Tuhan = Cinta – Pieter Sinnema, MSF

PieterSinnema.jpg 

Tuhan = Cinta
Oleh Pastor Sinnema, MSF

Adalah sesuatu yang aneh mungkin. Injil yang dibacakan pada waktu perayaan natal tidak mulai dengan Tuhan; Injil mulai dengan Kaisar Augustus dan Quirinius, penguasa di Syria. Kemudian dikisahkan dua orang yang akhirnya terpaksa harus menginap di sebuah kandang binatang. Kontras sekali!…
Apakah anda dapat merasakan kemana Injil mau dan tujuan Injil itu? Dapatkah anda merasakan maksudnya?
Kita berhadapan dengan para penguasa dan seorang bayi yang baru lahir, yang tidak berdaya dan tidak mempunyai kekuatan. Lihat, kata Injil: itulah Tuhan diantara kalian.
"begitu lemah dan tidak berdaya?" bisa dipersoalkan. Mengapa muncul bukan Tuhan yang Maha-maha kuasa, Tuhan segala balatentara, Tuhan halilintar dan guntur?

Karena Tuhan adalah CINTA. Karena Tuhan mencintai (!) dan sungguh sungguh siapa yang mencintai dapat dilukai, karena membuka segala rahasia, membuka diri sendirinya. Siapapun yang mencintai tidak merasakan segala ancaman, tidak mencari balasan. Mencintai dapat begitu dilukai sepert seorang anak dalam palungan.

Natal sekarang ini dapat dimulai dengan mengatakan: Bush yang presiden Amerika telah mengirimkan pasukan 100.000 tenaga lebih… kita berdiri menghadapi sebuah kadang, kita…, orang orang kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa. Kontras sekali!…
Sekali lagi tahukah anda kemana injil membawa kita? Dalam kelemahan dan justru karena itu biasa kita jadi peka terhadap misteri > surga dan bumi dekat. Itulah Natal: " Jadilah kehendakMu di bumi ini seperti didalam surga".

Kita doakan selalu dan kehendakNya tidak lain daripada mencintai sesama dan membuat dunia ini lebih manusiawi.

Anak anak pada umumnya lebih peka terhadap misteri itu. Mereka itu masih pemain, penyair yang sungguhan dan mereka cari Tuhan. Kita membantu mereka untuk mengarahkan, memungkinkan mereka dapat merasakan, misalnya dengan kisah-kisah, mengenai api yang menghangatkan, mengenai sebuah perjalanan di bawah bintang bintang di langit, bersama dengan anak membantu yang tidak berdaya, yang miskin dan lemah.

Pengalaman lebih beharga daripada hadiah hadiah. Karena memancakan seringkali melemahkan kepekaan terhadap misteri: Surga dekat dengan dunia. Dunia, lingkungan, keluarga bisa mengalami CINTA.

Iklan

3 responses

19 06 2006
P.Sinnema

foto saya jelek

11 01 2008
Fr.Erwyn MSF

Pertama-tama, terima kasih atas renungan yang memikat hati. Sungguh sebuah renungan Natal yang begitu tulus, yang muncul dari permenungan tentang apa arti sebuah CINTA, CINTA yang menggugah hati akan dinamika dunia yang semakin ‘mengguncang’. CINTA Tuhan memang luar biasa, jauh terbayangkan tetapi dekat terpatri dalam lubuk hati yang mengenal CINTA-Nya. Karena CINTA Tuhan itulah yang menjungkirbalikkan tatanan sosial yang ekstrim dalam masyarakat, juga dalam Keluarga. Dengan pengalaman Natal tahun ini, CINTA Tuhan itu semakin memancar, dan itulah maksud Injil bahwa CINTA Tuhan tak hanya ‘bersarang’ dalam hati, tetapi CINTA Tuhan itu memancar ke semua orang. Kedua, Pastor, foto yang ini masih kurus kan? Terima kasih atas permenungannya. Tuhan Memberkati.

11 01 2008
Pastor P.Sinnema MSF

renungan dua tahun lalu….renubgan tahun ini bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: