Injil Markus yang baru kita dengar tadi. Itu pada bagian akhirnya pada Bab 16 ayat 14-19. Penggambaran bagian ini tidak panjang, Yesus dan sisa sebelas muridnya ketika sedang makan. Yesus menugaskan murid-muridnya untuk pergi dan mewartakan Kabar Baik dan bahwa mereka yang percaya akan dikenali karena mereka kebal racun dan ular, mengusir roh-roh jahat dan mampu menyembuhkan orang sakit dengan penumpangan tangan. Pada kemudian pada ayat 19 dikatakan “Kemudian, setelah berkata kepada mereka, Tuhan Yesus diangkat ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah.” Markus tidak penggambaran jelas bagaimana peristiwa Kenaikan terjadi, hanya penegasan bahwa hal itu terjadi.
Injil Lukas juga mengabarkan Kenaikan Tuhan secara singkat. Hal ini dapat dilihat dari Injil Lukas Bab 24 ayat 50 hingga 51. Yesus membawa para rasulnya ke luar kota, ke Betania (Bethany) dan terangkat ke Surga saat Ia memberkati para rasulnya.
Kisah Kenaikan Tuhan juga termuat dalam tulisan Lukas dalam Kisah Para Rasu, yang baru juga dibahas. Kisah Para Rasul sendiri dibuka dengan Peristiwa Kenaikan Yesus, yaitu pada Bab 1 ayat 9-12. Selama 40 hari sesudah kebangkitanNya, Yesus masih berulang kali bertemu para muridnya dan mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah. Peristiwa Kenaikan Tuhan terjadi saat Yesus dan kesebelas rasulNya berkumpul di Bukit Zaitun, 15 menit perjalanan dari Yerusalem. Di sana Yesus menyatakan kepada para muridNya bahwa mereka akan menerima kekuatan dari Roh Kudus dan mereka akan menyebarluaskan pesan-pesanNya ke seluruh dunia. Sambil berkata demikian, Yesus terangkat naik dan para murid kemudian tak dapat melihatNya kembali karena tertutup oleh awan. Kemudian ada dua orang berpakaian putih muncul dan memberitahukan kepada para murid bahwa Yesus akan kembali dalam cara yang sama dengan cara Ia diangkat.
Injil Matius sendiri tidak memberitakan Kenaikan Tuhan karena berakhir pada kisah Yesus memerintahkan para rasulNya untuk mewartakan Injil.
Injil Yohanes sendiri juga tidak secara eksplisit memberitakan Kenaikan Tuhan, tetapi ada beberapa ayat di mana Yesus menyatakan KenaikanNya sebagai fakta, seperti pada Yohanes 6:62 saat Ia berkata kepada murid-muridnya yang bersungut-sungut : “Bagaimana sikapmu nanti, jika kamu melihat Putra Manusia naik ke tempat di mana Ia berada sebelumnya?” dan juga pada Injil Yohanes 20:17 saat Ia berkata kepada Maria Magdalena saat ia mencari Yesus yang telah dibangkitkan: “Janganlah terus menerus memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah sekarang kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, Sekarang Aku pergi kepada BapaKu yang adalah juga Bapamu, dan kepada AllahKu yang adalah juga Allahmu.”
Selain itu, Kenaikan Tuhan juga nyata terjadi, menurut Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus (Ef 4:8-10): “Oleh sebab itu dikatakan Apabila Ia naik ke tempat yang tinggi Ia akan membawa serta segala tawanan, dan akan menyampaikan pemberianNya kepada manusia. Ia naik: yang dimaksudkan adalah Dia yang sebelumnya sudah turun ke alam maut di dunia bawah. Ia sendiri yang telah turun ke bawah, lalu naik mengatasi semua surga dan memenuhi segala sesuatu.” Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (3:16): “Betapa agung rahasia iman kita: Ia telah dinyatakan dalam daging dan dikuduskan oleh Roh, diperlihatkan kepada para malaikat dan diwartakan kepada bangsa-bangsa. Dunia percaya kepadaNya. Ia telah diangkat dalam kemuliaan.” juga secara indah menunjukkan kemuliaan Kristus karena pengangkatannya ke surga.

Ivan : Seperti peristiwa-peristiwa hidup Yesus yang lain Pastor. Apakah Kenaikan Tuhan pernah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama seperti sengsara, wafat dan kebangkitannya ?
Pastor : Ya, peristiwa Kenaikan bukan saja dikabarkan oleh para Rasul, tetapi sudah menjadi rencana Penyelenggaraan Ilahi. Nabi Yesaya sudah mengungkapkan mengungkapkan sejak berabad-abad sebelumnya “Lihatlah, hamba-Ku akan berhasil; ia akan ditinggikan dan sangat dipuji” (Yesaya 52:13) yang mengungkapkan paripurna karya penyelamatan Yesus. Mazmur 16:10-11 juga menyatakan “Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan, di hadiratMu ada kepenuhan sukacita, di sisi kanan-Mu ada kebahagiaan untuk selamanya.” Juga Mazmur 110:1 mengungkapkan nubuat “Duduklah di sisi kanan-Ku sampai aku membuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” Nubuat ini disitir kembali oleh Yesus Putra Daud saat menghadapi kaum Farisi seperti dicatat dalam Injil Matius 22:14-44. Kenaikan Tuhan sudah dinubuatkan dari Perjanjian Lama untuk memahami Mesias dan karyaNya.

