Doa Syukur Perayaan Satu Abad Misi Gereja Katolik di Keuskupan Agung Samarinda

28 05 2007

GEMA WARTA mendukung kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Samarinda dalam rangka Peringatan 100 thn Misi Gereja Katolik di Keuskupan Agung Samarinda, Kaltim. Untuk itu, kami akan secara berkala mengupdate perkembangan kepanitiaan maupun acara-acara yang akan diselenggarakan, baik melalui web ini ataupun di milis kami di gemawarta@googlegroups.com.Berikut ini adalah Doa Syukur untuk memperingati momen bersejarah ini, semoga bermanfaat dan silakan diprint dan dibawa pulang sendiri bila diperlukan.  Baca entri selengkapnya »

Iklan




Catatan dari Pulau Galang

7 04 2007

riau-kepulauan.jpgNama Pulau Galang hanya pernah saya dengar dari sekelebatan berita-berita di waktu dahulu. Yang saya ketahui saat itu adalah bahwa pulau itu adalah tempat pengungsi Vietnam. Kapan pulau itu akhirnya sudah tidak dipakai lagi untuk menampung pengungsi, saya tidak pernah mencermati beritanya lagi. Tak disangka saya akhirnya sempat mengunjunginya sekian lama setelah pengungsi terakhir meninggalkan pulau Galang (tepatnya sejak 1996). Sisa-sisa kamp pengungsi itu tetap berada pada tempatnya, sebagian diperbaiki untuk menjadi monumen untuk mengenang masa lalu para pengungsi Vietnam. Baca entri selengkapnya »





Abu dan Pertobatan

22 02 2007

Puasa dimulai hari Rabu abu ini (21/02/2007) dengan penerimaan abu yang merupakan suatu tanda pertobatan yang bersifat komunal. Di seluruh dunia setiap orang katolik menerima abu di dahinya sebagai ungkapan kesediaan mereka untuk memulai saat pertobatan. Abu yang telah kita terima di dahi itu tak dapat disembunyikan seperti halnya saat kita menerima suntikan, di mana setelah disuntik kita bisa menutupinya dengan menurunkan kembali lengan baju. Abu diberikan di dahi dan  karenanya semua orang bisa melihatnya dengan mudah.

Di hari Rabu abu kita tidak datang menerima abu di tangan dan secara sembunyi-sembunyi kita kembali lalu mengoleskannya di dahi. Dahi yang bersih saat kita datang kini ditaburi abu untuk bisa dilihat secara jelas oleh semua orang tanpa mampu bersembunyi.

Tentu ketika kita keluar dari pintu gereja setelah menerima abu di dahi, kita mungkin akan merasa malu bahwa justru bagian diri kita yang biasanya dengan mudah dilihat orang kini dikotori. Apa lagi kalau kita berada di lingkungan yang mayoritasnya tak beriman sama seperti kita, yang tak mengenal dan tak memahami apa makna di balik kotornya dahi tersebut. Tapi justru inilah nilai rohani dari penerimaan abu, yakni bahwa kita secara terbuka dan dengan amat rendah hati berdiri di hadapan sesama dan berkata bahwa kita bukanlah manusia yang bersih. Kita adalah kaum pendosa. Kita butuh sesuatu yang melampaui kekuatan manusiawi kita, yakni kekuatan rahmat Allah untuk membebaskan kita dari keadaan kita saat ini, yakni membebaskan kita dari dosa-dosa kita.

Satu hal menarik saat kita menerima abu. Karena abu diurapi di dahi kita, maka amatlah mustahil bahwa kita bisa melihat secara langsung betapa kotoranya dahi kita. Kita hanya bisa melihatnya lewat cermin setelah kita kembali ke rumah. Namun kita bisa dengan amat mudah melihat kotornya dahi orang lain. Di sini orang lain seakan berdiri di depan kita dan menjadi cermin tempat kita melihat diri kita masing-masing. Dalam hidup nyata kitapun dapat dengan mudah melihat kekurangan, kelemahan serta keburukan orang lain. Kita sulit melihat dengan jelas kelemahan diri sendiri. Orang lain selalu salah sementara aku selalu berada di pihak yang benar. Namun di hari Rabu abu sesamaku adalah gambaran diriku. Sesamaku adalah cermin diriku.

Aku melihat diriku yang penuh kelemahan melalui orang lain yang kini berada di depanku. Tak ada yang bisa kita katakan di saat itu kecuali bersama-sama berdiri di hadapan Tuhan dan mengakui bahwa kita adalah manusia lemah, manusia yang sering jatuh. Kita adalah manusia yang bersama-sama membutuhkan rahmat istimewa dari Tuhan agar bisa bangun lagi dan menjadi layak lagi disebut anak-anak pilihanNya.

Selamat memasuki masa puasa dan lebih lagi mari kita mulai bertobat.

Source : PondokRenungan





Mengenal Legio Maria

22 11 2006

Presidium Legio MariaPada 7 Desember 1921 di Dublin, Irlandia, 15 orang awam Katolik berkumpul untuk membicarakan bagaimana melaksanakan pelayanan sebagai kaum awam yang merasul. Setelah memohon bantuan Roh Kudus dan mendoakan rosario, mereka memutuskan untuk pergi dalam kelompok-kelompok kecil, bisa hanya berdua, mengunjungi Rumah Sakit di Dublin yang penuh dengan pasien-pasien miskin, tanpa kerabat dan orang jompo. Mereka kemudian juga memutuskan untuk kembali bertemu setiap minggunya. Peristiwa inilah yang mendasari lahirnya Legio Maria: berdoa bersama-sama, melaksanakan pekerjaan merasul dan pertemuan mingguan. Dari awal yang sederhana, dibimbing oleh Roh Kudus dan semangat Bunda Maria dalam karya pelayanan, bentuk kerasulan Legio Maria ini menyebar ke seluruh dunia. Baca entri selengkapnya »





Liputan Kegiatan Bedah Buku, 15 Oktober 2006 di Aula Gereja Sta. Theresia, Prapatan

7 11 2006

Oleh: Lucas Nasution

Bedah BukuHidup yang tidak dipertanyakan –kata Sokrates- tidak layak untuk dijalani.
Sesungguhnya “bertanya” adalah keunikan manusia yang kiranya kerap terlewatkan begitu saja. Terlebih menghadapi kebiasaan, tradisi, otoritas, dsb. Juga dalam hal agama kerap kita tidak mempertanyakan praktek keagamaan kita. Kita lebih sering ikut arus saja tapi mau kritis.

Dalam semangat kritis ini GEMAWARTA yang baru orok dalam ukuran hidup manusia hendak memperingati hari jadi pertamanya. Bedah buku yang kiranya baru pertama kali digelar di Balikpapan dipanggungkan tidak tanggung-tangung dengan judul mentereng: Agama, Religiositas dan Spritualitas. Judul yang (bahkan untuk mengucapkannya saja
sudah kagok) sengaja dipilihkan crew GEMAWARTA untuk mengajak umat sekalian untuk menelisik sebentar mempertanyakan bagaimana penghayatan keimanan masing-masing. Sejalan dengan misi GEMAWARTA itu sendiri.
 
Tampil sebagai pebedah tidak kurang dari penulis buku itu sendiri. Seorang Jesuit yang lebih suka dipanggil “Pak”. Pak Mangun terbang dari Surabaya khusus untuk menemani bincang-bincang di aula Prapatan tanggal 15 Oktober yang lalu. Hadir sekitar 50 undangan yang dengan antusias mengikuti acara diskusi dengan aktif.  Acara yang berlangsung hampir 4 jam seolah tidak  menyurutkan semangat mereka. Hingga penghujung acara pertanyaan-pertanyaan kritis terus mengalir.

Dari wajah-wajah para hadirin tergambar kepuasan sekaligus kehausan akan acara sejenis.
Publik Balikpapan sesungguhnyalah merindukan acara-acara yang menantang intelektualitas. Dan kiranya ini dapat menjadi lahan garapan organisasi-organisasi kategorial sepeti GEMAWARTA.

(ln)





Kisah Hidup Theresia Lisieux

11 10 2006

theresia.JPGTheresia Martin dilahirkan di kota Alençon, Perancis, pada tanggal 2 Januari 1873. Ayahnya bernama Louis Martin dan ibunya Zelie Guerin. Pasangan tersebut dikarunia sembilan orang anak, tetapi hanya lima yang bertahan hidup hinga dewasa. Kelima bersaudara itu semuanya puteri dan semuanya menjadi biarawati!

Ketika Theresia masih kanak-kanak, ibunya terserang penyakit kanker. Pada masa itu, mereka belum memiliki obat-obatan dan perawatan khusus seperti sekarang. Para dokter mengusahakan yang terbaik untuk menyembuhkannya, tetapi penyakit Nyonya Martin bertambah parah. Ia meninggal dunia ketika Theresia baru berusia empat tahun. Baca entri selengkapnya »





Misa Penerimaan Sakramen Krisma, Gereja Ratu Rosari, Jagakarsa

18 09 2006

Minggu, 17 September 2006, 07.00 – 09.00
-atseputro, Gemawarta, Jakarta-

Gereja Ratu Rosari, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Gereja ini terletak di perbatasan Jakarta Selatan – Depok dan merupakan salah satu dari beberapa gereja di Jakarta dimana konggegrasi MSF berkarya. Di kompleks gereja ini terdapat Panti Asuhan St. Vincentius Putra – salah satu panti asuhan yang cukup terkenal di Jakarta. Selain itu, terdapat pula SD Desa Putra, SMP Desa Putra, STM Grafika Desa Putra dan Balai Kesehatan Masyarakat. Bruderan Budi Mulia juga menjadi salah satu penghuni kompleks gereja ini. Bruder-bruder Budi Mulia inilah yang mengelola sekolah, panti asuhan dan balai kesehatan. Baca entri selengkapnya »