Ivan : Apa yang dimaksud Kenaikan dan Kebangkitan dianggap ‘Satu’?
Pastor : Peristiwa Kenaikan melengkapi Kebangkitan. Tanpa KebangkitanNya kematian Yesus menjadi tak berarti dan sebaliknya, dan tanpa KenaikanNya, kebangkitan juga menjadi tidak paripurna karena ia menjadi tidak memiliki kuasa surgawi untuk duduk bertahta di surga.

Ivan : Bagaimana Gereja Perdana merayakan Kenaikan Tuhan ?
Pastor : Tidak terdapat suatu bukti sebetulnya hingga empat abad lamanya sejak Gereja terbentuk, bahwa Gereja perdana merayakan Kenaikan Tuhan secara terpisah. Dalam pengajaran para rasul, kebangkitan Yesus, pengangkatannya di sisi kanan Bapa dan turunnya Roh Kudus dipandang sebagai satu kesatuan peristiwa kemuliaanNya dan dirayakan sekaligus. Hal ini terlihat dari ucapan Santo Petrus pada (Kisah Para Rasul 2:32-33): “Kristus ini adalah Yesus dan kami adalah saksi bahwa Allah telah membangkitkan Dia. Ia telah ditinggikan di sisi kanan Allah dan Bapa telah menyerahkan Roh Kudus kepadaNya; Roh inilah yang dicurahkanNya kepada kami sebagaimana kamu sekarang melihat dan mendengar.” Jadi memang pada abad-abad pertama, Gereja perdana merayakan dan mengenangkan kematian, kebangkitan dan pengangkatan Yesus dalam satu hari: hari Paskah.
Baru mulai pada abad kedua perayaan Paskah diperpanjang hingga selama 50 hari, dan pada abad keempat, pada hari penutup yaitu hari ke-50, umat di Yerusalem merayakannya dengan naik ke bukit Zaitun pada sore hari untuk merayakan Yesus yang telah naik ke surga.
Baru beberapa abad kemudian, Kenaikan Yesus dirayakan pada hari keempatpuluh sesudah awal perayaan hari Paskah, atas dasar ucapan Santo Lukas pada Kisah Para Rasul (1:3): “sesudah penderitaanNya, selama empat puluh hari Ia tampak kepada mereka, bersabda kepada mereka tentang Kerajaan Allah, dan dengan banyak tanda yang dibuktikanNya, bahwa Ia hidup”.
Walaupun demikian, 40 hari yang diucapkan Santo Lukas sendiri bersifat simbolik, yang diilhami oleh jumlah minggu-empat puluh minggu seorang anak berada dalam rahim- angka 40 berarti menunjukkan masa-masa perkembangan, cobaan pertumbuhan menuju pada saat kematangan, demikian para murid mempersiapkan diri selama 40 hari untuk dapat menerima Roh Kudus dan menerima tugas saksi dan perutusan, mirip seperti Yesus yang dipersiapkan selama 40 hari berpuasa di padang gurun sebelum menerima tugas perutusanNya maupun 40 tahun bangsa Israel berada di padang gurun sebelum menerima tanah terjanji.

Yenni: Pastor sekarang saya ingin menanyakan, Kapan kita merayakan Pentakosta, yang saya tahu pentakosta dirayakan setelah paskah dan ritual apa saja yang kita lakukan sebelum Pentakosta. Bisa dijelaskan?
Pastor : Sembilan hari setelah kebangkitan Kristus, Roh Kudus turun atas para rasul pada hari Pentakosta. Kemungkinan, “periode doa sembilan hari” yang dilakukan oleh para rasul inilah yang menjadi dasar dari doa novena.
Jauh sebelum kekristenan, bangsa Romawi kuno juga mempraktekkan doa selama sembilan hari demi berbagai macam kepentingan. Penulis Livy mencatat bagaimana doa sembilan hari itu dirayakan di Gunung Alban guna menolak bala atau murka para dewa seperti yang diramalkan oleh para tukang tenung. Begitu pula, doa sembilan hari dipersembahkan apabila suatu “hal baik” diramalkan akan terjadi. Keluarga-keluarga juga menyelenggarakan masa duka selama sembilan hari atas kematian orang yang dikasihi dengan suatu perayaan khusus sesudah pemakaman yang dilakukan pada hari kesembilan. Pula, bangsa Romawi merayakan parentalia novendialia, suatu novena tahunan (13-22 Februari) guna mengenangkan segenap anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Karena novena telah merupakan bagian dari budaya Romawi, ada kemungkinan umat Kristiani “membaptis” praktek kafir ini.
Apapun yang mungkin merupakan asal mula novena, di kalangan umat Kristiani perdana memang sungguh ada masa berkabung selama sembilan hari atas meninggalnya seseorang yang dikasihi. Maka, pada akhirnya, dipersembahkanlah suatu Misa novena bagi kedamaian kekal jiwa. Hingga sekarang, terdapat praktek novendialia atau Novena Paus, yang dilaksanakan apabila Bapa Suci berpulang, seperti yang kita saksikan saat wafatnya Paus Yohanes Paulus II yang terkasih.
Pada Abad Pertengahan, terutama di Spanyol dan Perancis, doa novena biasa dipanjatkan sembilan hari menjelang Natal, melambangkan sembilan bulan yang dilewatkan Tuhan kita dalam rahim Santa Perawan Maria. Doa novena khusus ini membantu umat beriman mempersiapkan diri merayakan dengan khidmad kelahiran Tuhan kita. Lama-kelamaan berbagai macam novena disusun guna membantu umat beriman mempersiapkan diri menyambut suatu pesta istimewa atau guna memohon pertolongan seorang kudus dalam suatu masalah tertentu. Beberapa novena populer yang secara luas biasa didaraskan di Gereja kita adalah Novena Medali Wasiat, Novena Hati Kudus Yesus, Novena Roh Kudus, Novena St Yosef, Novena St Yudas Tadeus, dan lain sebagainya.
Cukup sulit mengatakan mengapa kita tidak mendaraskan novena dalam ibadat bersama sesering sebelum Konsili Vatikan II. Saya pernah menanyakan hal ini kepada seorang imam senior, yang pada intinya mengatakan bahwa cukup banyak orang yang ikut ambil bagian dalam doa novena, tetapi melewatkan Misa Kudus. Padahal, sebagai umat Katolik, fokus terutama dalam spiritualitas dan sembah sujud bersama adalah Ekaristi dan Misa Kudus.
Juga, sebagian orang saya pikir telah menyelewengkan novena dengan takhayul. Di setiap paroki di mana saya pernah ditugaskan, selalu saja saya menemukan salinan Novena St Yudas Tadeus yang pada dasarnya menyatakan bahwa jika orang pergi ke Gereja selama sembilan hari berturut-turut dan meninggalkan salinan Novena St Yudas Tadeus, maka doanya akan dikabulkan – semacam surat berantai rohani; bagaikan mesin Katolik otomatis saja: seperti orang memasukkan uang ke dalam mesin penjual, lalu menekan tombol untuk mendapatkan cola yang diinginkannya; dalam hal ini orang mendaraskan doa-doa, pergi ke gereja, meninggalkan salinan doa, dan beranggapan bahwa dengan demikian doanya pastilah dikabulkan. Yang menyedihkan sekarang ini adalah orang bukan, setidak-tidaknya menyalin dengan tangan, melainkan sekedar memfotokopinya, dan yang terlebih parah, biasanya sayalah yang harus membereskan lembaran-lembaran doa ini yang ditinggalkan dan tercecer di seluruh ruang Gereja.
Walau demikian, novena masih mendapat tempat yang sah dan benar dalam spiritualitas Katolik.

(Dalam buku Pedoman Indulgensi tertulis, “Indulgensi sebagian diberikan kepada umat beriman yang dengan tekun ikut ambil bagian dalam praktek saleh novena bersama yang diadakan sebelum perayaan Natal, atau Pentakosta, atau Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa.” Di sini, sekali lagi Gereja menekankan bahwa novena merupakan suatu praktek rohani yang saleh, yang memperteguh iman individu dan hendaknyalah individu sungguh tekun, dengan selalu mengingat kebajikan Tuhan yang senantiasa menjawab semua doa-doa kita menurut kehendak ilahi-Nya.)

Yenni : Dalam doa Novena, apa saja yang bisa kita mohon kepada Tuhan ?
Pastor : Bisa bermacam-macam. Biasanya untuk kesembuhan orang sakit, menghadapi ujian atau masalah berat dan bisa juga untuk memohon diberikan jodoh/teman hidup.

Yenni : Karunia apa saja yang bisa kita peroleh dari Doa Novena Roh Kudus, bisa dijelaskan Pastor ?
Pastor :
1. karunia kebijaksanaan,
2. karunia pengertian,
3. karunia nasehat,
4. karunia keperkasaan,
5. karunia pengenalan,
6. karunia kesalehan,
7. karunia takut akan Allah

Dapat disimpulkan beberapa hal yaitu :
1. Kebangkitan mengakhiri keterbatasan dan kemanusiaan Yesus
2. Kebangkitan mengakhiri karya dan pewartaan Yesus di dunia.
3. Kebangkitan mengakhiri nubuat Perjanjian Lama.

Makna Kebangkitan bagi sosok Yesus sendiri:
1. Kebangkitan menegaskan Kristus sebagai Tuhan
2. Kebangkitan menegaskan Kristus sebagai Nabi, Imam dan Raja
3. Kebangkitan menegaskan kemuliaan Kristus


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: